[TIPS MENEMBUS MEDIA] MEMILIH TEMA BERDASAR TREN MEDIA

Setelah sebelumnya saya  menulis tentang memilih tema sendiri, pada level yang lebih lanjut kita mencoba mengikuti apa ‘mau’nya media. Tentu saja tetap harus memahami kebutuhan media, karakter dan pemilihan waktu yang tepat. Artinya, walaupun temanya bukan kita yang tentukan, yang bukan kita pahami betul, nggak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman, tapi kita mencoba menggali info dari berbagai sumber dan menulisnya menjadi artikel cantik. Pada level lanjut kita seperti jurnalis, menulis dengan tema berdasar jadwal yang ditentukan.

Jika artikel sudah oke, tentukan sasaran kapan artikel sebaiknya dimuat. Kita bisa menyasar waktu pemuatan dengan mengirimkan PALING LAMBAT 2-3 edisi sebelumnya. Untuk media harian, sebaiknya 2-3 hari sebelumnya, tergantung artikelnya mudah basi nggak (kadaluarsa beritanya). Media mingguan 2-3 minggu sebelumnya, media bulanan 2-3 bulan sebelumnya. Memperkirakan waktu tayang ini penting kalau anda ingin tulisan dimuat lebih cepat dan efektif.  Dengan mengirimkan artikel sesuai tema yang akan datang, kemungkinan dimuat lebih besar dan nggak perlu menunggu terlalu lama.

 

Setiap media punya tren tema yang hampir selalu berulang setiap tahunnya, tentu dengan perkembangan sesuai perkembangan yang ada di masyarakat. Hari-hari penting bisa anda tandai untuk menentukan tema. Misalnya bulan januari-tentang hujan, banjir, penyakit. Bulan april tentang perempuan. Bulan juni-juli seputar pendidikan dan liburan. Bulan agustus seputar nasionalisme, dan banyak lagi.

 

Dengan menajamkan indera, membaca sekecil apapun fakta, kita akan terbiasa mencari satu celah opini yang unik. Yang kumaksud unik tidak harus nyleneh dan keluar pakem. Bisa juga tentang sesuatu yang baru yang terlewat dari pengamatan orang lain, dan pas kita sampaikan orang akan bilang “Oiya,ya, bener juga”

Bisa juga tulisan dalam bentuk tanggapan terhadap tulisan orang sebelumnya. Jurnalis menulis berita, nah..kita bikin opini menanggapi berita itu. Cari opini yg belum pernah dimuat sebelumnya. Kategori sebuah tulisan disebut menarik itu relatif ya, namun biasanya opini yang berbeda akan menarik perhatian publik.

TEMA

Berikut adalah contoh-contoh  tema sesuai hari :

8 Maret = women day
Minggu ke 3 juni = father’s day
Mei = hari bumi, hari buruh
des = hari aids, hari ibu, resolusi tahun baru
1 april – Hari bank dunia
6 april – hari Nelayan Indonesia
7 april – hari Kesehatan Internasional
24 april Hari Angkutan Nasional
24 april-hari solidaritas asia afrika
27 april hari permasyarakatan Indonesia
dan banyak lagi….coba deh search di google.

 


[TIPS MENEMBUS MEDIA] MEMILIH TEMA SESUAI KEINGINAN KITA

mind map

Memilih tema memang gampang-gampang susah. Kadang-kadang tema yang kita kuasai tidak terlalu popular dan tidak cocok dengan berbagai media yang beredar di sekitar kita. Atau sebaliknya, begitu tema cocok, kita kuasai bahannya, tapi kok tidak dimuat-muat. Jadinya minder dan merasa nggak berisi. Eits, jangan pernah berpikir begitu. Yakin deh, setiap kita punya keahlian masing-masing, yang orang lain belum tentu punya.

Sebenarnya jumlah media cetak yang saya jajaki juga masih sangat terbatas disbanding banyaknya media yang beredar saat ini.  Hanya saja, kelihatannya saya cukup bisa membidik dalam menentukan kemana tulisan saya harus dikirim, pada saat yang tepat.  Alhamdulillah, persentase keberhasilannya cukup tinggi.

 

Coba lakukan pemetaan ini, mana yang paling sesuai dengan diri anda. Apakah anda menulis :

  1. DENGAN TEMA SESUAI KEINGINAN SENDIRI ?
  2. DENGAN TEMA SESUAI YANG DIMINTA MEDIA/LOMBA ?

Pemetaan itu semacam kerangka atau outline. Karena aku bikin artikel, biasanya simpel aja, latar belakang, kasus-kasus, penyelesaian dll. Yang perlu diingat target pembaca, jadi menulis sekaligus membayangkan jadi pembaca, apa yg pembaca perlukan.

Keduanya bisa dipelajari dan dikuasai dengan baik. Dalam tulisan ini saya akan membahas poin satu, yaitu menulis dengan tema sesuai keinginan sendiri. Apapun ide anda, tulislah! Setelah sebuah artikel selesai anda buat sesuai ide yang anda miliki, giliran memilih media mana yang akan dituju.

Pertama tentukan media dengan misi yang sesuai dengan tulisan kita. Ini tentu saja setelah anda menjelajahi karakter berbagai media baru bisa menentukan. Kedua, setelah menemukan media yang  sesuai, periksa lagi artikel anda, sudahkah gaya bahasa dan model artikelnya cocok untuk media tersebut. Jika belum cocok, lakukan sedikit perubahan dengan tidak merubah ide artikel. Perubahan ini bisa saja hanya sebatas bahasa, tapi bisa juga melebar, mengarah pada perubahan batas usia dan cakupan pembaca. Silakan lakukan perubahan seperlunya.

Ada banyak media dengan berbagai karakter. Jelajahi, pahami karakternya dan tentukan pilihan sesuai artikel yang anda tulis. Saya suka nongkrong di kios koran di kampus, beramah-tamah dengan pemiliknya agar bisa intip-intip media disitu. Sesekali beli juga, malu dong numpang baca doang, hihihi…

Saya menulis apa saja yang ingin ditulis lalu memilih media yang sesuai.  Mengirim untuk koran, kenapa tidak? Menulis untuk koran nggak harus opini yang ‘berat’ kan?  Ada rubric perjalanan, rubric kisah inspiratif, rubric kuliner, rubric parenting dan sebagainya.  Tema pun bisa tentang kisah sehari-hari, keluhan terhadap fasilitas umum, keprihatinan pada kasus tertentu dan lain-lain.  Tinggal bagaimana kita rajin mencari dan mencari informasi media sebanyak mungkin. Nggak dapat Koran edisi cetaknya, coba tanya ke google barangkali ada edisi onlinenya.

Terkadang opini yang ditulis ada curhat kekesalan. Nah supaya tidak kebablasan caranya bagaimana? Memang seemosi apapun kita menanggapi sesuatu, menulis harus tetep kalem. Boleh tajam tapi cerdas dan elegan. Karena pendapat pembaca tidak selalu sama dengan kita. Menulis dengan emosi justru menjauhkan dukungan pada opini kita.

Oh ya kayaknya selain tema, diksi juga sangat diperlukan. Diksi itu pilihan kata.  Mari memperbanyak diksi agar menulis semakin mudah. Kadang-kadang kalau kita menulis, sudah berhasil membuat kerangka dan menulis isinya, eh tiba-tiba dari satu paragraf ke paragraf lain kita bingung bagaimana mau menyambungkannya. Nah, jika kita kita kaya diksi, maka urusan membuat “jembatan” dari satu paragraf ke paragraf lainnya akan semakin lancar.


[Tips Menembus Media] : Memulai dari Yang Mudah

Melanjutkan cerita pengalaman pertama menembus media, kali ini masih tentang pengalaman pertama, yaitu pengalaman pertama menulis artikel.

Setelah sekitar satu tahun menjadi pelanggan majalah Ayahbunda, membaca isinya sampai “ngelotok” dan merasa memahami karakternya, saya lantas berpikir sepertinya sudah saatnya mencoba mengirimkan artikel.
Tentu saja yang harus diperhatikan (1) tema nya belum pernah dimuat, (2) saya menguasai bahannya, dan (3) cocok dan bermanfaat untuk pembaca Ayahbunda.

 

Kebetulan pernah belajar tentang pestisida, dan ingin mengaitkan tema pestisida dengan parenting, maka jadilah artikel “Menyiasati Residu Pestisida dalam menu keluarga”
Sebisa mungkin saya menulis sesuai dengan karakter majalah Ayahbunda, yaitu (1) kalimat singkat-singkat tapi padat, (2) to the poin dan (3) banyak dalam bentuk poin-poin. Tapi perlu diingat, karakter setiap media berbeda-beda.
Kalau masalah EYD dan tata bahasa saya percayakan pada ilmu bahasa Indonesia yang telah kita pelajari dari SD – SMA. Tidak harus sempurna untuk berani mengirimkannya kan ? Satu artikel saya buat cukup lama, sekitar 2 bulanan hanya untuk 3 halaman A4. Lama, karena artikel ini ilmiah-populer, jadi saya harus bisa MEMPERTANGGUNG JAWABKAN isinya. Saya mencari sumber bacaan yang TERPERCAYA, banyak dari situs-situs universitas luar negeri.

 

Singkat kata, saya nekat mengirimkan artikel pertama, padahal Ayahbunda tidak dengan terang-terangan mengatakan menerima tulisan dari penulis lepas. Dan hasilnya, 2 minggu kemudian saya ditelpon bahwa artikel saya akan dimuat beberapa edisi ke depan. Wow, cepat sekali responnya ?

 

Dan ini dia artikel bersejarah tersebut
http://asacinta.blogspot.com/2008/10/menyiasati-residu-pestisida.html

Sukses di artikel pertama tidak dengan artikel kedua. Dua hari setelah saya kirimkan, langsung dapat email balasan DITOLAK. Alasannya karena topiknya kurang sesuai untuk pembaca.

Kegagalan itu kemudian memacu saya mencoba “lahan” lain.
Masih suka dengan majalah bertema pengasuhan anak, saya berlangganan majalah Parenting, dan suka sekali dengan gaya selingkung majalah ini.
Tulisan pertama saya di Parenting justru bukan di rubrik Cerita Anda, yg disediakan khusus untuk pembaca. Saya nekat kirim untuk rubrik umum, bertema “Keamanan di Mall”, dimuat kira-kira 6 bulan setelah dikirim. Dari sini saya berkesimpulan bahwa Parenting menerima artikel apa saja sesuai tagline mereka.

Selanjutnya, beberapa majalah yang suka saya baca saya kirimi email, nanya kemungkinan apakah menerima artikel dari luar. Ini cara mendapatkan kepastian daripada hanya menebak-nebak dan tanya sana-sini. Hasilnya saya tau ada yg menerima ada yang tidak :)

Selain kirim artikel, saya masih rajin mengirimkan quote/testimoni singkat. Menulis quote gini menurut saya penting untuk menunjukkan kita tetap eksis mengikuti perkembangan majalah tersebut.

Oya, ketika saya mencoba-coba kirim artikel ke media sekitar tahun 2007, belum ada informasi dari internet seperti sekarang. Modalnya nekat aja, padahal nggak pake kenal “orang dalam” dan masih pemula. Jadi jangan tunggu lama-lama untuk mencoba :)

 

Saya mencoba menulis sesuatu yang sederhana dan menempatkan diri sebagai pembaca. Anggap pembaca belum paham atau sama sekali baru dengan topik yang kita mau tulis. Jadi pilihan kata yang mudah dan to the point saja.

 

Saya punya tenggang waktu menunggu pemuatan naskah. Jika naskah sudah lewat 3 bulan dikirim namun tidak ada jawabab, saya langsung ke redaksinya, apa mau dimuat apa enggak. Kalau tidak dimuat mendingan ditarik lagi dan dikirim ke media lain sejenis.  Angka 3 bulan, 2 bulan atau 1 bulan itu terserah masing-masing penulis tergantung kepentingan dan kesabaran :)

 

di Parenting, kalau naskah udah 3 bulan berlalu, dan ternyata kemudian Parenting akan memuatnya (misal udah 6 bulan sejak dikirim), biasanya akan dikonfirm lagi ke penulis. Redaksi akan nanya apakah tulisan tersebut belum dimuat dimedia lain?

Salah satu naskah saya sudah 6 bulan belum dimuat. Saat saya tanya ke redaksi X, eh ternyata email tidak mereka terima. Akhirnya saya kirim ulang dan langsung dikonfirm akan dimuat seminggu kemudian. Jadi inilah gunanya menanyakan naskah kita.

 

Ada tips nih, jika malu bertanya ke redaksi tentang pemuatan naskah, bisa dengan cara mengirim ulang dan pura-pura email sebelumnya tidak sampai ke redaksi.  Menanyakan nasib naskah ke redaksi sebaiknya via email biartidak mengganggu dan redaktur tidak kaget, mendadak ditelpon sementara harus mencari-cari berkas.

Mencantumkan Sumber Tulisan

Mengambil sumber dari google boleh nggak ? Search dari google bisa, tapi biasanya tulisan merefer ke suatu situs. Sumber referensi yang paling lemah adalah blog seseorang. Sebaiknya nggak ambil dari blog. Kalo itu blog seorang pakar, lebih bagus wawancara dulu dengan pakar tersebut (bisa via online) jadi kita dapat info dari narasumber orang pertama.

Informasi sumber /referensi kutulis disertakan di setiap artikel, tapi media nggak selalu mencantumkan semuanya, bisa-bisa setengah halaman sendiri. Media juga tidak sepenuhnya bertanggung jawab pada isi, jadi penulislah yang bertanggung jawab pada isi artikel.

Sumber buku atau sumber yang berasal dari google search sebaiknya kita tulis di bagian bawah.

 

Kita bisa saja menulis tentang apa saja, asalkan bisa mempertanggungjawabkan isinya. Menulis tentang sesuatu hal yang kita pahami akan membuat tulisan lebih hidup. Lebih baik daripada sekedar mengambil dan menulis ulang informasi dari internet.

 


Pemenang Give Away Aku dan Pohon

Beberapa menit mendahului janji posting pengumuman tanggal 25 September 2013.  Semoga berkenan.

 

Give Away Aku dan Pohon berlangsung pada 1 Agustus-15 September 2013, diikuti oleh lebih dari 90 peserta dengan ragam jenis tanaman dan kisah.

Saya haturkan apresiasi sebesar-besarnya untuk seluruh peserta. Dari hajatan pertama ini, saya belajar banyak hal seputar Give Away diantaranya bagaimana membuat tema yang menarik, aturan yang mudah, batas waktu yang sesuai, dan jadi tahu bagaimana sulitnya menjadi juri. Penjurian terbagi dua tahap, dari 90 an peserta saya memilih 20 finalis dan menyerahkannya kepada juri kedua untuk memberikan penilaian. Harapannya, juri kedua dapat mengurangi subyektifitas penilaian mengingat sebagian peserta adalah teman sendiri.

Bertindak sebagai juri kedua adalah Prof. Dr. SRIATI, staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

LOH, kok mau ya jadi juri Give Away, apa tidak sibuk? Jelas saja mau karena ditodong adik sendiri, mana bisa menolak hehe…

 

Baiklah, berikut pemenangnya:

 

Juara 1: Endah Wahyuni

Judul : Diajak Merit Di bawah Pohon Kesemek

http://sunflowernote.blogspot.com/2013/08/diajak-merit-di-bawah-pohon-kesemek.html

 

Juara 2 : Anita Lusiya Dewi

Judul: Cactus, Happiness is Priceless

http://www.makarame.com/2013/08/cactus-happiness-is-priceless.html

 

Juara 3: Ika Hardiyan Aksari

Judul : Kelengkengku, SPPku

http://ichaituika.blogspot.com/2013/08/kelengkengku-sppku.html

 

Juara 4: Eka Candra Lina

Judul :  Aglaia With Love

http://ekacandralina.blogspot.com/2013/07/aglaia-with-love.html

 

Juara 5: Nabila

Judul : Bibit Pohon Mahoni yang Mati Suri

http://nabilaptx.blogspot.com/2013/08/bibit-pohon-mahoni-yang-mati-suri.html

 

Juara 6: Izzah Annisa

Judul : Cinta Sebatang Rampai

http://bundasyahid.blogspot.com/2013/08/cinta-sebatang-rampai.html

 

Pemenang komentar terbanyak: Hariyanto Wijoyo

Judul : Menuai amal dari sebatang pohon

http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/09/menuai-amal-dari-sebatang-pohon.html

 

Kami menyukai tulisan pemenang karena keunikan cerita, enak dibaca, eksplorasi flora dan adanya interaksi ntensif dengan pohon.

Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga dari Give Away Aku dan Pohon menambah wawasan kita terhadap keanekaragaman flora.

Sampai jumpa pada Give Away berikutnya.


Pengalaman Pertama Menembus Media

Screenshot_2013-09-21-17-14-23-1

Pengalaman pertama saya menembus media jangan dibayangkan sesuatu yang “wah”. Tahun 2006 saya jingkrak-jingkrak seneng banget saat foto saya dan Cinta (anak pertama) nampang di majalah Ayahbunda dengan cerita yang hanya terdiri dari 3 kalimat. Senengnya minta ampun bisa tampil di media.

Sejak itu saya jadi rajin mencari rubrik yang memuat testimoni/pengalaman singkat/quote dari pembaca. Karena interestnya tentang parenting, dan sepertinya media parenting tahu keinginan pembaca untuk tampil di majalah, jadi ya klop, banyak lahan untuk mencoba. Sebagian ada honor/hadiah dari sponsor, sebagian hanya nampang saja saya sudah seneng.

Tujuan saya yang utama sebenarnya mendokumentasikan tumbuh kembang si kecil dengan cara yang menyenangkan dan unik. Kedua, saya bisa semakin mengasah kemampuan menembus media. Walaupun ceritanya pendek, nggak mudah lho terpilih diantara puluhan atau ratusan pembaca yang juga mengirimkan cerita. Disini saya juga mengasah kepekaan, karena tiap media beda karakter, saya jadi tahu bagaimana sih maunya media tersebut. Untuk pemula, nggak ada salahnya mencoba dari sesuatu yang gampang/ringan.

Sampai saat ini saya masih rajin kirim quote / testimoni. Kebetulan juga masih punya baby yang sayang untuk tidak didokumentasikan tumbuh kembangnya. Motherhood tema yg paling gampang buat saya karena masih mempunyai anak balita dan pra remaja. Sedangkan untuk artikel tergantung artikelnya, Femina, Intisari, majalah kesehatan, asalkan menerima tulisan dari penulis lepas.

Setiap media mempunyai tema tertentu dalam waktu tertentu. Misalnya bulan desember untuk tema ibu, bulan mei untuk tema buru.  Untuk bisa menembus media, sebaiknya dikirim kira-kira 2 atau 3 edisi sebelumnya. Jadi kalo bulanan ya 2-3 bulan sebelumnya, dan untuk koran koran, 2-3 hari sebelumnya.

Bagaimana mengetahui tema-tema yang diajukan pihak tabloid.  Tema parenting sepertinya umum sekali buat ibu-ibu yg sedang menikmati romantisme motherhood, kebetulan anak-anak masih kecil jadi itu jadi fokus utama saya saat ini. Saya mencatat hal-hal detil, dan prioritas mengambil yang idenya berbeda. Nah, untuk tahu cerita mana yg unik/beda ini tentu dengan banyak membaca dan membandingkan cerita yang dimuat sebelumnya.

Yang terpenting adalah memahami karakter media. Misalnya majalah Ayahbunda karakternya lebih banyak info kesehatan ibu hamil-anak usia 5 tahun, lebih membahas hal-hal klinis, sedangkan Parenting, uuntuk mama & anak usia sampai 12 tahun, gaya bahasa seru, misi membuat mama lebih bahagia. Sebaiknya kita membaca terlebih dahulu media yang kita tuju, atau minimal mengetahui ketahui aja taglinenya, Ayahbunda = bacaan pasangan muda, Parenting = yang seru dan berguna buat mama, Parentsguide =Healthy kids, happy familly. (maaf nih, contohnya media parenting semua, kebetulan ini yang ada disekitar meja saya)

Oh, tulisan lama bisa dimodifikasi. Tulisan yg dulu tersimpan, dimodifikasi dengan menghilangkan keterangan waktu, misalnya tidak menyebutkan umur anak dan tokoh lainnya.  Beberapa penulis parenting saya lihat anaknya sudah besar. Mereka tidak menceritakan anaknya lagi, hanya mengambil pelajaran dari cerita pas anaknya kecil dulu. Ini karena berhubungan dengan range usia pembaca.  Biasanya media mau yang fresh, penulisnya pada usia yang sama dengan pembaca.

Mulailah menulis dari apa yang kita suka dan kita tahu.   Dan pengalaman adalah guru terbaik. Coba dan coba lagi.


Penundaan Pengumuman Pemenang

Sehubungan dengan banyaknya pendaftar Give Away Aku dan Pohon, dan kesibukan di kantor saya yang mendadak sangat padat dalam minggu ini, maka pengumuman pemenang terpaksa DITUNDA menjadi tanggal 25 September 2013.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga dimaklumi, agar saya dan juri tamu bisa menentukan pemenang sebaik-baiknya.

 

Salam, Arin


9 Pengirim Pertama

Sejak jam pertama Give Away Aku dan Pohon diumumkan, pendaftar berdatangan dengan antusias demi mengejar 9 pengirim pertama. Sayangnya, mereka tidak membaca ketentuan dengan teliti bahwa GA dimulai 1 agustus 2013.

Hari pertama tercatat ada 27 pendaftar. Saya menyaringnya menjadi 9 pendaftar pertama setelah pukul  00.01, tanggal 1 Agustus 2013,  sisanya ada yang mendaftar sebelum periode lomba dan yang mengejar posting 1 Agustus. Saya sampaikan penghargaan sebesar-besarnya, salut atas respon cepat tanggap GA Aku dan Pohon.

Dan berikut nama-nama blogger tercepat tersebut:

Kategori 9 pengirim pertama, begadang menjelang sahur:

1. Inna Riana

2. Rebellina

3. Evrina Budiastuti

4. Dwi Aprilytanti

5. Uswatun Khasanah

6. Sari Widiarti

7. Abdul Cholik

8. Sri Widiyastuti

9. Anton

Mendapatkan buku anak bergambar.

 

1370445257553

Dan inilah 18 pengirim terantusias:

1. Endah Wahyuni

2. Diah Kusumastuti

3. Ika Hardiyan

4. Rina Susanti

5. Sri Rahayu

6. Yas Marina

7. Nelfi Syafrina

8. Murti Yuliastuti

9. Yosi Suzitra

10. Eka Candra Lina

11. Dey

12. Ina Tanaya

13. Zukhruf

14. Muna Sungkar

15. Erlinda Sukmasari

16. Keke Naima / Myra Anastasia

17. Izzah Annisa

18. Yunarty

Mohon terima transferan pulsa dari saya @10.000.

Walau sedikit semoga bermanfaat ^_^

Pengiriman hadiah 9-15 September 2013

 

Nama-nama di atas masih berhak diikutkan dalam penjurian dan berkesempatan sama untuk menjadi pemenang.

Demikian sekilas info, Give away masih berlanjut hingga tanggal 15 september 2013.


Give Away 2013: Aku dan Pohon

Teman Blogger, dalam rangka HUT saya yang tidak muda lagi, saya ingin mengadakan syukuran berupa Give Away pertama ini. Tema nya mudah, semua boleh ikut.

Contoh Cerita :

“Sebatang pohon bayam telah menyelamatkanku hari ini.  Ceritanya begini, pagi itu aku terburu-buru hendak mengejar bis pegawai.  Karena terburu-buru, serasa ada sesuatu terlupa. Tapi apa ya, aku benar-benar lupa.  Kulayangkan pandangan sekelilingku. Tatapku terpaku pada sebatang pohon bayam liar yang tumbuh ditepi trotoar. Kasihan pohon itu, tumbuh merana sendirian. Astagfirullah, tiba-tiba aku mengingat sesuatu.  Bayam…ya bayam….! Segera aku berlari kembali menuju rumah.  Tidak kupedulikan lagi waktu yang kian menipis.  Bis jemputan pegawai telah tampak di kejauhan.  Masa bodo ah, ada yang lebih penting dari itu.  Bayam…oh bayam. Lega juga setelah berlari bak sprinter, akhirnya aku sampai di rumah. Segera kutuju dapur. Lega, air dalam panci rebusan bayam masih tersisa 2 cm tingginya. Belum gosong. Terimakasih bayam di tepi trotoar yang mengingatkanku. “

Sekilas tentang Bayam :

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. (http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam)

foto dari : http://leniblogs.blogspot.com/2012/12/taksonomi-tanaman-bayam.html

Kamu juga punya pengalaman spesial tentang pohon? Bisa pengalaman lucu, menegangkan, pengalaman langsung maupun tidak langsung.  Apa saja, asalkan berhubungan dengan pohon. Tuliskan kisah kamu, disertai sedikit info tentang pohon dan fotonya (boleh dari sumber lain yang disebutkan sumbernya, namun lebih bagus kalau ada foto kamu bersama pohon itu).

 

SYARAT DAN KETENTUAN :

1. Peserta WNI bertempat di penjuru dunia manapun, asalkan punya alamat pengiriman hadiah di Indonesia

2. Menuliskan cerita pribadi bertema Aku dan Pohon, disertai sedikit info tentang pohon dan fotonya (boleh dari sumber lain yang disebutkan sumbernya, namun lebih bagus kalau ada foto kamu bersama pohon itu). Panjang tulisan minimal 500 karakter,  maksimal 5000 karakter tanpa spasi.  Pohon dapat diartikan dalam arti luas flora, misal pohon rumput, pohon merambat dll.

3. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Give Away Aku dan Pohon” yang dihubungkan pada postingan ini

4. Peserta wajib memasang banner di side bar blog pada periode lomba. Pasang gambat berikut dan ditautkan ke info Give Away ini.

2013-07-29 05.14.18

5.  Daftarkan nama, email dan link blog kamu di postingan khusus pendaftaran http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2013/07/17/pendaftaran-give-away-2013-aku-dan-pohon/

6. Kirimkan nama, alamat, no hp, dan link blog ke murtiyarini@ipb.ac.id dengan subjek : AKU DAN POHON [Nama Pengirim]

7. Share postingan kamu karena bagi postingan dengan komentar terbanyak akan mendapatkan penghargaan khusus. Komentar terbanyak dihitung dari pengunjung blog (komentar pemilik blog tidak dihitung). Dihitung pada tanggal 19 september pukul 23.59

8. Sembilan pengirim pertama yang tercatat di link pendaftaran akan mendapatkan buku cerita bergambar

9. Pemenang komentar terbanyak dan 9 pengirim pertama masih berhak menjadi pemenang pilihan juri karena sistem penilaian yang berbeda.

10. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Keunikan ide, Kesesuaian tema, Eksplorasi flora yang dilakukan, Kenyamanan cerita dan tata penulisan. Juri adalah saya pribadi dan satu orang juri kehormatan (nama menyusul)

11. Periode Give Away: Aku dan Pohon adalah tanggal 1 Agustus- 15 September 2013    pk. 23.59

12. Pengumuman Pemenang 20 September 2013 di blog ini

 

Total ada 16 paket hadiah-hadiah menarik menantimu. 

Pemenang 1: 

1370445880466

Pemenang 2:

1370444549514

Pemenang 3 :

1370442558831

3 Pemenang harapan :

1370444230921

1 Pemenang  komentar terbanyak mendapatkan :

ga

9 pengirim pertama akan mendapatkan :

1370445257553

Saya tunggu yaaa…


Pendaftaran Give Away 2013 : Aku dan Pohon

Dear teman-teman,

silakan berkomentar di bawah ini link kalian untuk Give Away 2013 : Aku dan Pohon. Sebagian komentar akan dimoderasi secara otomatis, karena itu untuk mem-back up pendaftaran silakan email link, nama, alamat dan kontak kalian ke murtiyarini@ipb.ac.id

Hanya komentar pendaftaran yang akan muncul pada list di bawah, selebihnya silakan bertanya di link postingan http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2013/06/18/give-away-2013-aku-dan-pohon/

 

Salam,

Murtiyarini


My Daily Routine Soundtrack

Ini pertama kalinya saya menulis tentang musik.

Sekaligus mohon digarisbawahi, saya penikmat musik  bukan pemain musik  apalagi penyanyi.


Musik, saya menikmatinya dari berbagai sumber. Imaji saya bahkan bisa membawa sebuah ritmis sederhana menjadi dramatis. Saat telinga saya mendengar jatuhnya rintik hujan, otak saya menangkapnya sebagai dentingan harpa yang lembut, lalu dalam sekian detik berikutnya bermunculan suara-suara lain dalam orkestra imajiku: biola, piano, celo, dan gitar akustik. Konser berhenti seketika saat anak saya menubruk dari belakang. “Mamaaa” Gedebruk!


Percayalah, saya penikmat musik sejati. Saya tidak pilih-pilih jenis musik  Saya tidak mempunyai kesempatan khusus mendengarkan musik.  Tetapi saya bisa menikmatinya kapan saja. Banyak irama-irama lalu lalang menjadi soundtrack rutinitas saya. 


Subuh, alarm ponsel berbunyi. Sengaja saya memilih ritme menghentak Bring Me To Life dari Evanescence agar efektif membangunkan seisi rumah. Menyusul rutinitas pagi di dapur yang suaranya bagai marching band. Biasanya suami saya menyalakan TV agak kencang untuk memacu detak jantung menambah semangat pagi. Bergantian terdengar musik pembuka acara berita, diselingi aneka iklan dan aneka jenis musik Hanya dengan mendengar musiknya saja saya tahu channel TV mana yang sedang ditonton. Dari dapur saya bersenandung kecil, gerakan tangan mengaduk masakan pun mengikuti ritme musik dari ruang TV. 


Dalam perjalanan menuju dan pulang dari kantor, musik pun mengiringi. Kalau naik angkutan umum, saya nebeng mendengarkan dari soundsystem angkot. Saya beruntung jika pak supir menaikkan volumenya. Tanpa disadari tangan saya menepuk- nepuk lutut mengikuti ritme dengan sedikit goyangan pundak. Sementara kalau ada penumpang lain terpaksa saya tahan diri, hanya ujung sepatu yang menghentak ringan di lantai.


Masalah jenis musik ya saya ikut aja, namanya juga nebeng. Tapi biasanya selera supir angkot up to date loh, seperti lagu-lagu Wali, D’Masive, Armada, Geisha, Noah, Ungu, dan grup band baru yang sangat banyak. Senang sekali bahwasanya musik Indonesia menjadi raja di negeri sendiri.


Up date musik ini juga dilakukan oleh kalangan pengamen. Keren-keren loh lagu yang dinyanyikannya. Saya heran, cepat sekali mereka bisa menemukan kunci-kunci gitar sebuah lagu baru dan menirukannya. Maklum, saya bukan pemain musik  jadi belum terbayang bagaimana caranya.


Lain ceritanya kalau saya naik mobil bersama keluarga. Suami saya suka mendengarkan radio, yang  hampir bisa dipastikan bertebaran lagu-lagu baru dalam dan luar negeri. Lagu Sun Bright Like A Diamond oleh Rihanna paling ampuh membangkitkan mood di pagi hari. Cinta, putri saya yang berusia 8 tahun, ternyata lebih tahu daripada saya dalam urusan musik  Cinta tahu lagu baru dan penyanyinya.  Sementara kalau saya tetap sebagai penikmat sejati. Kalau di mobil, saya bisa lebih berekspresi menikmati asyiknya musik.  Mau goyang pundak sampai goyang tangan tidak perlu malu.


Lagi-lagi saya hanya nebeng mendengarkan. Kok nebeng? Iya, karena anak saya lebih dominan memilih lagu kesukaannya. Yang saat ini paling sering dipilihnya adalah lagu dari One Direction, Cherrybelle dan Coboy junior. Tapi dasar saya penikmat musik sejati, apapiun musiknya saya bisa menikmatinya.



Sebenarnya saya agak tersipu mengakuinya. Di usia yang tidak muda lagi, ternyata saya menyukai lagu-lagu Cherrybele dan Coboy junior. Boleh ya, hehehe. Inilah mengapa saya katakan saya penikmat musik sejati. Saya tidak subyektif. Hampir semua musik itu asyik. Kami punya VCD Cherrybelle dan biasa kami putar pada minggu pagi untuk mengiringi senam pagi ala dance Chibi


Nah, sore hari musik yang saya dengarkan biasanya lebih ceria. Dari soundtrack film Spongebob Squarepant, Shaun The Sheep,  Ultraman, sampai Mr. Bean. Itulah tontonan sore hari keluarga kami. Bicara tentang soundtrack film, saya paling mengingat soundtrack Mission Imposible. Saat ingatan memutar kembali musik pembuka Mission Imposible, dalam benak saya terbayang korek api dinyalakan sambung menyambung. Musik soundtrack  apa yang paling anda ingat? Superman? Si Doel Anak Sekolahan? Bajai Bajuri?  Hanya dengar suara musiknya saja kita bisa tahu tontonan apa yang sedang diputar.


Selain musik yang rutin saya dengarkan setiap hari, ada juga musik yang hanya terdengar pada acara tertentu. Misalnya musik gamelan pada acara kawinan Adat Jawa dan Sunda. Dan yang paling jarang saya dengar namun sangat berkesan adalah musik gamelan tari reog Ponorogo, reog Tulung Agung dan Tiban Tenggalek. Saya mendengarnya hanya saat menyaksikan pawai 17 Agustus di Trenggalek, Jawa Timur. Musik – musik gamelan itu terdengar sangat heroik. Kendangnya menghentak, dan gongnya menggaung  agung, diselingi seruling yang mendayu.


Begitulah saya menikmati musik  Bahkan sampai menjelang tidurpun tidak jarang benak saya masih memainkan musikmusik yang menjadi soundtrack rutinitas sehari-hari. Pernah saat anak saya sedang suka-sukanya main game Agry Bird, dalam mimpipun saya masih mengingat suara musiknya. Itu karena otak kita mampu merekam musik, walau tak selalu bisa disuarakan.

 


Kalau kesannya saya tidak punya waktu khusus mendengarkan musik memang iya demikianlah adanya. Kesibukan membuat saya tidak bisa duduk manis mendengarkan musik  Padahal saat ini alat pemutar musik sangat beragam dan mudah. Diantaranya bisa dari leptop dan ponsel. Setelah mendapat info dari Kumpulan Emak-emak Blogger tentang Langit Musik, saya jadi berpikir ulang. Asyik juga tuh, kalau sesekali saya menentukan lagu dan jenis musik yang akan saya dengarkan, nggak sekedar nebeng dengar. 


Langit Musik adalah produk Telkomsel yang menyediakan full track download lagu-lagu sepuasnya untuk berbagai jenis musik Langit Musik bisa diakses dari ponsel dengan aplikasi browser yang menunjang fitur GPRS/EDGE/3G.  Langit Musik menyediakan 800.000  lagu legal, jadi kita secara tidak langsung mencegah pembajakan hak cipta. 


Hm, asyik juga kalau bisa memasak atau setrika baju sambil ditemani Ariel Noah menyanyikan lagu Separuh Aku. :)

Karena pada dasarnya manusia (termasuk saya) adalah penikmat musik  Selalu ada jalan untuk menikmati musik asyik.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “Blog Music Competition ” bersama Langit Musik dan Kumpulan Emak Blogger

dan menjadi salah satu pemenang hiburan http://langitmusik.com/2013/07/03/ini-dia-pemenang-lomba-blog-competition-


Inspirasi Memasak dari Modena Cooking Clinic

Pernah frustasi karena urusan masak-memasak?

Saya pernah, malah sering. Setiap hari wajib memasak 2x untuk sarapan dan makan malam, kalau dalam seminggu nggak mau berulang menu sama, berarti minimal ada 14 menu untuk dimasak. Belum lagi selera anak-anak, saya dan suami yang berbeda. Otomatis perlu variasi menu lebih banyak.

Makin bingung menentukan menu karena hanya mengandalkan si abang sayur yang delivery ke rumah setiap pagi, pilihan bahannya itu-itu aja. Di tambah lagi, kalau misalnya ada bumbu atau bahan yang lupa belum di beli sementara si abang sayur sudah berlalu, huwaaaa….bisa nangis bombay, hilang mood dan ujung-ujungnya menelepon 140xx untuk makan darurat. Kalau terus-terusan bisa bangkrut dan nggak sehat.

Dengan berbagai alasan di atas, saya langsung mendaftar begitu tahu di fanpage Modena Indonesia membuka kesempatan untuk Modena community mengikuti Cooking Clinic. Sssst, plus tujuan lain, ingin ketemu chef cantik Vania Wibisono sekaligus kopi darat dengan teman-teman komunitas Modena.

(Note: komunitas Modena bukan hanya untuk mereka yang telah memiliki produk Modena, tapi terbuka untuk siapa saja yang ingin sharing tentang urusan masak memasak dan dapur. Kalau mau gabung di sini dan di sini)

Saya datang di showroom Modena, Jl. Satrio Kav c4 Jakarta, kira-kira pukul 13.00. Saya datang bersama mbak Eka Candra Lina, dan di sana saya bertemu dengan mbak Nunung Yuni Anggraini. Seperti biasa, begitu kumpul langsung ngobrol seru dan kamera pun beraksi. Kami berfoto di “dapur” Modena, berharap setelah berfoto bisa ajukan proposal ke suami untuk membelikan aneka home aplliance Modena yang cantik dan kualitasnya oke banget.

Sambil menunggu Chef Vania, kami dijamu kopi dan aneka kue. Me time banget yak? Hehehe..

 Sekitar pukul 14.00 Chef Vania Wibisono datang dan acara masak-masak dimulai. Dari 8 orang yang hadir, kami dibagi 2 kelompok. Saya dan kelompok kebagian memasak masakan Ayam panggang ala Malaysia.  Kelompok berikutnya memasak Mie Rebus Malaysia.

 Namanya juga Cooking Clinic,  jadi saya manfaatkan untuk bertanya beberapa hal terkait masak memasak yang selama ini menjadi kendala. Chef Vania yang ramah menjawab setiap pertanyaan secara jelas, terstrukstur dan komunikatif. Pantas aja beliau naik daun sebagai chef di beberapa TV. Dan terlihat banget Chef Vania sangat memahami teknik memasak yang sehat dan enak.
Chef Vania memberi solusi, jika ada bahan yang tidak lengkap, bisa disubstisusi atau bahkan ditiadakan. Misalnya santan diganti susu kedelai, pasta diganti mie, tidak ada lengkuas jahe pun jadi. Harus berani bereksperimen, yang penting memasak lanjut terus.

Chef Vania sangat healthy cooking minded. Beliau menyarankan untuk menghindari proses penggorengan agar tidak menambah kolesterol dari minyak goreng dalam menu masakan. Makanan bisa dimasak dengan memanggang, merebus atau mengukus. Chef Vania juga menghindari MSG. Untuk anda penggemar mie instant, sebaiknya ambil mienya saja dan dimasak dengan bumbu buatan sendiri yaitu bawang putih, garam dan merica.

Dalam memasak daging sapi atau ayam, disarankan daging segar (bukan dari kulkas) agar rasa daging masih gurih saat dimasak. Kepepetnya, jika kita menggunakan daging kulkasan, sebelum diolah daging dibiarkan dalam suhu kamar hingga es hilang. Memasak daging langsung saat beku dapat mengurangi rasa gurih daging tersebut.


Saya bertanya, kenapa sih kalau memasak ayam kecap tidak bisa hitam meresap sampai ke dalam? Ternyata menurut Chef Vania, sebelum dimasak ayam dilumuri dulu dengan garam, merica dan kecap lalu di kulkas 3-4 jam sehingga terjadi proses marinated (perendaman/penggaraman), yaitu dimana bumbu meresap ke dalam pori-pori ayam. Prinsipnya sama seperi kalau kita luluran, agar nutrisi meresap dan bermanfaat maksimal, harus diiamkan dulu beberapa saat pada kulit sebelum disiram.

Begitu juga saat memanggang daging sapi atau ayam dalam oven. Untuk hasil optimal, oven dipanaskan terlebih dahulu sehingga suhu oven panas merata. Baru kemudian daging yang telah dibumbui dimasukkan ke oven. Tujuannya agar daging matang merata dan bumbu meresap dengan sempurna.

Nah, kalau kita mau membuat ayam goreng crispy ala resto cepat saji, paling sulit membuat tepungnya terasa renyah. Rahasianya, ayam yang telah dilumuri tepung dikulkas dulu selama 3-4 jam. Kemudian langsung digoreng saat beku dalam minyak yang telah panas. Ini demi mendapatkan lapisan tepung yang renyah dan tetap menempel pada ayam.

Hm, sebenarnya masih banyak yang ingin ditanyakan. Tapi waktu tidak memungkinkan.  Chef Vania berjanji akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk melalui Modena Indonesia.  Sebagai saran untuk acara Cooking Clinic selanjutnya, peserta mengusulkan tema menu sarapan 15 menit. Cocok untuk ibu-ibu yang super sibuk dan punya sedikit waktu untuk menyiapkan sarapan. Aduh, jadi penasaran ingin datang lagi. Ketagihan deh ikut Cooking Clinic Modena. Semoga lain waktu ada kesempatan.

Menjelang pukul 16.00, acara usai. Masing-masing peserta pulang membawa godiebag berisi tempat makan kedap udara, kaos dan voucer diskon 20% untuk pembelian Modena.

Cooking clinic Modena secara keseluruhan seru, menambah wawasan dan inspiratif. Begitu sampai rumah, langsung semangat memasak dan praktek resep yang tadi dicoba.
Yummy..


BLOGGING AS WOMEN’S POWER

“Laksana Srikandi, kan kulepaskan anak panah ke angkasa. 

Anak panah yang mengobarkan semangat, 

pertanda saatnya pergerakan dimulai. 

Srikandi itu bernama blogger, dan anak panahnya berupa blog “

 

 

 

Sinergisme Perempuan dan Blog

Siapalah saya, seorang perempuan biasa, terbawa rutinitas sebagai ibu, istri dan karyawan. Orang dekat mengenal saya sebagai sosok pendiam. Namun dalam diam saya berpikir, berangan dan bercerita. Ada banyak ide, opini dan kisah yang tertuliskan.

 

 September 2008 saya mulai mengenal blog. Saya membangun sebuah rumah maya www.asacinta.blogspot.com secara autodidak. Sejak itu pula, telah terjadi perubahan besar bagi kegiatan online saya. Blogging membuat aktivitas online lebih dari sekedar kirim-kiriman email. Perlahan namun pasti, blog membangun eksistensi saya di dunia digital. Saya bergerak di dunia maya, namun karya saya aktual.  Blog juga membangun pertemanan dengan teman-teman di dunia maya, namun interaksi yang kita bangun adalah nyata.

 

 Ada metamorfosa karakter  kiriman (post) dalam blog saya. Awalnya blog menjadi sarana berbagi pengalaman seputar pengasuhan anak. Kini  fungsi blog menjadi ganda. Selain untuk berbagi tulisan, saya juga mencatatkan portofolio karya-karya yang telah dimuat di media cetak, media online maupun lomba.

 

Kian kesini kian banyak pengunjung blog. Saya pun terpacu untuk menyajikan tulisan dan tampilan terbaik. Dari kata kunci pencarian saya tahu tema apa yang dicari pembaca dari blog saya.  Dari semua tulisan yang saya buat, rasanya hampir tidak ada yang tanpa tujuan berbagi informasi, semangat dan inspirasi. Pada akhirnya saya merasa, blogging memberikan kekuatan baru. Blogging membuat saya menjadi lebih percaya diri, lebih kreatif, lebih produktif, dan lebih berdaya.

 

 Saya tidak sendiri. Jutaan perempuan di Indonesia,  siapapun dia, baik ibu rumah tangga, anak sekolah, mahasiswa, karyawan, pebisnis, politikus, seniman, penulis ataupun aktivis, juga telah memilih blog sebagai media aktualisasi diri.

 

 Saya melihat sinergisme antara manfaat blog dengan potensi perempuan. Blog mempunyai manfaat sangat besar bagi peradaban manusia era sekarang dan akan datang. Telah banyak diketahui blog bermanfaat untuk berbagi pengalaman, berbagi informasi, promosi produk, personal branding, sebagai catatan portofolio, sumber penghasilan, media berkreasi, media bersosialisasi, dan menyampaikan opini. Di sisi lain, potensi perempuan sangat besar. Daya pikir, ide dan kreatifitasnya tidak kalah dari pria. Perempuan punya kekuatan dalam kelembutannya, manajemen waktu, ketekunan dan kesabaran yang lebih baik dari pria, serta mempunyai kepekaan tinggi akan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Maka sudah sangat tepat apabila perempuan memilih blog sebagai sarana juangnya di era digital ini.

 

Trend akhir-akhir ini blogger menjadi perpanjangan tangan kampanye dan promosi. Di sinilah peran blogger sebagai mass influencer memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan suatu pesan.  Bayangkan, jika jutaan perempuan bisa menyampaikan suatu pesan yang baik, memperjuangkan haknya, menyuarakan idenya, membangun pendidikan non formal dari tulisannya , memerangi narkoba, memerangi korupsi dan banyak hal lain melalui blog. Ini akan menjadi kekuatan besar yang dilakukan oleh kaum perempuan.

 

 Blogging Itu Mudah, Siapa Saja Bisa.


Terhitung pada tahun 2011, jumlah blogger Indonesia sebanyak 5.270.658 (i) 

dan dari jumlah itu hanya sepertiganya blogger perempuan (ii).

 

Beberapa kendala penyebab perempuan lebih sedikit melakukan blogging daripada pria antara lain karena merasa gagap teknologi, menganggap konten blog harus sesuatu yang bernilai ‘berat’, merasa bukan penulis sehingga tidak pantas menulis blog, koneksi internet yang buruk dan kesibukannya dalam berbagai multiperan perempuan.  Banyak ibu-ibu yang baru bisa membuka laptop pada tengah malam, saat buah hatinya nyenyak.

 

 Berita baiknya, sebanyak 33% dari total blogger perempuan telah dikaruniai anak (iii).  Ini artinya, walaupun repot dengan urusan keluarga, perempuan tetap menyempatkan diri untuk blogging, dengan kata lain, mereka merasakan manfaat blog sehingga masih berusaha blogging.

 

Seorang kawan pernah datang kepada saya minta diajari membuat blog. Dia mengakui geraknya untuk mengikuti berbagi lomba menulis terhambat karena menulis di blog sebagai persyaratannya. Padahal saya tahu kualitas tulisannya bagus. Menurut pengakuan kawan saya tersebut, dia enggan berurusan dengan template, gadget, link, banner, html dan perangkat blog lainnya.


Lain lagi cerita kawan saya yang mempunyai blog, namun vakum mengisinya. Permasalahannya adalah krisis percaya diri. Menurutnya, tulisannya tidak bagus. Dia juga merasa untuk apa berbagi pengalamannya yang biasa-biasa saja. 


Dari pandangan dua kawan saya tersebut mengenai blog, saya menuliskan status di facebook seperti yang terlihat pada print screen berikut:

 

Saya ingin meyakinkan bahwa tidak perlu menjadi penulis atau fotografer untuk bisa menjadi blogger.  Seperti yang kita temui dalam dunia maya, ada banyak genre blog, sesuai bidang keahlian masing-masing blogger.  Ada blog fashion, kerajinan tangan, cooking, menjahit, toko online, pertanian, pendidikan, fotografi, motivasi, teknik dan lain sebagainya.  Seorang blogger tidak perlu terhambat oleh ejaan yang disempurnakan, kalimat bahasa baku atau desain yang cantik, juga tidak diwajibkan menayangkan foto dari kamera DSLR.  Blogging adalah bentuk aktualisasi dunia digital yang paling merakyat. Pengalaman biasa kita, bisa jadi menjadi berharga bagi orang lain yang membacanya. 


Terlepas dari desain blog saya yang pas-pasan, juga kemampuan teknis yang bisa dibilang masih jauh dari sebutan ‘jagoan ngeblog’ saya beranikan diri untuk menyemangati teman-teman disekitar saya (teman kantor) untuk membuat blog.  Apalagi institusi telah menyediakan blog untuk staff yang berinduk pada blog institusi. Kenapa tidak fasilitas ini digunakan? 


“Blogging itu mudah, blogging itu boleh untuk siapa saja. Nggak percaya? Sini deh kuajari. Sebentar saja pasti bisa.” kata saya pada mereka yang datang “berguru”



KEB dan Srikandi  Blogger


Awal tahun 2012 saya menemukan komunitas blogger dimana saya merasa sangat nyaman tergabung di dalamnya, yaitu  Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB). Pertemanan dalam grup tidak hanya masalah blogging, namun menjadi pertemanan nyata yang menyenangkan. Dalam grup ini saya merasa leluasa untuk berbagi blog, karena cakupan perempuan sangat sesuai dengan ranah tulisan saya.   Di sini saya menulis dari pemikiran perempuan, untuk dibaca oleh para perempuan.  Walaupun tidak menutup kemungkinan tulisan bisa dibaca oleh kalangan manapun, namun setidaknya pembaca tahu kapasitas saya .


Pada tahun 2013 ini KEB menyelenggarakan ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013.  Yang langsung terbayang dibenak saya sosok Srikandi, seorang perempuan tokoh pewayangan yang dikenal sebagai pejuang tangguh, cerdas, dan cermat membidikkan anak panah.   Jadi, Srikandi Blogger menurut saya adalah seorang blogger perempuan yang mempunyai semangat juang, berkarakter kuat,  cerdas dan berpengetahuan luas.  Srikandi blogger juga harus mampu menjadikan blognya sebagai anak panah yang dilepaskan dari kejauhan dan tepat mengenai sasaran.  Inilah yang membedakan Srikandi Blogger dengan blogger lainnya. Pemilihan Srikandi sebagai penggambaran sosok blogger perempuan menurut saya sangat tepat.

 

Saya, sebagai Srikandi Blogger 2013

 

Blogging, bagi saya berarti menyimpan jejak karya dan berbagi inspirasi.  Blogging adalah bentuk aktualisasi saya di era digital ini.  Keberhasilan saya terukur oleh seberapa luas dan banyak menjangkau pembaca, seberapa kuat bisa menularkan semangat menulis dan blogging, serta seberapa kuat bisa mengajak pembaca dalam pesan yang saya sampaikan.

 

Melihat apa yang saya lakukan dalam 5 tahun terakhir di dunia blogging, melihat kemajuan yang pesat baik frekuensi maupun konten tulisan terutama dalam 2 tahun terakhir ini, serta melihat respon pembaca yang antusias, maka saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013. 

 

Saya terpilih termasuk dalam 50 besar Srikandi Blogger 2013. Ini merupakan lonjakan pesat dalam ‘karir’ blogging yang saya tekuni.  Awalnya tujuan saya tidak muluk-muluk, pertama karena terpanggil semangat kompetisi, kedua ingin mengenal lebih dekat kegiatan KEB baik online maupun offline.  Dalam perjalanan waktu, saya semakin menyadari bahwa peran Srikandi Blogger haruslah lebih bermanfaat dan berdampak luas. 

 

Dalam lingkup kecil, saya telah dan akan terus menyampaikan pesan Blogging as Women’s Power.  Saya jadikan blog sebagai contoh wujud kekayaan pemikiran perempuan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ada dua pesan utama yang akan saya usung. Pertama, mengkampanyekan bahwa blogging itu mudah.  Kedua, mengkampanyekan siapa saja boleh ‘ngeblog’.  Harapannya, akan semakin banyak perempuan Indonesia yang percaya diri untuk berekspresi melalui blogging. Ini adalah langkah pembuka untuk tahun-tahun selanjutnya guna menggerakkan kekuatan perjuangan yang lebih besar dalam berbagai bidang terkait perempuan. Kolaborasi Srikandi Blogger 2013 bersama Kumpulan Emak-emak Blogger akan membantu terwujudnya blogging as women’s power.

 


Sumber data :

 

 

*)     salingsilang.com Juli 2011 dalam http://giewahyudi.com/media-sosial-indonesia-dalam-statistik/ 

 

 

” target=”_blank”>


Tulisan ini diikutkan dalam seleksi tahap 2 Srikandi Blogger 2013. 

Tulisan tahap 1 bisa dilihat di sini.

 


Gempita Wisuda Institut Pertanian Bogor

Sejak radius 6 km menuju kampus IPB Dramaga, terasa keramaian lalu lintas yang lebih padat dari biasanya. Keanehan lain, di terminal Bubulak tampak mahasiswa-mahasiswi berbusana rapi dan dandan cantik (lebih dari biasanya juga). Ada apa gerangan?

 

Pantas saja, ternyata hari ini diselenggarakan Wisuda Sarjana tahap 4  di Kampus IPB Dramaga.  Disebut tahap 4, mengikuti urutan september, desember, februari,  april, dan juni.  Dalam satu tahun ada 5 kali tahapan wisuda, menyesuaikan dengan jumlah lulusan dan kapasitas Gedung Graha Wisuda IPB.

 

Terlihat keramaian orang. Mereka adalah wisudawan, keluarganya, teman-temannya yang belum lulus, dan yang tak kalah banyak adalah pedagang bunga dan aneka barang di halaman kampus.

 

Pada saat jam istirahat siang tadi, saya berkesempatan untuk cuci mata dan melihat suasana wisuda.  Berikut yang tertangkap oleh kamera tablet-phone saya:

20130424_121153

Keramaian tampak di halaman Gedung Graha Wisuda. Dikejauhan tampak ada yang jualan balon loh. Balon efektif untuk menghibur anak-anak pendamping wisudawan, mengingat situasi panas dan lama menunggu.

20130424_115712

 

20130424_121049-1

 

Momen sejarah ini tak boleh dilewatkan.  Para wisudawan dan pendampingnya berfoto dengan latar ilustrasi rak buku.  Bisnis fotografi sangat laris pada saat itu.

20130424_120804-1

Wisuda identik dengan pemberian bunga.  Biasanya wisudawan mendapatkan bunga-bunga cantik dari temannya. Tapi kok wisudawan satu ini membeli bunga? Oh, mungkin buat temannya sesama wisudawan.

 

20130424_120813

Bunga mawar biru itu bukan hasil pemuliaan tanaman, melainkan hasil pengecatan :)

 
20130424_120931

Para keluarga besar para wisudawan sedang rehat di bawah pohon. Hanya orangtua (2 orang) yang bisa masuk ke dalam gedung GWW, sementara biasanya satu wisudawan diantar oleh beberapa orang keluarga. Mereka tetap antusias karena diliputi rasa bangga bisa mengantar wisudawan.

20130424_114523

Tak hanya bunga, berbagai barang seperti aksesoris, mainan, tas, makanan dan lain sebagainya dijual di halaman GWW. Gempita wisuda tidak hanya dirasakan para wisudawan, namun juga pelaku ekonomi kecil di sekitar kampus.

Jika melihat tren ini, alangkah baiknya jika pedagang pedagang tersebut dialokasikan tempat untuk pameran sehingga tampak lebih rapi.

Sampai jumpa pada wisuda tahap berikutnya !

 

 


Cara Membuat Kode Banner

Kali ini saya akan berbagi catatan tentang cara membuat banner sendiri. Saya baru mencobanya dan berhasil.
Begini caranya lihat kode html dibawah ini!!

  1. Buatlah gambar Banner anda menggunakan software pembuat gambar, misalnya Paint, Adobe Photoshop, Power Point atau yang lainnya terserah anda.
  2. Untuk mendapat URL gambar atau banner anda, bagi pengguna blogger bisa menggunakan fasilitas picasaweb.google.com anda atau mau yang lain. Tapi khusus picasaweb.google.com Caranya setelah anda mengupload sebuah gambar, maka anda klik kanan pada gambar tersebut. Kemudian klik copy image location, itulah url gambar anda.  Saya menempelnya dalam blog pribadi.
  3. Copy kode di atas dua – duanya yang atas dan yang bawah ke kode HTML/JavaScript, beri judul sesuka hati.Pasang Banner di Blog Anda, Buat Koleksi.

<center><a target=”_blank” href=”URL Anda” title=”Nama Blog Anda”><img src=”URL Gambar Banner Anda” alt=”Nama Blog Anda” /></a></center>

<div><form name=”copy”><div align=”center”><input onclick=”javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();” type=”button” value=”Tandai Semua Lalu Copy+Paste” /> </div><div align=”center”></div><p align=”center”><textarea style=”WIDTH: 250px; HEIGHT: 50px” name=”txt” rows=”100″ wrap=”VIRTUAL” cols=”55″><center><a target=”_blank” href=”URL Anda” title=”Nama Blog Anda”><img src=”URL Gambar Banner Anda” alt=”Nama Blog Anda” /></a></center></textarea></p></form></div>

  1. Untuk Kata Tandai Semua Lalu Copy+Paste bisa anda ganti sesuai keingingan anda.
  2. Lalu anda dapat mengatur lebar text area dengan mengubah angka di kodeWIDHT, dan HEIGHT untuk ukuran kebawah atau panjangnya.
  3. Tambahan bila anda tidak menginginkan banner berada di tengah bisa anda hapus tulisan center dan ganti dengan keinginan anda.

Contoh banner buatan saya :

 Hope and Love For Future

 Memandang Dari Kampus

 Memandang Dari Kampus


Srikandi Blogger 2013

Pada tahun 2013, ini KEB menyelenggarakan ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013.  Yang langsung terbayang dibenak saya sosok Srikandi, seorang perempuan tokoh pewayangan yang dikenal sebagai pejuang tangguh, cerdas, dan cermat membidikkan anak panah.   Jadi, Srikandi Blogger menurut saya adalah seorang blogger perempuan yang mempunyai semangat juang, berkarakter kuat,  cerdas dan berpengetahuan luas.  Srikandi blogger juga harus mampu menjadikan blognya sebagai anak panah yang dilepaskan dari kejauhan dan tepat mengenai sasaran.  Inilah yang membedakan Srikandi Blogger dengan blogger lainnya. Pemilihan Srikandi sebagai penggambaran sosok blogger perempuan menurut saya sangat tepat.

 

Di era digital ini, blog menjadi sarana perempuan mencatat ide, pikiran, dan kisah inspiratif hidupnya.  Di ulang tahunnya yang pertama Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengangkat tema, Aktualitas Perempuan di Era Digital. KEB adalah komunitas yang salah satu tujuan pendiriannya adalah menularkan semangat menulis untuk menghasilkan inspirasi dan karya melalui blog, akan memberikan apresiasi kepada para blogger Perempuan Indonesia dalam ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013.  Di ajang  Srikandi Blogger 2013, para juri akan memilih blogger perempuan yang bisa menyampaikan dan mengaktualisasikan kegiatan atau aktivitasnya secara online maupun offline.

 

Persyaratannya adalah sebagai berikut : Perempuan, usia minimal 20 tahun, terverifikasi di grup KEB, like fan page KEB, dan follow twitter KEB, membuat resume singkat tentang diri pribadi, blog, dan kegiatannya dalam bentuk attachment dan sudah mempunyai blog minimal 2 tahun.

 

Merasa bisa memenuhi persyaratan itu, saya akhirnya mendaftar. Alhamdulillah lolos tahap pertama dan masuk 50 nominator Srikandi Blogger 2013.  Saat ini sedang berjuang untuk bisa masuk dalam 10 Finalis Srikandi Blogger 2013.

 

Untuk itu saya membuat tulisan pada link berikut :

http://asacinta.blogspot.com/2013/04/srikandi-blogger-2013-blogging-as.html

 

Peserta berhasil terpilih sebagai 10 Finalis akan menjalani tahapan wawancara, review, dan tanya jawab dengan juri untuk memperebutkan predikat Srikandi Award 2013, Srikandi Terfavorit 2013, dan Srikandi Persahabatan 2013

Tentunya saya berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak dan terpilih.