RSS Feed

‘Lomba’ Category

  1. Penundaan Pengumuman Pemenang

    September 18, 2013 by murtiyarini

    Sehubungan dengan banyaknya pendaftar Give Away Aku dan Pohon, dan kesibukan di kantor saya yang mendadak sangat padat dalam minggu ini, maka pengumuman pemenang terpaksa DITUNDA menjadi tanggal 25 September 2013.

    Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga dimaklumi, agar saya dan juri tamu bisa menentukan pemenang sebaik-baiknya.

     

    Salam, Arin



  2. 9 Pengirim Pertama

    September 8, 2013 by murtiyarini

    Sejak jam pertama Give Away Aku dan Pohon diumumkan, pendaftar berdatangan dengan antusias demi mengejar 9 pengirim pertama. Sayangnya, mereka tidak membaca ketentuan dengan teliti bahwa GA dimulai 1 agustus 2013.

    Hari pertama tercatat ada 27 pendaftar. Saya menyaringnya menjadi 9 pendaftar pertama setelah pukul  00.01, tanggal 1 Agustus 2013,  sisanya ada yang mendaftar sebelum periode lomba dan yang mengejar posting 1 Agustus. Saya sampaikan penghargaan sebesar-besarnya, salut atas respon cepat tanggap GA Aku dan Pohon.

    Dan berikut nama-nama blogger tercepat tersebut:

    Kategori 9 pengirim pertama, begadang menjelang sahur:

    1. Inna Riana

    2. Rebellina

    3. Evrina Budiastuti

    4. Dwi Aprilytanti

    5. Uswatun Khasanah

    6. Sari Widiarti

    7. Abdul Cholik

    8. Sri Widiyastuti

    9. Anton

    Mendapatkan buku anak bergambar.

     

    1370445257553

    Dan inilah 18 pengirim terantusias:

    1. Endah Wahyuni

    2. Diah Kusumastuti

    3. Ika Hardiyan

    4. Rina Susanti

    5. Sri Rahayu

    6. Yas Marina

    7. Nelfi Syafrina

    8. Murti Yuliastuti

    9. Yosi Suzitra

    10. Eka Candra Lina

    11. Dey

    12. Ina Tanaya

    13. Zukhruf

    14. Muna Sungkar

    15. Erlinda Sukmasari

    16. Keke Naima / Myra Anastasia

    17. Izzah Annisa

    18. Yunarty

    Mohon terima transferan pulsa dari saya @10.000.

    Walau sedikit semoga bermanfaat ^_^

    Pengiriman hadiah 9-15 September 2013

     

    Nama-nama di atas masih berhak diikutkan dalam penjurian dan berkesempatan sama untuk menjadi pemenang.

    Demikian sekilas info, Give away masih berlanjut hingga tanggal 15 september 2013.



  3. Give Away 2013: Aku dan Pohon

    July 22, 2013 by murtiyarini

    Teman Blogger, dalam rangka HUT saya yang tidak muda lagi, saya ingin mengadakan syukuran berupa Give Away pertama ini. Tema nya mudah, semua boleh ikut.

    Contoh Cerita :

    “Sebatang pohon bayam telah menyelamatkanku hari ini.  Ceritanya begini, pagi itu aku terburu-buru hendak mengejar bis pegawai.  Karena terburu-buru, serasa ada sesuatu terlupa. Tapi apa ya, aku benar-benar lupa.  Kulayangkan pandangan sekelilingku. Tatapku terpaku pada sebatang pohon bayam liar yang tumbuh ditepi trotoar. Kasihan pohon itu, tumbuh merana sendirian. Astagfirullah, tiba-tiba aku mengingat sesuatu.  Bayam…ya bayam….! Segera aku berlari kembali menuju rumah.  Tidak kupedulikan lagi waktu yang kian menipis.  Bis jemputan pegawai telah tampak di kejauhan.  Masa bodo ah, ada yang lebih penting dari itu.  Bayam…oh bayam. Lega juga setelah berlari bak sprinter, akhirnya aku sampai di rumah. Segera kutuju dapur. Lega, air dalam panci rebusan bayam masih tersisa 2 cm tingginya. Belum gosong. Terimakasih bayam di tepi trotoar yang mengingatkanku. “

    Sekilas tentang Bayam :

    Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. (http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam)

    foto dari : http://leniblogs.blogspot.com/2012/12/taksonomi-tanaman-bayam.html

    Kamu juga punya pengalaman spesial tentang pohon? Bisa pengalaman lucu, menegangkan, pengalaman langsung maupun tidak langsung.  Apa saja, asalkan berhubungan dengan pohon. Tuliskan kisah kamu, disertai sedikit info tentang pohon dan fotonya (boleh dari sumber lain yang disebutkan sumbernya, namun lebih bagus kalau ada foto kamu bersama pohon itu).

     

    SYARAT DAN KETENTUAN :

    1. Peserta WNI bertempat di penjuru dunia manapun, asalkan punya alamat pengiriman hadiah di Indonesia

    2. Menuliskan cerita pribadi bertema Aku dan Pohon, disertai sedikit info tentang pohon dan fotonya (boleh dari sumber lain yang disebutkan sumbernya, namun lebih bagus kalau ada foto kamu bersama pohon itu). Panjang tulisan minimal 500 karakter,  maksimal 5000 karakter tanpa spasi.  Pohon dapat diartikan dalam arti luas flora, misal pohon rumput, pohon merambat dll.

    3. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Give Away Aku dan Pohon” yang dihubungkan pada postingan ini

    4. Peserta wajib memasang banner di side bar blog pada periode lomba. Pasang gambat berikut dan ditautkan ke info Give Away ini.

    2013-07-29 05.14.18

    5.  Daftarkan nama, email dan link blog kamu di postingan khusus pendaftaran http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2013/07/17/pendaftaran-give-away-2013-aku-dan-pohon/

    6. Kirimkan nama, alamat, no hp, dan link blog ke murtiyarini@ipb.ac.id dengan subjek : AKU DAN POHON [Nama Pengirim]

    7. Share postingan kamu karena bagi postingan dengan komentar terbanyak akan mendapatkan penghargaan khusus. Komentar terbanyak dihitung dari pengunjung blog (komentar pemilik blog tidak dihitung). Dihitung pada tanggal 19 september pukul 23.59

    8. Sembilan pengirim pertama yang tercatat di link pendaftaran akan mendapatkan buku cerita bergambar

    9. Pemenang komentar terbanyak dan 9 pengirim pertama masih berhak menjadi pemenang pilihan juri karena sistem penilaian yang berbeda.

    10. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Keunikan ide, Kesesuaian tema, Eksplorasi flora yang dilakukan, Kenyamanan cerita dan tata penulisan. Juri adalah saya pribadi dan satu orang juri kehormatan (nama menyusul)

    11. Periode Give Away: Aku dan Pohon adalah tanggal 1 Agustus- 15 September 2013    pk. 23.59

    12. Pengumuman Pemenang 20 September 2013 di blog ini

     

    Total ada 16 paket hadiah-hadiah menarik menantimu. 

    Pemenang 1: 

    1370445880466

    Pemenang 2:

    1370444549514

    Pemenang 3 :

    1370442558831

    3 Pemenang harapan :

    1370444230921

    1 Pemenang  komentar terbanyak mendapatkan :

    ga

    9 pengirim pertama akan mendapatkan :

    1370445257553

    Saya tunggu yaaa…



  4. Pendaftaran Give Away 2013 : Aku dan Pohon

    July 17, 2013 by murtiyarini

    Dear teman-teman,

    silakan berkomentar di bawah ini link kalian untuk Give Away 2013 : Aku dan Pohon. Sebagian komentar akan dimoderasi secara otomatis, karena itu untuk mem-back up pendaftaran silakan email link, nama, alamat dan kontak kalian ke murtiyarini@ipb.ac.id

    Hanya komentar pendaftaran yang akan muncul pada list di bawah, selebihnya silakan bertanya di link postingan http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2013/06/18/give-away-2013-aku-dan-pohon/

     

    Salam,

    Murtiyarini



  5. My Daily Routine Soundtrack

    July 4, 2013 by murtiyarini

    Ini pertama kalinya saya menulis tentang musik.

    Sekaligus mohon digarisbawahi, saya penikmat musik  bukan pemain musik  apalagi penyanyi.


    Musik, saya menikmatinya dari berbagai sumber. Imaji saya bahkan bisa membawa sebuah ritmis sederhana menjadi dramatis. Saat telinga saya mendengar jatuhnya rintik hujan, otak saya menangkapnya sebagai dentingan harpa yang lembut, lalu dalam sekian detik berikutnya bermunculan suara-suara lain dalam orkestra imajiku: biola, piano, celo, dan gitar akustik. Konser berhenti seketika saat anak saya menubruk dari belakang. “Mamaaa” Gedebruk!


    Percayalah, saya penikmat musik sejati. Saya tidak pilih-pilih jenis musik  Saya tidak mempunyai kesempatan khusus mendengarkan musik.  Tetapi saya bisa menikmatinya kapan saja. Banyak irama-irama lalu lalang menjadi soundtrack rutinitas saya. 


    Subuh, alarm ponsel berbunyi. Sengaja saya memilih ritme menghentak Bring Me To Life dari Evanescence agar efektif membangunkan seisi rumah. Menyusul rutinitas pagi di dapur yang suaranya bagai marching band. Biasanya suami saya menyalakan TV agak kencang untuk memacu detak jantung menambah semangat pagi. Bergantian terdengar musik pembuka acara berita, diselingi aneka iklan dan aneka jenis musik Hanya dengan mendengar musiknya saja saya tahu channel TV mana yang sedang ditonton. Dari dapur saya bersenandung kecil, gerakan tangan mengaduk masakan pun mengikuti ritme musik dari ruang TV. 


    Dalam perjalanan menuju dan pulang dari kantor, musik pun mengiringi. Kalau naik angkutan umum, saya nebeng mendengarkan dari soundsystem angkot. Saya beruntung jika pak supir menaikkan volumenya. Tanpa disadari tangan saya menepuk- nepuk lutut mengikuti ritme dengan sedikit goyangan pundak. Sementara kalau ada penumpang lain terpaksa saya tahan diri, hanya ujung sepatu yang menghentak ringan di lantai.


    Masalah jenis musik ya saya ikut aja, namanya juga nebeng. Tapi biasanya selera supir angkot up to date loh, seperti lagu-lagu Wali, D’Masive, Armada, Geisha, Noah, Ungu, dan grup band baru yang sangat banyak. Senang sekali bahwasanya musik Indonesia menjadi raja di negeri sendiri.


    Up date musik ini juga dilakukan oleh kalangan pengamen. Keren-keren loh lagu yang dinyanyikannya. Saya heran, cepat sekali mereka bisa menemukan kunci-kunci gitar sebuah lagu baru dan menirukannya. Maklum, saya bukan pemain musik  jadi belum terbayang bagaimana caranya.


    Lain ceritanya kalau saya naik mobil bersama keluarga. Suami saya suka mendengarkan radio, yang  hampir bisa dipastikan bertebaran lagu-lagu baru dalam dan luar negeri. Lagu Sun Bright Like A Diamond oleh Rihanna paling ampuh membangkitkan mood di pagi hari. Cinta, putri saya yang berusia 8 tahun, ternyata lebih tahu daripada saya dalam urusan musik  Cinta tahu lagu baru dan penyanyinya.  Sementara kalau saya tetap sebagai penikmat sejati. Kalau di mobil, saya bisa lebih berekspresi menikmati asyiknya musik.  Mau goyang pundak sampai goyang tangan tidak perlu malu.


    Lagi-lagi saya hanya nebeng mendengarkan. Kok nebeng? Iya, karena anak saya lebih dominan memilih lagu kesukaannya. Yang saat ini paling sering dipilihnya adalah lagu dari One Direction, Cherrybelle dan Coboy junior. Tapi dasar saya penikmat musik sejati, apapiun musiknya saya bisa menikmatinya.



    Sebenarnya saya agak tersipu mengakuinya. Di usia yang tidak muda lagi, ternyata saya menyukai lagu-lagu Cherrybele dan Coboy junior. Boleh ya, hehehe. Inilah mengapa saya katakan saya penikmat musik sejati. Saya tidak subyektif. Hampir semua musik itu asyik. Kami punya VCD Cherrybelle dan biasa kami putar pada minggu pagi untuk mengiringi senam pagi ala dance Chibi


    Nah, sore hari musik yang saya dengarkan biasanya lebih ceria. Dari soundtrack film Spongebob Squarepant, Shaun The Sheep,  Ultraman, sampai Mr. Bean. Itulah tontonan sore hari keluarga kami. Bicara tentang soundtrack film, saya paling mengingat soundtrack Mission Imposible. Saat ingatan memutar kembali musik pembuka Mission Imposible, dalam benak saya terbayang korek api dinyalakan sambung menyambung. Musik soundtrack  apa yang paling anda ingat? Superman? Si Doel Anak Sekolahan? Bajai Bajuri?  Hanya dengar suara musiknya saja kita bisa tahu tontonan apa yang sedang diputar.


    Selain musik yang rutin saya dengarkan setiap hari, ada juga musik yang hanya terdengar pada acara tertentu. Misalnya musik gamelan pada acara kawinan Adat Jawa dan Sunda. Dan yang paling jarang saya dengar namun sangat berkesan adalah musik gamelan tari reog Ponorogo, reog Tulung Agung dan Tiban Tenggalek. Saya mendengarnya hanya saat menyaksikan pawai 17 Agustus di Trenggalek, Jawa Timur. Musik – musik gamelan itu terdengar sangat heroik. Kendangnya menghentak, dan gongnya menggaung  agung, diselingi seruling yang mendayu.


    Begitulah saya menikmati musik  Bahkan sampai menjelang tidurpun tidak jarang benak saya masih memainkan musikmusik yang menjadi soundtrack rutinitas sehari-hari. Pernah saat anak saya sedang suka-sukanya main game Agry Bird, dalam mimpipun saya masih mengingat suara musiknya. Itu karena otak kita mampu merekam musik, walau tak selalu bisa disuarakan.

     


    Kalau kesannya saya tidak punya waktu khusus mendengarkan musik memang iya demikianlah adanya. Kesibukan membuat saya tidak bisa duduk manis mendengarkan musik  Padahal saat ini alat pemutar musik sangat beragam dan mudah. Diantaranya bisa dari leptop dan ponsel. Setelah mendapat info dari Kumpulan Emak-emak Blogger tentang Langit Musik, saya jadi berpikir ulang. Asyik juga tuh, kalau sesekali saya menentukan lagu dan jenis musik yang akan saya dengarkan, nggak sekedar nebeng dengar. 


    Langit Musik adalah produk Telkomsel yang menyediakan full track download lagu-lagu sepuasnya untuk berbagai jenis musik Langit Musik bisa diakses dari ponsel dengan aplikasi browser yang menunjang fitur GPRS/EDGE/3G.  Langit Musik menyediakan 800.000  lagu legal, jadi kita secara tidak langsung mencegah pembajakan hak cipta. 


    Hm, asyik juga kalau bisa memasak atau setrika baju sambil ditemani Ariel Noah menyanyikan lagu Separuh Aku. :)

    Karena pada dasarnya manusia (termasuk saya) adalah penikmat musik  Selalu ada jalan untuk menikmati musik asyik.

     

    Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “Blog Music Competition ” bersama Langit Musik dan Kumpulan Emak Blogger

    dan menjadi salah satu pemenang hiburan http://langitmusik.com/2013/07/03/ini-dia-pemenang-lomba-blog-competition-



  6. Sarapan, Kebiasaan Baik yang Mudah dan Sehat

    May 21, 2013 by murtiyarini

    Saya pernah (cukup sering) enggan sarapan di pagi hari dengan alasan tidak sempat dan perut belum ingin makan. Saya pun berangkat ke kantor tanpa sarapan. Pukul 9.00 perut sudah mulai keroncongan, kepala agak pusing dan konsentrasi berkurang. Akhirnya karena tidak tahan, saya segera membeli makanan di kantin kantor, berisi sepiring nasi komplit dengan beberapa lauk. Bisa dibilang porsi besar. Setengah jam kemudian saat saya merasa sangat mengantuk dan tidak bisa bekerja.

    Apa yang salah dengan gaya sarapan saya?

    Pahami Pentingnya Sarapan

    Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan pagi hari sebelum pukul 09.00 untuk memenuhi 15%-30% kebutuhan gizi harian. Yang paling utama adalah menanamkan pola pikir bahwa sarapan itu sangat penting. Pagi hari, kadar gula darah dalam tubuh menurun. Tubuh perlu segera asupan kalori untuk dapat memompa darah ke otak dan melakukan berbagai fungsi metabolisme tubuh. Kalori diperoleh dari sarapan.

    Kebiasaan sarapan akan mewujudkan gizi seimbang menuju hidup sehat, aktif dan cerdas. Bagi anak sekolah, sarapan dapat meningkatkan kemampuan belajar dan menjaga stamina. Sarapan juga terbukti berperan dalam mencegah kegemukan dan hiperkolesterol.

     

    Porsi Sarapan Sehat

    Seperti disebutkan sebelumnya, sarapan hanya membutuhkan 15%-30% dari kecukupan gizi harian. Jika kebutuhan gizi harian berkisar antara 1500-2200 kalori, maka sarapan hanya sebanyak 300-500 kalori. Jumlah ini dapat dicukupi dengan porsi makan yang tidak terlalu banyak. Misalnya setangkup roti selai, semangkuk sereal dan susu, setengah gelas nasi beserta lauk dan sayur, atau 2 tongkol jagung rebus ditambah jus

    Kelebihan porsi sarapan, ditambah dengan menu sarapan yang terlalu manis akan membuat gula darah meningkat secara mendadak dan menyebabkan mengantuk.

    Sarapan tidak harus nasi

    Pilihan menu sarapan sebaiknya bersifat essensial, walaupun sedikit namun memenuhi 45 jenis zat gizi. Namun untuk lebih mudah dalam memilih menu, cukupla diingat bahwa sarapan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, sedikit vitamin dan mineral.

    Masyarakat Indonesia masih sangat tergantung pada nasi sebagai sumber karbohidrat. Pola pikir ini harus diubah. Bahwa sumber karbohidrat untuk sarapan tidak harus nasi. Jika mengingat pada kebiasaan dahulu penduduk asli Indonesia, sumber karbohidrat orang Indonesia Timur adalah sagu, orang Madura biasa memakan jagung, dan banyak daerah mengkonsumsi umbi-umbian. Keanekaragaman sumber makanan akan sangat menolong substitusi sumber gizi yang tidak hanya bisa diperoleh dari satu jenis sumber makanan saja. Perlu diingat juga kita membutuhkan asupan trace element atau mineral yang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil namun jika diabaikan akan berakibat fatal. Mineral banyak diperoleh dalam aneka kacang-kacangan.

    Sereal gandum adalah salah satu sumber karbohidrat yang baik.

    Sereal adalah menu sarapan yang tepat karena bersifat mengenyangkan dan memperlamban timbulnya rasa lapar sehingga. Hal ini bisa dijelaskan dengan teori bahwa pencernaan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mencerna dan menyerap serah. Serat dalam sereal juga bermanfaat untuk menekan kolesterol dalam usus dan menekan kelebihan lemak dalam darah.

    Salah satu jenis sereal adalah gandum, yaitu tanaman dari suku padi-padian. Gandum kaya akan karbohidrat, serat dan vitamin E. Gandum memiliki lebih sedikit lemak dan kolesterol jahat dibandingkan jenis sereal yang lain.

    Sempatkan Sarapan

    Sebagian orang merasa enggan sarapan pagi karena perut masih belum siap menerima makanan. Selain itu sarapan seringkali dilakukan dalam situasi terburu-buru segera berangkat kerja. Banyak orangtua yang kesulitan membiasakan anak-anaknya untuk sarapan karena beberapa alasan, yaitu sulit bangun pagi, sulit mengajak anaknya sarapan, sulit menghabiskan makanan, dan suasana terburu-buru yang menyebabkan anak tidak nafsu makan.

    Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak menyempatkan diri untuk sarapan. Sesibuk apapun, seharusnya kita sarapan. Jika kita sibuk, ada beberapa cara agar sarapan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat :

    Memasak makanan dalam jumlah besar untuk persediaan 2-3 hari. Banyak menu makanan yang bisa diadaptasi menjadi menu sarapan praktis dan cepat serta bisa disimpan dalam beberapa hari, misalnya perkedel kentang, nasi dengan sambal goreng teri, kroket kentang, tempe orek dan lain sebagainya.
    Memilih makanan praktis seperti jagung rebus, ubi kukus, kentang goreng, talas kukus, roti, atau sereal dengan susu. Untuk tambahan gizi anda tinggal menambahkan telur ceplok, buah atau jus.
    Pada daerah perkotaan atau perumahan, biasanya telah ada pendagang makanan yang menyediakan menu sarapan seperti bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur dan nasi pecel. Jika anda berniat membeli makanan untuk sarapan, siapkan waktu lebih pagi agar bisa pergi ke warung atau kantin.

    Pekan Sarapan Nasional

    Tahun ini adalah tahun pertama perayaan Pekan Sarapan Nasional I (PESAN I) telah dilaksanakan pada tanggal 14-20 Februari 2013 dan selanjutnya akan dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan utama memberikan informasi, mengajak dan mendorong masyarakat agar menerapkan perilaku sarapan sehat dan gizi seimbang dalam rangkat turut mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif.

    Dalam Pekan Sarapan Nasional ini ditekankan bahwa walau sesibuk apapun, sarapan harus dilakukan. Nestle menjembatani waktu yang sedikit dengan menyediakan alternatif sarapan yaitu Nestle Breakfast Cereal berupa sereal dan susu. Tentu saja dengan menvariasikan menu setiap hari dengan nasi merah, nasi putih, bubur, roti dan umbi.

    Dari Pekan Sarapan Nasional diharapkan kesadaran masyarakat bahwa sarapan adalah kebiasaan baik yang mudah untuk dilakukan dan menyehatkan.

    Referensi :
    http://pergizi.org/index.php/berita-dan-kegiatan/22-deklarasi-pesan.html
    http://pergizi.org/images/stories/downloads/materi_PESAN/materi3.pdf
    https://www.sahabatnestle.co.id/Page/arsip/artikel/sereal-untuk-sarapan-si-kecil
    http://www.merdeka.com/sehat/ingin-sarapan-bergizi-makan-4-jenis-sereal-ini.html



  7. Positif Hadapi Kritik, Let’s Move on!

    April 4, 2013 by murtiyarini

     

    Yakin, berani menerima kritik ?  

    Yakin, bisa kuat dan berlapang dada ?

    Jujur saja, rasanya hampir setiap hal dalam diri saya menginginkan kesempurnaan termasuk dalam hal karier. Ketika sebuah kritik terlempar pada saya, artinya ada yang tidak puas dengan kerja saya. Tentu saja hal ini melukai kesempurnaan karier saya.

     

    Kritik hadir dalam dua rasa yang berbeda. Ada kritik yang tersampaikan dengan kalimat yang enak didengar,  namun tidak sedikit  kritik yang lebih mirip sebagai ungkapan kekesalan.

     

    Kritik banyak berkonotasi negatif karena  mengingatkan sesuatu yang destruktif dan seringkali terkait tentang perasaan negatif antar personal. Kritik mampu membuat seseorang sakit hati karena harga dirinya terusik, juga menyakitkan secara psikologis sehingga fungsi kritik yang sebenarnya tidak efektif.

    (gambar dipinjam dari sini)

    (gambar dipinjam dari sini)

     

    Menerima kritik bukan hal baru bagi pegawai seperti saya. Seperti sudah menjadi kewajaran bahwa pegawai adalah objek dan atasan adalah subyek dari sebuah kritik.

     

    Sebuah contoh kritik destruktif adalah jika atasan  berbicara tentang keburukan kita tanpa memberikan solusi dan saran yang jelas.

    “Bagaimana anda bisa membuat kesalahan?”

    “Apa yang anda pikirkan hingga terjadi sesuatu yang salah?” atau

    “Saya sangat menyesal telah mempekerjakan anda.”

    “Tolong diingat, kantor tidak mau tahu urusan pribadi yang menyebebkan ketidakhadiran anda!”

     

    Mungkin sang atasan  berpikir bahwa kata-kata tersebut akan memotivasi pegawai untuk bekerja lebih keras.  Benarkah tujuan itu tercapai? Bisa jadi, yang terjadi justru adalah kekesalan dan kebencian yang timbul sesudahnya dan kemudian memperburuk kinerja pegawai.

     

    Bersyukur, atasan saya tidak begitu.  Saya pernah mendapatkan kritik beberapa bulan yang lalu dari atasan tentang kinerja saya.  Untungnya, kritik yang disampaikan jauh lebih lembut daripada contoh-contoh kalimat diatas.

     

    Tetapi tidak bisa saya pungkiri, sehalus apapun bentuk kritik di tempat kerja tetap terasa menyakitkan dan dapat mempengaruhi kehidupan saya dimanapun hingga waktu tertentu.  Langit terasa gelap dan ruangan kian menyempit.  Sebenarnya, itu adalah gambaran yang terjadi pada ruang hati saya.

     

    Ditambah lagi omongan rekan-rekan kerja yang ikut menguping mendengar ketika saya mendapatkan kritikan.  Hampir bisa dipastikan, lebih banyak rekan kerja yang bergunjing daripada memberikan dukungan saat saya terpuruk. Ehm, ini situasi yang lazim, bukan?

     

    Berita buruknya, saya jadi mewaspadai semua orang. Saya jadi tidak mempercayai siapapun di lingkungan kantor.  Siapa saja bisa menjadi penguping dan pelapor.  Dan tidak bisa dipastikan bahwa setiap laporan akan sesuai dengan kenyataan.  Bumbu-bumbu akan lebih banyak mempengaruhi rasa.  Saya pun menjadi lebih defensive pada setiap pembicaraan. Saya sulit membedakan yang mana teman dan mana yang benar-benar teman.

     

    Waktu demi waktu kekecewaan akan berubah menjadi perasaaan tidak sempurna, merasa gagal menjadi pegawai yang baik dan kesal pada si pemberi kritik.  Lantas saya menyadari, penyakit hati ini tidak boleh saya biarkan.

     

    Baiklah, saya telah melakukan kesalahan. Selanjutnya apa?

    Memilih terpuruk atau bangkit?

    Memilih mundur atau melangkah maju?

     

    Tenangkan Hati dan Berpikir.

    Sesaat setelah kritik mampu mempersempit ruang gerak, saya memilih untuk menarik napas. Melepaskan sedikit beban. Memang hanya sedikit, karena beban sesungguhnya masih ada pada diri ini.  Kritik, bahkan ketika saya mencoba untuk mengabaikannya, hati ini tetap terluka. Tetapi saya memilih melanjutkan hidup dan berpegang pada apa yang saya yakini benar.  Saya harus bisa mengelola kritik menjadi pelecut kesuksesan karir.  Saya harus bisa memberikan umpan balik yang positif.  Jangan biarkan kritik menggagalkan karir dan merenggut kebahagiaan hidup.

     

    Saya mencoba mengingat, ada banyak persoalan orang lain yang lebih buruk dari yang saya alami.  Semua orang pernah bersalah, dan banyak diantaranya yang mampu untuk bangkit.  Dengan perbaikan ataupun tetap pada dirinya semula, yang penting hidup terus berjalan sesuai kemampuan.  Setidaknya, inilah yang membuat jiwa saya bertahan pada titik sehat.

     

    Ketika saya telah berhasil menenangkan hati, saya kembali ke kantor dengan perasaan yang nyaris tanpa rasa.  Saya biarkan semua berjalan ke arah mana angin akan membawa.  Saya memilih untuk lebih banyak diam dan menunggu.    Saya lebih banyak bekerja dan mengurangi kata-kata.

     

    Di sisi lain relung hati, saya hilangkan prasangka-prasangka dan melupakan segala pergunjingan tentang saya.  Toh saya tidak mendengarnya secara utuh dan langsung.  Anggap saja mereka tidak berbicara untuk saya.  Saya meyakinkan diri, mereka akan baik jika mengenal saya lebih baik.

     

    Benar saja, tidak semua orang menjadi monster.  Ketika beban dan prasangka berhasil saya atasi, saya mulai bertegur sapa kembali. Kami terlibat perbincangan lebih panjang.  Namun satu rambu-rambu yang saya pegang erat : tidak membicarakan keburukan seseorang ataupun menyebutkan sebuah nama yang mengarah pada pergunjingan yang akan menjadi boomerang bagi saya sendiri.

     

    (Gambar dipinjam dari sini)

     

     Dendam Positif = Menjadi Produktif

    Entah apakah ini baik atau buruk, yang tersisa dari sebuah kritik adalah dendam untuk membuktikan.  Mudah-mudahan ini dendam yang positif. Saya ingin membuktikan bahwa kritik itu tidak sepenuhnya benar, artinya saya bisa lebih baik.  Setidaknya ada 2 hal positif yang bisa saya ambil, pertama saya menjadi lebih kreatif, produktif dan disiplin. Tentu ini dalam rangka pembuktian bahwa saya bisa lebih baik. Kedua, saya belajar memahami bahwa dunia tidak selalu dipenuhi oleh pujian yang indah, namun juga kritik pedas. Situasi ini kemudian mengajarkan pada saya untuk bisa mengelola hati dan berlapang dada.

     

    Membangun kepercayaan memang tidak mudah.  Namun jika saya terus konsisten dengan niat baik dalam 3 bulan usaha ini akan terlihat.  Dan selanjutnya tergantung bagaimana saya konsisten menjaganya.  Sekarang saya merasa sangat baik saat bekerja dan senang pada lingkungan kantor.  Apapun kata mereka, apapun pikiran mereka, saya tidak perlu terlalu ambil pusing.

     

    It’s better to move on, right ?

    Saya meyakini,  bahwa kunci kesuksesan seseorang adalah dengan berani menerima kenyataan bahwa usaha mereka pernah gagal. Banyak cerita tentang kesuksesan yang diawali oleh kegagalan berulang. Calon orang sukses tahu bahwa dirinya mendapatkan manfaat dari kritik yang mereka terima dalam lingkup kerja.

    (gambar dipinjam dari sini)

     

    Tulisan ini diikutkan dalam Chic Magazine Blog Competition 2013



  8. Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana ?

    March 1, 2013 by murtiyarini

    Pembicaraan tentang perubahan iklim (climate change) akibat pemanasan global (global warming) telah terjadi dalam satu abad terakhir ini. Saat itu manusia mulai merasakan ketidaknyamanan suhu dan udara di Bumi, sumber daya alam mengalami penurunan produksi dan bencana alam lebih sering terjadi.

    Perubahan pada kondisi fisik Bumi lantas mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu aspek sosial, budaya, ekonomi, hukum bahkan politik. Sekuat apapun kita menolaknya, nyatanya bumi telah memanas, iklim telah berubah dan pola kehidupan manusia telah berubah.

     

    It is happened, what’s next?
    Baiklah, kondisi bumi memang tidak lagi sama. Manusia pun beradaptasi untuk mempertahankan kelangsungan generasinya. Namun apapun aktivitas hidup manusia, semestinya berada pada langkah yang arif demi mempertahankan kelanjutan bumi. Setidaknya, kondisi bumi tidak semakin memburuk. Lebih baik lagi, jika kondisi bumi berangsur membaik. Tidak ada yang tidak mungkin.

    Manusia akan melakukan adaptasi sebagai respon natural. Adaptasi adalah upaya oleh manusia untuk mempersiapkan atau menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.  Adaptasi dapat berupa perlindungan diri terhadap dampak buruk perubahan iklim atau oportunistik dengan mengambil keuntungan dari efek menguntungkan perubahan iklim.

    Bentuk-bentuk adaptasi manusia misalnya migrasi ke daerah baru, perubahan sistem budidaya tanaman, perbaikan infrastruktur, membangun penampungan bencana dan yang terpenting adalah perubahan pola tingkah laku.  Perubahan iklim yang kita alami sekarang ini lebih cepat dari yang terjadi di masa lalu.  Dalam dunia yang saling mempengaruhi satu sama lain, efek negatif perubahan iklim pada satu populasi atau sektor ekonomi dapat berakibat pada seluruh dunia.

    Namun, ada batas-batas kemampuan manusia untuk melakukan adaptasi. Karena itu segala aktivitas manusia hendaknya dilakukan dengan orientasi untuk mencegah perubahan iklim terus terjadi.  Sebagai contoh, relokasi masyarakat akibat bencana hanya memungkinkan menolong dalam jangka pendek. Jika iklim terus berubah dan bencana sering terjadi maka upaya tersebut akan menemui batas ketidakmampuannya.  Adaptasi harus terus dilakukan sambil tetap memegang prinsip pengurangan emisi gas rumah kaca (CO2), penyebab utama perubahan iklim.

    Kita, dalam peran kita sebagai individu manusia, masing-masing mempunyai kontribusi pada perubahan iklim di Bumi. Setiap aktivitas individu akan meninggalkan jejak ekologi pada Bumi. Nah, seberapa burukkah jejak ekologi kita? Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi?

    Apapun peran kita, satu hal yang mendasar yang harus dipahami adalah belajar dari kesalahan  masa lalu.  Hal-hal yang menyumbang emisi gas rumah kaca harus dicegah sekuat-kuatnya dan dicari solusinya.  Berbagai teknologi yang memanjakan manusia, lantas diketahui menyumbang emisi gas rumah kaca, tidak serta merta mudah untuk dihentikan begitu saja . Harus ada teknologi pengganti yang setara sehingga masyarakat banyak mau beralih pada teknologi ramah lingkungan.

    Telah banyak literatur menyebutkan bentuk adaptasi perubahan iklim dan tindakan ramah bumi. Saya mencoba menuliskannya dari sudut pandang masing-masing peran kita dalam masyarakat, sehingga memudahkan untuk melakukan aksi.

     


    Adaptasi dari Rumah

    Andaikan masing-masing rumah tangga mampu menggunakan lampu hemat energi, atau lampu tenaga solar, tentu akan banyak tenaga listrik yang bisa dihemat. Begitu juga dengan penggunaan pemanas air dan pendingin ruangan sesuai keperluan, mematikan peralatan listrik saat tidak diperlukan, dan mematikan TV sebelum anda tertidur. Konsumsi wadah minuman kertas dan plastik yang akan meningkatkan volume sampah. Karena itu bentuk adaptasi bisa berupa menggunakan wadah yang bisa dipakai ulang. Jika kreatif, kita bisa mendaur ulang kertas atau plastik bekas bungkus. Minimal, kita memisahkan sampah kering dan sampah basah, sampah organik dan non organik sehingga memudahkan pemulung dalam memilah sampah dan mengirimkannya ke pusat daur ulang

    Mari kita menjadi kreatif dengan mengadakan lahan hijau di rumah, dengan  menanam tanaman di sisa lahan atau menanam tanaman dalam pot. Bisa juga dengan menjadikan bagian atas atau loteng rumah sebagai tempat menanam bunga dan hijauan lainnya.

     


    Adaptasi sebagai Pengguna Jalan

    Setiap kali menggunakan kendaraan bermotor, kita berkontribusi pada pelepasan emisi gas rumah kaca (CO2) ke atmosfer. Langkah konkrit untuk mengurangi pelepasan CO2 ke udara adalah dengan lebih sering menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi. Jika memungkinkan beralih menggunakan sepeda ke kantor. Saat jalanan macet, jangan ragu untuk mematikan mesin mobil, dan tentu saja berperilaku baik di jalan untuk tidak menjadikan diri sebagai penyebab kemacetan.  Pemilihan bahan bakar yang ramah lingkungan juga membantu mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer, begitupun dengan perawatan kendaraan sehingga mesin bekerja efisien dan tidak boros bahan bakar.  Bahan bakar terbarukan seperti minyak biodiesel mulai digunakan pada beberapa jenis mobil.  Ada juga mobil bertenaga solar tanpa bahan bakar minyak, namun saat ini masih belum diproduksi secara komersil.

     


    Adaptasi sebagai Pekerja

    Dunia industri dan perkantoran sangat besar berkontribusi pada pelepasan emisi karbon.  Sebagai individu pekerja, banyak hal yang kita lakukan dalam rangka melindungi bumi dari kerusakan. Kita bisa mengelola penggunaan energi peralatan kantor secara lebih hemat dan efisien.  Ketelitian dalam bekerja dapat mengurangi penggunaan kertas, tinta dan energi. Bukalah jendela ruang kantor agar angin mendinginkan ruangan dan tidak memerlukan pendingin ruangan.  Matikan lampu jika cahaya matahari cukup memadai memasuki ruangan.  Pihak manajemen gedung sebaiknya mendesain bangunan kantor yang mempunyai sirkulasi udara dan cahaya yang baik sehingga meminimalkan penggunaan AC dan lampu.  Dan kita tentu akan merasa segar jika di meja kerja tersedia satu buah tanaman hidroponik.

     


    Adaptasi sebagai Masyarakat Ekonomi

    Kita bukan ahli ekonomi, namun masing-masing kita dituntut secara ekonomi untuk berhemat.  Perubahan iklim berimbas pada turunnya produksi sumber daya alam, kesulitan produksi  dan menyebabkan kelangkaan sumber pangan tertentu sehingga harganya lebih mahal. Berhemat adalah langkah adaptasi ekonomi yang bisa dilakukan oleh individu.  Tentu kita berharap, ada langkah-langkah inovasi para ilmuwan untuk dapat meningkatkan produksi pangan dan bahan-bahan kebutuhan hidup dengan tetap memperhatikan azas ramah lingkungan.

    Dalam lingkup lebih luas, pemerintah dan departemen yang berwenang mengatur perputaran bahan dan pangan di pasar tentunya mengedepankan kepentingan masyarakat banyak sehingga mampu menghadirkan harga bahan dan pangan di pasar yang terjangkau. Penggunaan pangan lokal adalah bentuk adaptasi masyarakat bidang ekonomi.

     

    Adapatasi Masyarakat Pertanian,  Pesisir dan Hutan

    Praktisi pertanian mempunyai beban berat untuk menghasilkan hasil panen yang mampu mencukupi kebutuhan pangan dunia, sementara cekaman perubahan iklim telah menggagalkan panen.  Penggunaan pestisida tidak lagi sepenuhnya mampu menangani hama dan penyakit tanaman semakin mengganas dan lebih kebal dari sebelumnyau.  Karena itu, upaya pengendalian hayati saat ini mulai banyak dilakukan dengan memberdayakan kembali musuk alami yang telah ada di alam.   Para pemulia tanaman melakukan perbaikan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cekaman perubahan iklim misalnya tahan panas, tahan kekeringan, tahan genangan air hujan dan banjir.  Sementara itu, para peternak berusaha meningkatkan kebugaran ternaknya dari suhu panas dengan membuat kandang-kandang yang banyak menerima aliran udara.

    Pada daerah pesisir pantai, kenaikan air laut beresiko pada kerusakan pesisir.  Para nelayan dan penduduk pesisir membangun infrastruktur perlindungan pantai dan mempertahankan ruang terbuka untuk mengantisipasi pergeseran batas pantai ke arah pedalaman.  Masyarakat pantai saat ini lebih waspada terhadap bahaya tsunami dan gelombang badai dengan memperbaiki rute dan rencana evakuasi untuk mengantisipasi saat bencana datang.

    Masyarakat hutan mempunyai peran sangat besar dalam menjaga atmosfer bumi dari efek emisi gas rumah kaca.  Banyaknya hutan-hutan yang ditebang karena faktor sosial ekonomi, tampaknya harus diimbangi dengan kampanye penghijauan kembali hutan dunia.

     

    Adaptasi sebagai Pengguna Sumber Daya Air

    Pada satu belahan bumi, perubahan iklim mencairkan gunung salju dan es sehingga permukaan air laut meningkat, pada belahan bumi lain, pemanasan global membuat tanah kering dan sumber daya air bersih berkurang.

    Adaptasi masyarakat merespon situasi ini adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan membangun kapasitas penyimpanan air tambahan.  Sungai dan tepiannya harus  dilindungi dan dikembalikan fungsinya sebagai sumber air bersih.

     

    Adaptasi Bidang Pendidikan

    Di sekolah, penggunaan listrik , air dan benda konsumtif  tidak sebanyak pada industri dan rumah tangga. Namun sekolah berperan penting dalam mendukung adaptasi masyarakat menghadapi perubahan iklim.  Sekolah adalah tempat pendidikan lingkungan bisa ditanamkan pada manusia muda generasi penerus bumi.

    Menjadi tugas wajib bagi guru memberikan pemahaman bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim terjadi serta bagaimana mencegahnya.  Murid dapat melakukan eksperimen sains untuk memahaminya.  Dan tentu saja dengan ajakan dan kampanye bertindak nyata menyelematkan lingkungan seperti yang sudah disebutkan pada adapatasi kantor, pengguna jalan dan rumah tangga.

     

    Pendampingan Adaptasi Masyarakat oleh Oxfam

    Dampak ekstrim perubahan iklim adalah bencana alam, kelaparan, wabah penyakit dan kemiskinan. Seluruh lapisan masyarakat semestinya mendapatkan pelatihan penyelematan saat bencana terjadi. Pelatihan bisa dilakukan di sekolah, kantor, dan tingkat desa.

    Dalam situasi bencana, mental masyarakat yang terguncang perlu mendapatkan dukungan dan pendampingan. Masyarakat yang paling banyak menerima imbasnya adalah masyarakat miskin dan lemah. Mereka yang selayaknya mendapatkan pendampingan lebih intens dari pemerintah dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

    Berangkat dari sini, tahun 1942 sekelompok orang di Oxford Inggris membentuk organisasi penyelamatan untuk warga Yunani korban perang dunia kedua. Mereka menamakan dirinya Oxfam.

    Oxfam adalah konfederasi internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan.

    Oxfam memasuki Indonesia tahun 1957 untuk membantu anak-anak yatim piatu. Dalam perkembangan oxfam bekerjasama dengan pemerintah dan organisasi lokal untuk membantu masyarakat miskin dan lemah. Oxfam juga bekerjasama dengan nelayan dan petani di pulau-pulau kecil di Indonesia berusaha beradaptasi dengan perubahan iklim. Program Oxfam diantaranya memberdayakan masyarakat memerangi kemiskinan, menanggulangi bencana dan pendidikan adaptasi perubahan iklim.

    Saat kesulitan menimpa, bukan lagi saatnya saling menuding menyalahkan.  Mari berpikir jernih, mencoba saling mendukung satu sama lain. Yang lebih kuat membantu yang lemah. Bukan lagi waktunya sombong.  Karena sesungguhnya,  tidak ada yang tahu, siapa selanjutnya yang terkena musibah.

    Perubahan sekecil apapun di bumi ini akan mencari keseimbangan. Satu spesies bertambah jumlahnya, sementara spesies lain terancam punah, tetapi lambat laun mereka menemukan keseimbangan ekosistem. Masalahnya, tidak ada yang dapat memastikan kapan keseimbangan itu terbentuk. Jika kerusakan terus terjadi, iklim terus berubah dan bumi terus memanas, ke arah mana kehidupan ini akan bermuara?

     

    Referensi :

    www.oxfamindonesia.wordpress.com/oxfam-at-a-glance/

    www.epa.gov/climatechange/

    www.asacinta.blogspot.com/2011/02/mencari-cahaya-kunang-kunang.html?m=1

    gambar dari : www.yolanddhaha.blogspot.com



  9. Peran Pabrik Gula dalam Pemberdayaan Perempuan Desa

    January 22, 2013 by murtiyarini

    Oleh : Murtiyarini

    (Foto dari www.mediaindonesia.com)

    Prolog

    Pemerintah memilih 24 perusahaan di seluruh Indonesia sebagai pembina terbaik tenaga kerja perempuan tingkat provinsi selama tahun 2012.  Anugerah ini diberikan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersamaan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2012.

    Perusahaan-perusahaan yang terpilih bergerak di sektor usaha perkebunan, industri rokok, perhotelan, pabrik gula, elektronik, rumah sakit, hingga pertambangan emas.  Penghargaan ini diharapkan diikuti dengan penerapan perlindungan hak-hak perempuan di tempat kerja melalui penegakan peraturan ketenagakerjaan yang mengacu pada sejumlah kerangka hukum seperti Konvensi ILO (International Labour Organization), Konvensi CEDAW (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women) dan MDGs (Millenium Development Goals).  Upaya diatas semakin memantapkan pengakuan peran perempuan dalam roda industi dan perekonomian bangsa ini.

    Topik ini sangat menarik dalam kaitannya dengan upaya PTPN X yang tengah giat membangkitkan kembali industri gula melalui pabrik-pabrik gula. Satu dari 24 perusahaan yang menerima penghargaan diatas adalah pabrik gula PT Gunung Madu Plantation di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.  Bukan tidak mungkin,  pengembangan pabrik-pabrik gula oleh PTPN X dimasa mendatang lebih memihak pada perempuan dengan memberi peluang kerja dan perlindungan kepada perempuan-perempuan di desa sekitar pabrik gula.

    Pabrik Gula dalam Aspek Ekonomi

    Keberadaan industri di suatu daerah dapat membangkitkan sektor-sektor lainnya seperti perdagangan, pertanian, ataupun jasa. Sebaliknya, berkembangnya sektor-sektor tersebut akan mendukung pertumbuhan industri. Kebangkitan berbagai sektor tersebut membuka peluang kerja dan pendapatan masyarakat. Kemampuan ekonomi masyarakatpun membaik.

    Yang terjadi pada industri gula. Gula merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Kebutuhan gula dalam negeri yang terus meningkat 3.87% setiap tahun. Diperlukan sekitar 12 kg per tahun gula untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Jika industri gula tidak bisa memenuhinya, maka seperti yang terjadi saat ini, Negara kita masih membutuhkan gula impor.

    Pemerintah perlu segera membangkitkan potensi-potensi industri gula di Indonesia. Peningkatan produksi pada Pabrik Gula akan berdampak ke ekonomi lokal karena industri gula mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pendapatan ekonomi lokal.

    Selama periode 2007-2009, industri gula merupakan sumber pendapatan bagi 1.3 juta orang yang bekerja pada areal sekitar 400 ribu ha perkebunan tebu di Seluruh Indonesia.  PTPN X yang menaungi pabrik-pabrik gula di wilayah Jawa Timur memiliki luasan areal unit usaha gula sekitar 72.125 ha pada tahun 2012, dan sedikitnya mempekerjakan 71.691 petani tebu serta 12.000 karyawan dari masyarakat di sekitar pabrik gula. Jumlah tersebut belum termasuk ratusan ribu tenaga penunjang lepas seperti tenaga tebang, sopir bus pengangkut tebu, penjual makanan dan lain sebagainya.

    Peran Perempuan dalam Ekonomi Masyarakat

    Dalam situasi ekonomi kurang baik, dukungan masyarakat terutama keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat akan berdampak positif pada tatanan mekanisme ketahanan kemandirian ekonomi keluarga. Krisis ekonomi dan krisis moneter yang dialami bangsa ini berdampak negatif pada keluarga-keluarga di Indonesia.  Perempuan sebagai pilar penting keluarga menanggung beban ganda. Pertama, menghadapi kenyataan suami yang ter-PHK, sehingga tidak mampu menafkahi keluarga. Kedua, sebagai pekerja, perempuan ter-PHK merasa tidak bisa membantu perekonomian keluarga. Belum lagi tekanan mental yang dihadapi pada semua persoalan krisis.

    Kabar baiknya, secara kultur dan fakta empiris perempuan memiliki keunggulan prima dalam menghadapi krisis internal dan eksternal. Secara kultural perempuan mempunyai peran psikologis sebagai pemberi rasa nyaman keluarga. Perempuan memiliki etos pengorbanan tinggi untuk selalu mendahulukan kepentingan keluarga. Jika seorang perempuan bekerja mencari nafkah maka kegiatan itu dilakukan demi kesejahteraan keluarga.

    Secara fakta empiris historis, perempuan mempunyai daya adaptasi lebih baik untuk menghadapi kemelut hidup.  Perempuan dinilai lebih tabah dibanding pria.  Perempuan sebagai istri menjalankan peran sebagai pengelola atau manajer rumah tangga. Tugasnya sangat krusial dalam mengatur pengeluaran keluarga. tindakan penghematan terbukti efektif sebagai bentuk pertahanan keluarga. Perempuan juga memiliki keuletan dan keluwesan yang didukung akses ke modal akan dapat menciptakan pasar kerja informal dan usaha kecil keluarga.

    Membangun perempuan berarti membangun negara dan bangsa. Karena itu memantapkan ketahanan perempuan dan keluarga akan membawa dampak jangka panjang mengatasi berbagai krisis kehidupan.  Usaha ini dapat dimulai dari perempuan dengan basis keluarga sebagai unit sasaran pembinaan.  Perempuan  bukan lagi sebagai aset pelengkap, sudah saatnya melihat perempuan sebagai aset strategis. Bukan hanya jumlah perempuan yang potensial, namun juga perspektif pemberdayaan perempuan akan berdampak pada ketahanan bangsa. Dengan demikian perempuan sebagai pilar bangsa dapat berperan untuk pembangunan dengan dimensi kesetaraan gender.

    Menurut data BPS tahun 2010, persentase penduduk perempuan adalah 49,83%.  Sebagai pencari nafkah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja TPAK Perempuan 38,58%, sedangkan TPAK laki-laki 61,42%.  Dinamika TPAK perempuan dipengaruhi oleh faktor sosial, demografi dan budaya. Sebagai aset sumberdaya manusia perempuan tetap mempunyai peran-peran strategis karena selain sebagai ibu rumah tangga, mereka juga mampu bekerja mencari nafkah.  Namun karena perempuan banyak dibutuhkan di ranah domestik, maka sebagian besar perempuan menginginkan bekerja di lingkungan rumah. Peran perempuan yang menempatkan mereka sebagai pekerja domestik dan laki-laki sebagai pekerja sektor publik.  Akibatnya banyak perempuan memilih mencari nafkah di lingkup rumah tangga atau di lahan pertanian milik keluarga.

    Tingkat pendidikan perempuan desa usia 16-18 tahun atau setara SMU pada tahun 2010 sebanyak 61.57 % untuk perkotaan dan 47.88% untuk pedesaan.  Artinya, perempuan desa mengalami kekurangan dalam hal akses pendidikan sehingga mereka sulit mendapatkan pekerjaan di tempat-tempat yang mensyaratkan pendidikan minimal SMU.  Karena itu perempuan desa banyak berdiam di desanya. Otomatis peluang pekerjaan tergantung dari keberadaan industri atau bisnis di desa tersebut. Jika ada kegiatan kelompok keterampilan atau sosial mereka sangat antusias untuk ikut karena pada dasarnya perempuan desa juga mempunyai etos kerja yang baik.

    Menurut BPS 2004, perempuan lebih banyak bekerja di sektor primer (pertanian) yaitu 44,62%, di sektor skunder (perdagangan, keuangan dan jasa) sebanyak 28,57%, dan di sektor tertier (pertambangan, Industri, listrik, bangunan dan angkutan) sebanyak 28,57%.  Sektor primer tidak terjadi terlalu banyak kesenjangan gender laki-laki dan perempuan, namun sektor skunder dan tertier kesenjangan cukup mencolok. Selain itu, perempuan juga lebih banyak bekerja di sektor informal 75,27% dibanding sektor formal 24,73%.

    Melihat angka diatas, dan menimbang pentingnya peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, maka potensi lapangan pekerjaan untuk perempuan masih perlu ditingkatkan. Pabrik Gula adalah industri yang sangat berpotensi menyediakan lapangan pekerjaan bagi perempuan desa-desa di sekitar Pabrk.

    Peran Pabrik Gula dalam Pemberdayaan Perempuan

    Industri gula menyediakan banyak aktivitas ekonomi dan membuka banyak peluang kerja.  Berbagai proses yang ditempuh Pabrik Gula dari awal penyediaan bahan baku, pemrosesan hingga pemasaran hasil sangat padat karya. Saat ini, aktivitas Pabrik Gula lebih banyak memerlukan tenaga kerja laki-laki dibanding perempuan, terutama karena banyak pekerjaan yang memerlukan ketrampilan dan kekuatan fisik laki-laki.  Namun tidak menutup kemungkinan, jika perempuan dibekali pengetahuan dan ketrampilan tentang pekerjaan industri gula, ada beberapa posisi pekerjaan yang bisa dialokasikan untuk tenaga kerja perempuan.

    Pabrik gula membutuhkan banyak pasokan tebu pada musim giling.  Kebutuhan tebu untuk bahan baku proses produksi gula cukup tinggi. PTPN X membutuhkan bahan baku tebu sekitar 5 – 7 juta ton tebu  setiap tahunnya.   Untuk dapat memenuhi kebutuhan tebu, diperlukan tenaga yang bekerja di kebun tebu sebagai penanam tebu, penebang tebu, pengangkut tebu, dan sopir truck yang mengantarkan tebu ke pabrik. Pada tahapan selanjutnya, dibutuhkan tenaga produksi, tenaga pembantu produksi, maupun tenaga pengangkut gula dari gudang ke truck. Perempuan dapat mengambil posisi sebagai tenaga kerja yaitu pada bidang kerja yang bisa dilakukan oleh perempuan, misalnya menanam tebu, menyiangi rumput di sekitar ladang tebu, menyemprotkan pembasmi hama, melepas pelepah tua dan mengumpulkannya untuk pakan sapi atau atap rumbia, menyortir tebu, bagian penghitungan hasil dan penimbangan hasil.

    Kecukupan tebu untuk proses industri gula diperoleh dari kebun milik Pabrik Gula, dan lahan sewaan milik warga sekitar. Kegiatan sewa lahan ini mendatangkan penghasilan bagi penduduk setempat. Dari kegiatan ini, pemilik lahan juga mendapatkan keuntungan lebih karena dapat melanjutkan budidaya yang sudah dilakukan oleh pabrik gula pada musim tanam berikutnya.  Perempuan-perempuan desa dapat berperan membantu proses penanaman tebu yang dilakukan dilahan-lahan milik keluarga mereka.

    Pada proses produksi di Pabrik Gula memang lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.  Adapun alokasi pekerjaan untuk perempuan misalnya pada kegiatan pemeliharaan mesin – mesin pabrik , tenaga kebersihan, bagian penyortiran, bagian pengemasan dan bagian pemasaran.  Tentu saja, semua posisi tersebut harus diawali dengan training oleh pihak manajemen pabrik guna memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan. Harapannya akan lebih banyak tenaga kerja perempuan di desa sekitar pabrik yang bisa bekerja di pabrik gula.

    Dalam kaitannya dengan penerimaan tenaga kerja perempuan sebagai karyawan di Pabrik Gula, pihak Pabrik perlu melakukan beberapa penyesuaian. Misalnya pada peraturan terkait hak dan kewajiban tenaga kerja perempuan, standarisasi gaji dan upah, jam kerja dan aturan-aturan lain yang menyertainya.

    Saat musim giling, aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar pabrik gula menyebabkan kebutuhan makanan, minuman dan kebutuhan – kebutuhan lainnya, hal ini menciptakan peluang bagi perempuan sekitar pabrik gula untuk menjual barang – barang yang dibutuhkan oleh tenaga kerja pabrik.

    Dengan membuka peluang lebih banyak untuk tenaga kerja perempuan, Pabrik Gula sebenarnya telah memanfaatkan aset sumber daya manusia yang sangat potensial untuk mendukung peningkatan produksi gula.  Disisi lain, Pabrik Gula juga menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui pemberdayaan perempuan di desa sekitar Pabrik Gula.

    Referensi :

    Vitalaya, Aida. 2012. Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. IPB Press.

    www.ptpn10.com

    http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/52087/F11mha_BAB%20I%20Pendahuluan.pdf?sequence=5

    http://www.kabarbisnis.com/read/2835577

    Foto dari http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/12/06/367970/4/2/P3GI_Targetkan_Produksi_100_Juta_Bibit_Tebu_Tahun_Depan



  10. Lihat Ma, Dengar Ma !

    January 14, 2013 by murtiyarini

     “Lihat Ma, Asa seperti kerbau,” kata Asa (2 tahun) sambil kedua telunjuknya di atas kepala.   Tak lama kemudian dia merangkak di lantai. “Mama dengar suara Asa seperti kucing, meoow!”

    Gerakan, suara dan ekspresinya menghayati peran. Saya geli sendiri melihatnya. Aduh Nak, masa meniru gaya-gaya binatang sih? Tapi, apa iya harus dilarang? Asa sedang tahap belajar, mengenali dan meniru apa yang dilihatnya. Seringkali, aktivitasnya jadi tidak fokus. Memberinya ruang gerak akan memupuk keberaniannya bereksplorasi.

     

    Kecerdasan bahasa Asa tampak menonjol. Asa sudah bisa menyusun kalimat 5-6 kata dan menyambung 2-3 kalimat dalam satu kali bicara. Apa yang dipikirkan langsung dikatakan. Pendengarannya juga tajam. Saat saya berbisik pada suami, Asa dapat menangkap pembicaran kami dan ikut bicara. Saat saya mengganti kata “mainan” dengan “toys”, eh Asa ternyata sudah tahu artinya. “Asa mau dibelikan toys baru di toko”, katanya. Anak menyerap bahasa dengan cepat .

     

    Asa sedang pada golden age, otak dan kecerdasannya berkembang pesat. Ada 100 milyar syaraf yang akan terhubung seiring banyaknya stimulasi. Kecerdasan didukung oleh daya konsentrasi. Padahal rentang konsentrasi anak sangat pendek.  Karena itu, anak perlu dilatih berkonsentrasi sesuai tahapan usianya. Kelak, saat golden age berlalu, anak masih dapat mengandalkan daya konsentrasi untuk bernalar dan memanggil memori.

     

    Terkait kecerdasan bahasa Asa, saya melatih agar Asa tidak hanya banyak bicara tapi juga konsentrasi. Maksudnya, apa yang dikatakan adalah hal yang sedang dilihat, dilakukan atau dipikirkannya. Saat dipanggil juga mau menjawab. Berimajinasi sambil berceloteh boleh, tapi bukan bicara kosong atau bergumam.

     

    Hal terpenting melatih konsentrasi bicara adalah memberi perhatian saat anak bicara dan menunjukkan ekspresi yang sesuai. Ini sekaligus mengajarkan anak berempati pada perasaan orang lain, sedih atau gembira. Saya juga berbicara dalam berbagai intonasi, kadang keras, kadang berbisik, ditambah dengan gerakan tangan saat bicara.  Dengan begitu, Asa tertarik untuk menatap wajah saya dan mau mendengarkan.  Saat berbicara dengan Asa, saya letakkan majalah atau blackberry yang sedang saya pegang. Mengajarkan konsentrasi tentu dengan konsentrasi juga kan?

     

    Banyak kosakata Asa  berasal dari meniru namun tidak selalu mengerti artinya. “Asa masih kecil, kalau Mama masih besar.” Asa belum mengerti penggunaan kata “masih”. Dengan bicara sesering mungkin membuat Asa semakin memahami kata baru dan konteks kalimat yang benar. Ada juga kata-kata berkonotasi negatif.  Selain menghindari sumber negatif sebagai antisipasi, saya respon kata-kata Asa dengan dengan lembut “Tidak boleh bilang kata tersebut, mendingan menirukan suara kodok yuk”. Lantas kami lanjut bermain dan Asa lupa dengan kata “aneh”nya.

     

    Saya pernah kesal, saat saya berbicara dengan orang lain, Asa ikut bersuara dengan lantang. Lagi-lagi anak ingin menarik perhatian orangtua. Di saat lain saya beri kesempatan Asa berbicara terlebih dahulu. Saya dengarkan ceritanya sampai dia puas, lalu saya katakan “Sekarang giliran mama bicara dulu ya.” Cara ini perlahan mengajarkan Asa sabar menunggu giliran bicara. Saya memujinya setiap kali Asa mau menunggu.  Ketika mendadak saya harus bicara dengan orang lain, Asa mulai terlatih untuk menunggu.

     

    Tebak-tebakan adalah cara menarik untuk melatih anak konsentrasi saat bicara. Saya menanyakan hal yang sama berulang kali, kemudian tiba-tiba saya tanyakan sesuatu yang berbeda. Misalnya, bagaimana suara gajah? Kalau suara monyet? Suara kucing? Rumah beruang dimana? Pertanyaan terakhir konteksnya berbeda dengan pertanyaan sebelumnya. Asa terbiasa dengan tebakan seperti ini. Saya memujinya setiap kali Asa mau menjawab. Perhatian dan pujian akan memupuk keberanian anak. Saat anak merasa berani dan percaya diri, dia akan lebih mudah berkonsentrasi.

     

    Daya konsentrasi perlu didukung dengan pemenuhan gizi seimbang. Yang penting diperhatikan adalah  asupan gula tidak boleh berlebihan karena dapat menurunkan daya konsentrasi.  Sebentar lagi saya menyapih Asa. Karena terbiasa dengan ASI yang tidak manis, kebiasaan ini akan diteruskan dengan mengkonsumsi susu tanpa gula tambahan.  Saat bergabung di Anmum Club dan situs Anmum, saya mendapatkan inspirasi dari para bunda tentang pilihan susu.  Untuk anak seumur Asa, banyak bunda yang telah memilih Anmum Essential 3.

     

    Jadi, kalau pandai berbahasa begini, kira-kira kelak Asa mau jadi apa ya? Presenter ? Dosen? Penulis bestseller? Atau dokter yang ramah?

    Jalan masih panjang.

    Sekarang, yang pasti ketika Asa memanggil “Lihat Ma, Dengar Ma!” saya harus siap menjadi teman bicaranya.

     

    Anmum Essential 3 dan Jurnal Mama

    Asa suka mainan, Mama suka buku IIDN

    Interaksi melatih konsentrasi

    Tulisan ini diikutsertakan dalam Writing Competition Anmum Bunda Inspiratif bersama IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)

    http://www.facebook.com/groups/ibuibudoyannulis/

    dan menjadi juara 1



  11. Buku dan Blog Sang Pemimpin

    December 15, 2012 by murtiyarini

    Penulis dan Pemimpin

    Pemimpin yang diharapkan oleh rakyatnya adalah seorang pemimpin yang selalu berada di garis depan membuka jalan pada perubahan yang lebih baik. Perubahan terjadi apabila pemimpin itu memiliki jiwa kepemimpinan. Menurut Seth godin, seorang ahli perubahan dan kepemimpinan menyarankan 7 sifat yang membuat pemimpin mampu menghadapi segala tantangan di abad 21 adalah challenge (tantangan), culture (budaya), curiosity ( ingin tahu) , charisma (berkarisma) communicate (berkomunikasi), connect (terhubung) dan commit (komitmen).

    Dari semua itu, definisi terpendek dari kepemimpinan adalah pengaruh. Memimpin pada dasarnya adalah mempengaruhi. Ada orang yang mempengaruhi tapi tidak memimpin. Tapi semua orang yang memimpin pasti mempengaruhi.

    Bicara masalah pengaruh, selain pemimpin, profesi lain yang juga mempunyai kemampuan mempengaruhi suatu komunitas tertentu adalah penulis. Melalui tulisannya, seorang penulis yang handal dapat membawa pembaca menyelami alam pikirnya dan lebih jauh terbawa pada pemahaman yang ditulis, meskipun tidak semuanya demikian. Sayangnya, tidak semua penulis bisa memimpin, dan tak semua pemimpin bisa menulis. Jika saja kedua kekuatan itu bersatu, menjadi pemimpin yang bisa menulis, maka membawa pengaruh yang lebih besar. Kekuatan untuk menggugah rakyat, membangkitkan nasionalisme, membangun semangat untuk maju.

    Menulis secara tidak langsung berhubungan dengan sifat-sifat kepemimpinan dalam kadar yang sangat relatif. Tahapan merumuskan tujuan dan mengatur strategi dalam menulis juga dapat diterapkan di kehidupan berbangsa dan bernegara. Segala keputusan dan tindakan yang akan diambil pun bisa lebih terfokus, dan terarah untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah berikutnya adalah mengumpulkan data ataupun informasi yang cukup untuk membangun tulisannya sehingga terciptalah suatu informasi baru. Jadi, tahap persiapan ini merupakan sarana belajar yang ampuh untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Seorang pemimpin idealnya mengerti dan memahami negara yang dipimpinnya, meliputi kehidupan sosial rakyatnya, keadaan alamnya, hukum yang berlaku, kondisi politik, hubungan internasional dan banyak lagi dalam aspek-aspek bernegara.

    Tahap berikutnya adalah menyusun kerangka dasar penulisan. Disini kemampuan berpikir sistematis sangat diperlukan. Kebiasaan ini juga akan terbawa ke aspek-aspek kehidupan lainnya, misalnya dalam menyatakan pendapat, dalam menyusun perencanaan, dan dalam membuat laporan. Untuk melakukan semua ini diperlukan kemampuan intelektual. Secara garis besar, orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dibanding yang tidak.

    Dahsyatnya Sebuah Tulisan 

    Sejarah membuktikan bahwa tulisan dapat berdampak sangat dahsyat. Tulisan dapat menggulingkan sebuah rezim atau sebaliknya mencegah perang, tulisan dapat membangkitkan semangat hidup, menyelamatkan nyawa, mengasah otak, dan mendatangkan rejeki.

    Bagaimana tulisan orang dapat mempengaruhi massa? Kiyosaki dengan bukunya yang terkenal Rich Dad Poor Dad dan berbagai tulisan lainnya digunakan untuk ”mempengaruhi orang” melihat pentingnya memiliki semangat wirausaha. R.A. Kartini juga menggunakan tulisan untuk mempengaruhi orang lain agar mau memberi kesempatan yang sama pada wanita untuk mengecap pendidikan.

    Dalam buku sejarah Indonesia disebutkan sebuah buku berjudul Max Havelaar karya Multatuli (nama alias Eduard Douwes Dekker (2/3/1820 – 19/2/1887) yang pada bulan Maret 2010 diupayakan masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO. Buku yang menguak kekejaman yang terjadi di Nederlands-Indie (Hindia Belanda) mempunyai pengaruh luar biasa, menjadi sebuah bentuk gugatan terhadap pemerintah kolonial, menggungah semangat dan membakar geram kaum pribumi. Karya gemilang yang diterbitkan pertama kali pada 150 tahun lalu itu kini masih aktual dan menjadi sumber inspirasi untuk tata perdagangan dunia yang adil.

    Menulis juga menjadi sarana berbagi pengalaman, dan berbagi pengetahuan. Dari tulisan orang juga dapat hidup abadi melalui karyanya. Sebut saja Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar, Hamka, dan Muhammad Hatta sampai sekarang pun tetap abadi melalui hasil tulisan mereka.

    Tahun 2006, dunia perbukuan Indonesia digemparkan oleh buku karangan Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi. Buku tersebut menghipnotis jutaan pembaca. Laskar Pelangi adalah cerita masa kecil yang sebenarnya sederhana, ditulis oleh penulis yang sebelumnya bukan siapa-siapa. Dengan kemampuan menulis, Andrea berhasil membawa jutaan rakyat Indonesia mengenal 10 anak dari propinsi Bangka Belitung yang menjalani hidup dengan jiwa juang tinggi. Bayangkan seandainya ada buku serupa, dengan kekuatan sama dahsyatnya bertema kebangsaan, nasionalis, kepemimpinan, kebangkitan yang bisa menggugah semangat bangsa ini, maka sang penulis kemungkinan besar akan dikandidatkan sebagai calon pemimpin bangsa.

    Tulisan Para Pemimpin

    Menulis adalah pekerjaan prestis. Para pemimpin-pemimpin kita terdahulu (dan sekarang) juga menulis buku. Presiden pertama RI terkenal dengan bukunya Di Bawah Bendera Revolusi (DBR). Buku ini menghimpun tulisan-tulisan Bung Karno di masa penjajahan Belanda, pertama kali diterbitkan pada tahun 1959. Terakhir kali, tahun 1965 buku itu untuk keempat kalinya dicetak ulang. Ini menunjukkan bahwa keinginan rakyat Indonesia untuk memiliki buku itu sangat besar. Buku-buku lain karya Bung Karno adalah “Indonesia Menggugat”, “Indonesia Merdeka” dan “Sarinah (Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia)”

    Presiden kedua, Suharto, meskipun dibantu dengan oleh penulis yang juga orang-orang terdekat beliau, menyadari perlunya membuat buku-buku pada masa pemerintahannya. Tahun 1976, pandangan Presiden Soeharto tentang Pancasila ditulis oleh Krissantono dan diterbitkan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Tim dokumentasi Presiden RI pernah pula menerbitkan buku Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983-11 Maret 1988 pada 1992. Buku ini diedit oleh Nazaruddin Sjamsuddin. Lalu pada 1996 terbit pula buku Managemen Presiden Soeharto, Penuturan 17 Menteri dengan editor Riant Nugroho Dwidjowijoto.

    Presiden Indonesia yang juga terkenal aktif menulis adalah Gus Dur. Berbekal keluasan pengetahuan dan wawasan keilmuan hasil pergulatannya dengan buku, Gus Dur piawai menulis. Buku-bukunya yang populer antara lain “Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman” berupa kumpulan tulisan mengenai pemikiran Gus Dur, “Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat” merangkum 24 artikel Gus Dur dalam harian KOMPAS, dan “Islamku Islam Anda Islam Kita” berisi esai-esai Gus Dur dari sudut pandang korban dalam hampir semua kasus yang dibahas, tanpa pandang bulu.

    Bahkan Presiden tersingkat masa jabatannya, yaitu BJ Habibie, sempat menulis sebuah buku pada masa pemerintahannya, berjudul “Detik-detik yang Menentukan – Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi”. Sebelum itu, Habibie sebagai ilmuwan juga telah menulis di banyak jurnal ilmiah berbahasa Jerman mengenai keahliannya di bidang teknologi pesawat terbang.

    Presiden kita saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono juga menuangkan pemikirannya dalam buku-buku berjudul “Indonesia Unggul” ,“Menuju Perubahan Menegakkan Civil Society”, “Transformin Indonesia” dan “Indonesia on The Move”. Beberapa buku lain yang juga berisikan pemikiran SBY dibantu penulisannya oleh orang-orang terdekatnya seperti Dino Pati Djalal dalam bukunya “Harus Bisa” dan Bahrudin Supadri dalam bukunya “Seri Lebih Dekat dengan SBY”. Pada masa pemilu, Susilo juga menulis buku “Berkarya Membangun Bangsa”

    Membangkitkan Budaya Menulis 

    Pemuda sebaiknya mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Sistem pendidikan kita memang kurang menuntut siswa untuk membaca. Kurangnya minat baca masih menjadi permasalahan sumber daya manusia di Indonesia. Sebuah studi lima tahunan yang dilakukan Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) terhadap minat baca anak Indonesia, menyebutkan bahwa siswa sekolah dasar (SD) di Indonesia menduduki posisi 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian. Apalagi menulis? Menulis, merupakan tingkat lanjutan yang dimiliki seseorang yang gemar membaca. Seseorang yang gemar membaca akan memiliki cakrawala ilmu yang luas, pikiran terbuka pikiran, dan akan dengan mudah menuangkan pemikiran melalui tulisan. Sampai manakah kemampuan pemuda sebagai calon-calon pemimpin kita dalam hal menulis?

    Dalam lingkup pendidikan sekolah, guru-guru jarang meningkatkan kapasitas dirinya dan muridnya untuk membaca dan menuangkan pemikiran mereka lewat tulisan. Siswa menulis biasanya karena ada kewajiban tugas sekolah yang harus ditunaikan. Bahkan, tugas paper yang dibuat pun tinggal copy-paste tanpa analisis kritis dan penuangan pemikiran orisinal. Nah, bagaimana mungkin calon-calon pemimpin bangsa jarang, bahkan tidak pernah “membaca” Indonesia saat ini?

    Padahal jika dipikirkan betul-betul, menulis merupakan jalan yang lebih bijak sebagai ganti protes dan demo di jalan yang ujung-ujungnya berakhir bentrok. Andai saja banyak mahasiswa yang lebih memilih menulis untuk menghimpun gerakan pemikiran dalam tubuh masyarakat, membuka wawasan dan menyentuh cakrawala yang masih tertutup, niscaya tidak perlu lagi jatuh korban dari aksi-aksi anarkhis.

    Bangsa yang tidak mempunyai budaya membaca buku dan menulis buku, maka akan kehilangan seluruh atau sebagaian sejarah kehidupan bangsa sehingga tidak dapat dipelajari oleh generasi penerusnya. Agar menjadi budaya, membaca buku dan menulis buku harus dilatih setiap hari. Salah satunya di sekolah, dan di dukung oleh lingkungan keluarga. Harus ditanamkan dalam pengertian para calon pemimpin bangsa, bahwa membaca dan menulis adalah salah satu langkah untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahtaraan bangsa.

    Apa yang bisa dilakukan oleh para guru dan dosen untuk menumbuhkan budaya menulis calon pemimpin bangsa ini? Pertama, menumbuhkan kemauan kuat akan menumbuhkan tekad yang kuat. Menumbuhkan budaya menulis salah satunya dengan melakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman para mahasiswa dan siswa, juga dosen dan guru untuk menulis. Menulis tidaklah selalu identik dengan karya ilmiah yang sulit dan formal. Kegemaran menulis dapat ditumbuhkan dengan cara yang lebih menyenangkan, misalnya membuat esai bebas atau menulis di blog.

    Kedua, menekankan kejujuran hati yang akan melahirkan ketulusan berkarya, bebas plagiasi, menuntun kita menulis dengan bebas, mengembangkan pemikiran secara orisinal, tanpa beban, dan apa adanya. Ketulusan dalam menulis dapat menghasilkan sebuah tulisan berkarakter dan natural. Ketiga, adalah memberi kebebasan berpikir agar muncul keberanian mengungkapkan gagasan dan kepercayaan diri yang akan menuntun pada keleluasaan berbahasa , kebebasan mengeksplorasi data dan kosakata dalam menulis. Keempat, menjaga kontinuitas dan terus mengasah kemampuan misalnya menulis pada berbagai kegiatan, koran kampus, mengikuti lomba esai, menulis buku bersama atau mengirimkan tulisan pada media .

    Mencari Wadah Menulis untuk Calon Pemimpin 

    Bisa dibilang, kurangnya wadah untuk menulis bukan lagi menjadi alasan. Saat ini siapapun dapat menulis, dan tulisannya dapat dengan mudah dipublikasikan. Memang dalam sejarahnya, penulis jaman dulu tidak semudah sekarang untuk menulis dalam artian tulisannya bisa dibaca khalayak ramai.

    Menurut Ajip Rosidi (sastrawan dan mantan ketua IKAPI), secara garis besar, usaha penerbitan buku di Indonesia dibagi dalam tiga jalur, yaitu usaha penerbitan buku pelajaran, usaha penerbitan buku bacaan umum (termasuk sastra dan hiburan), dan usaha penerbitan buku agama. Pada tahun 1908, lahirlah penerbit Balai Pustaka yang kita kenal hingga saat ini. Sekitar tahun 1950-an, penerbit swasta nasional mulai bermunculan. Pada tahun 1955, pemerintah Republik Indonesia mengambil alih dan menasionalisasi semua perusahaan Belanda di Indonesia. Kemudian pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha penerbitan buku nasional. Sejak akhir tahun 1965, subsidi bagi penerbit dihapus. Akibatnya, karena hanya 25% penerbit yang bertahan, situasi perbukuan mengalami kemunduran. Pada masa itu penerbitan buku juga melalui sensor dan persetujuan Kejaksaan Agung.

    Sejak pemerintahan Gus Dur, pers mendapatkan kebebasannya dan dunia tulis menulis berkembang pesat. Siapapun berhak mengeluarkan pendapatnya, termasuk dalam bentuk tulisan. Dunia penerbitan pun semakin mudah, kritis dan beragam. Tak hanya melalui penerbit, berbagai situs yang mewadahi tulisan-tulisan lepas seperti Kompasiana dan Blogdetik dapat menjadi sarana seseorang untuk menulis dan langsung dibaca banyak orang tanpa sensor. Kalau menginginkan yang lebih personal, penulis dapat membuat blog pribadi yang telah tersedia secara gratis oleh rumah-rumah blog seperti Multiply atau Blogspot.

    Konvergensi dari komputer, telekomunikasi dan media masa membawa perubahan dengan hadirnya hadirnya berbagai media, gaya hidup baru, tantangan berkarir, perubahan regulasi, isu-isu sosial dan kekuatan baru yang dinamis dalam masyarakat. Konvergensi teknologi itu juga membawa perubahan dalam pengertian proses komunikasi yang terkait dengan trend media saat ini. Dengan munculnya jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya, proses komunikasi tidak lagi hanya diprakarsai oleh sumber atau media tapi oleh penerima komunikasi yang berinteraksi sesamanya.

    Hal lain yang tidak bisa diabaikan adalah segi politik, secara garis besar, trend perubahan teknologi, ekonomi dan politik, berimplikasi terhadap trend perkembangan industri majalah, buku dan suratkabar dalam hal produksi, distribusi. Beberapa tahun terakhir produksi buku di Indonesia meningkat dari berbagai genre, begitu beragam. Penerbitan dan distribusi juga semakin mudah. Begitupun dengan perkembangan majalah. Segmentasi beragam mengikut usia, hobi,- hadirnya web ‘zines’, genre: investigasi, digest, majalah berita dan majalah bergambar. Sedangkan untuk suratkabar, saat ini produksi bisa dilakukan dengan komputerisasi dan cetak jarak jauh, juga diramaikan dengan hadirnya edisi internet untuk suratkabar, lebih personal.

    Selain itu, seperti dijelaskan Jacob Utama (2001), pers dalam suatu negara akan selalu dipengaruhi oleh pikiran dasar dan orientasi pokok yang sedang berlaku dalam masyarakatnya. Pers Indonesia juga terbawa oleh orientasi pembangunan. Pers tidak hanya melaporkan pembangunan, namun juga diharapkan pendapat dan sumbangan pemikirannya tentang model pembangunan.

    Media internet dapat menggabungkan kelebihan media cetak dalam hal ketahanan informasi dan media elektronik yang cepat dalam menyampaikan isi berita. Mengikuti tantangan zaman itulah, kemudian hadir pula versi online beberapa suratkabar seperti Bisnis Indonesia, Kompas, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia, dan Sinar Harapan. Sedangkan untuk majalah online telah hadir Femina, Gatra, Gamma, Cosmopolitan, Tempo dan lain-lain.

    Kelompok-kelompok penulis yang kemudian bermunculan menjadi penghubung antara penulis senior dengan penulis-penulis baru. Forum Lingkar Pena adalah salah satunya. Penulis muda, bahkan penulis anak-anak pun banyak meramaikan toko buku dengan buku-buku mereka, misalnya novel teenlit dan buku dari kelompok kecil-kecil punya karya.
    Lomba-lomba menulis essay dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta juga merupakan ajang penggodokan kemampuan menulis calon pemimpin. Dalam kegiatan tersebut, luasnya wawasan dan pola pikir diuji. Selain lomba, tentu saja calon pemimpin dapat menulis secara mandiri, melalui blog pribadi, situs media maupun media cetak. Berbagai sarana dan media menulis tersebut di atas selayaknya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang ingin menjadi pemimpin bangsa ini untuk menuangkan pemikirannya, menanamkan pola-pola pembangunan sedari awal, memperkenalkan konsep kebangsaan dari berbagai aspek kehidupan dan dari unsur sekecil-kecilnya. Persiapan menjadi pemimpin bangsa tidaklah singkat dan mudah. Banyak para calon pemimpin yang muncul mendadak menjelang pemilu, sementara rakyat tidak terlalu mengenal sosoknya.

    Melalui tulisan, seharusnya calon pemimpin tersebut dapat memperkenalkan dirinya, visi dan misinya kelak. Melalui tulisan juga pemimpin dapat menjalin hubungan yang lebih akrab dengan rakyat.
    Sudahkah calon-calon pemimpin kita menulis, dalam bentuk buku, artikel, kolom atau setidaknya dalam blog pribadi yang dapat dibaca oleh masyarakat? Atau, kita berharap dari blogger-blogger muda, novelis, kolumnis dan penulis lainnya yang sekarang ini bermunculan, ada seorang pemimpin berkualitas di masa depan? Semoga.

    Daftar Pustaka

    http://esqmagazine.com/pendidikan/2010/07/08/rendah-minat-baca-anak-indonesia.html
    http://guskar.com/2010/02/07/buku-buku-gus-dur/ www.hsutadi.blogspot.comhttp://htanzil.multiply.com/journal/item/28/Soeharto_Dalam_Dunia_Bukuhttp://id.wikipedia.org/wiki/Bacharuddin_Jusuf_Habibie#Karya_Habibie http://indonesiabuku.com/?p=6439 www.kiki.dagdigdug.com/2009/05/08/miskinnya-budaya-intelektual-mahasiswa/http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/04/10/105170/19/Budaya-Menulis-Mencegah-Penjiplakan http://wijayalabs.blogdetik.com/2009/02/01/kepemimpinan-sby/ http://yayasanbungkarno.or.idUtama, Jacob. (2001) “Pers Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat yang Tidak Tulus”. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

    Tulisan ini meraih juara Harapan 2 kategori Umum
    http://forumlingkarpena.net/2010/10/pengumuman-pemenang-lomba-menulis-esai-kepemimpinan-pemuda-dan-penghargaan-penulis-artikel-kepemudaan-kerja-sama-kementerian-pemuda-olahraga-ri-dengan-flp-tahun-2010/



  12. JAMINAN SOSIAL UNTUK GURU SWASTA DAN HONORER

    November 23, 2011 by murtiyarini

    Oleh : Murtiyarini
    Radar Bogor 23 November 2011 / Gagasan

    Terdapat 4 macam jaminan yang ditentukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), TASPEN (Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri), ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), dan ASKES (Asuransi Kesehatan Indonesia).

    Berbeda dengan TASPEN, ASABRI dan ASKES yang diperuntukkan kepada Pegawai Negeri Sipil, JAMSOSTEK adalah program jaminan sosial berdasarkan funded social security, didanai oleh peserta dan terbatas pada para masyarakat pekerja di sektor formal yaitu karyawan-karyawan perusahaan swasta, namun tidak termasuk di dalamnya pekerja-pekerja sektor informal seperti wiraswasta dan industri rumah tangga. Dalam meningkatkan jumlah kepesertaannya, PT. JAMSOSTEK terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan tentang beberapa undang-undang terkait tenaga kerja, misalnya UU jaminan sosial dan tenaga kerja, UU kesehatan, dan UU ketenagakerjaan serta mempromosikan program-programnya yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dan program renovasi rumah. Sosialisasi ini penting mengingat masih rendahnya kesadaran masyarakat pekerja atas haknya sebagai peserta JAMSOSTEK.

    Sebagai wujud peran serta dalam upaya pencerdasan bangsa, PT JAMSOSTEK (Persero) menyelenggarakan program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) dalam bidang pendidikan. Konkretnya, DPKP ini berupa pemberian beasiswa prestasi bagi anak tenaga kerja peserta Jamsostek dalam jangka waktu 12 bulan, dengan rincian Tingkat SD -SLTP Rp 150.000,-/ bulan dan Tingkat SLTA – Perguruan tinggi sebesar Rp 200.000,-/ bulan. Akumulasi penyaluran dana beasiswa anak pekerja JAMSOSTEK dari tahun 2006 – 2010 telah mencapai Rp. 96,505 miliar kepada 132,825 anak di 121 Kantor Cabang JAMSOSTEK. Tahun 2011 ini PT JAMSOSTEK memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia dalam penyerahan beasiswa senilai Rp29,4 miliar bagi 12.250 pelajar dan mahasiswa anak dari peserta JAMSOSTEK.

    Namun perlu diingat, masih ada pilar pendidikan yang belum menikmati jaminan sosial baik dari JAMSOSTEK maupun dari ketiga jaminan sosial lainnya, yaitu tenaga pendidik honorer dan tenaga pendidik swasta. Mereka tidak mendapatkan jaminan sosial karena tidak berstatus PNS dan tidak memiliki payung hukum yang jelas. Dalam Undang Undang (UU) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan tunjangan kemaslahatan pemerintah baru disediakan untuk guru-guru PNS.

    Saat ini pemerintah mengeluarkan tunjangan fungsional untuk guru swasta Rp.250.000/bulan, namun jumlah tersebut dirasa masih terlalu kecil. Menurut data yang ada di Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) saat ini jumlah tenaga pendidik swasta di Indonesia mencapai 700 ribu orang. Terjadinya penambahan guru ini cukup menggembirakan karena memperlancar proses belajar mengajar. Namun dikuatirkan jumlah yang besar ini ini akan berpengaruh pada program tunjangan guru swasta yang biasanya diberi pemerintah, dengan kata lain nilai tunjangan yang diterima guru berkurang dari biasanya karena jumlah pembaginya lebih besar. Oleh karena itu, apabila pemerintah belum menaikkan status mereka menjadi tenaga pendidik negara, selayaknya ada jaminan sosial bagi tenaga pendidik meliputi jaminan layanan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.

    Kondisi lebih parah dialami oleh guru di perbatasan dan daerah karena sulitnya mendapat tunjangan. Ada 400 guru Kabupaten Nunukan (Kalimantan) yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia dan hanya 8 orang di antaranya yang mendapatkan tunjangan. Di Pulau Marore, perbatasan RI-Filipina para guru perlu lebih dari 2 tahun menunggu tunjangan seperti yang dijanjikan pemerintah pada tahun 2009 lalu. Sementara sejumlah guru yang mengajar di Senaning, perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sempat melakukan aksi mogok mengajar karena tertundanya pembayaran tunjangan guru perbatasan tahun 2011. Kasus-kasus tersebut di atas menjadi ironis dengan niat pemerintah untuk memperkuat pendidikan di daerah perbatasan.

    Tak jauh beda nasibnya, guru honorer di Indonesia belum berkesempatan mendapatkan tunjangan ataupun jaminan sosial. Bahkan besaran gajinya sangat variatif di tiap daerah, bahkan antara yayasan berbeda di daerah yang sama. Tidak semua guru honorer beruntung mendapatkan gaji sama atau diatas standar upah minimum. Meskipun pada tahun 2010 telah dilakukan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS dan penghentian rekruitmen tenaga honorer, namun kenyataannya masih banyak tenaga honorer yang tersisa. Tahun 2011 jumlah tenaga honorer di Indonesia adalah 67ribu, diantara adalah guru. Menurut data Persatuan Guru Republik Indonesia pada 2011 jumlah guru honorer yang akan dinaikkan statusnya menjadi PNS mencapai 160.000 orang. Kemudian, pada 2012 jumlah guru honorer yang akan mengikuti seleksi CPNS mencapai 720.000 orang. Tampaknya gelar pahlawan tanpa tanda jasa semakin lekat pada guru-guru honorer.

    Dimana posisi JAMSOSTEK dalam hal ini ? Sebagai upaya mendukung kemajuan pendidikan nasional dan meningkatkan kecerdasan bangsa dengan memberikan dukungan langsung pada upaya peningkatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan keluarganya diharapkan langkah ke depan PT JAMSOSTEK dapat meningkatkan kepesertaan dari tenaga-tenaga pendidik non PNS. Untuk itu PT JAMSOSTEK akan banyak memerlukan penyesuaian terkait status guru swasta dan honorer yang masih abu-abu dan terkait besaran gaji dan honor yang sangat variatif. PT. JAMSOSTEK harus gencar melakukan sosialisasi program-program jaminan ke yayasan-yayasan pendidikan swasta maupun sekolah negeri yang masih mempekerjakan guru honorer serta melakukan “negosiasi” dengan menggandeng Pemerintah maupun Yayasan untuk menentukan bentuk program yang sesuai untuk tenaga pendidik swasta dan honorer, khususnya guru.

    Tulisan ini telah dimuat di Radar Bogor, 23 November 2011,
    dan diikutkan dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik JAMSOSTEK 2011, serta memenangkan juara 2 kategori umum.



  13. Apa Kabar Pos Indonesia ?

    November 12, 2011 by murtiyarini

     Apa kabar Pos Indonesia ? Dalam rangka promosi dan menjaring masukan dari seluruh rakyat Indonesia, PT Pos Indonesia menggelar lomba artikel jurnalistik.  Saya tertarik mengikutinya karena memang sedari usia 10 tahun saya sudah berkenalan dengan korespondensi sahabat pena, sehingga sangat familiar dengan kantor pos dan benda-benda pos lainnya.

     Masih ingat, dulu saya sering mendapat kiriman uang saku dari kakak saya yang bekerja sebagai dosen di Universitas Sriwijaya.  Tahun 1990 an, nilai wesel 10.000 sangatlah besar artinya. Lha kalau sekarang ? hehehe…itulah perubahan jaman.

    Oke, hasilnya artikel saya yang dimuat di Radar Bogor 12 November 2011 ini tidak memenangkan peringkat apapun, tapi artikel ini sangat unik karena inilah kali pertama dimuat di koran (sebelumnya baru di majalah dan tabloid)

    (Radar Bogor, 12 Nov 2011)

    Sejak berdirinya, Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone), kemudian menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel), pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

    Dalam usianya lebih dari 2,5 abad, tepatnya 265 tahun pada 26 Agustus 2011, PT.Pos Indonesia (Persero) dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan paradigma komunikasi dan pengiriman. Dua dekade terakhir, internet dan seluler telah mengguncang dunia telekomunikasi dan tentu saja sangat berpengaruh pada Pos Indonesia dengan model komunikasi surat menyurat.

    Untuk surat atau berkas penting yang harus dikirimkan dalam bentuk fisik, terdapat banyak jasa pengiriman yang menjanjikan ketepatan waktu, jangkauan dan keamanan barang kiriman, menjadi pesaing Pos Indonesia. Orang tidak lagi menaruh kepercayaan pada bus surat yang terdapat di tepi jalan. Kantor pos dulu juga hanya terdapat di kecamatan-kecamatan, sementara jasa kurir lain telah membuka banyak agen dan cabang, bahkan dalam satu kompleks perumahan bisa terdapat lebih dari satu agen. Satu lagi tantangan Pos Indonesia, jasa pengiriman uang wesel pos yang dulu masih sangat sederhana, membuat orang beralih ke jasa transfer bank yang juga telah memperbanyak cabang hingga daerah.

    Lantas bagaimana strategi PT. Pos Indonesia menghadapi tantangan tersebut diatas? Dalam program penyehatan, secara umum Pos Indonesia melakukan langkah strategis yaitu fokus pada 3 core bisnis (bisnis mail, bisnis logistik dan bisnis jasa keuangan), penguatan kemampuan infrastruktur dan IT sehingga mampu menciptakan sistem jaringan operasi yang akurat, cepat dan efisien, perbaikan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan sistem keuangan dan manajemen risiko.
    Pos Indonesia kini memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, Pos Indonesia merupakan BUMN dengan jejaring terluas di Indonesia memiliki 3.792 Kantor Pos dan 1.811 Mobil Pos yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini terdapat 4.006 Kantor Pos dan Mobil Pos yang sudah dilengkapi dengan teknologi secara on-line.

    Meskipun masih banyak menggunakan gedung warisan Belanda, kantor pos besar di kota-kota telah melakukan modernisasi loket dengan pengadaan sarana dan peralatan penunjang komputer, jaringan internet, timbangan elektronik untuk paket pos, timbangan surat, mesin cap dan mesin hitung uang Begitu juga dengan kantor-kantor pos di tingkat kecamatan. Modernisasi loket ini bertujuan untuk mening¬katkan mutu dan efisiensi pelayanan serta memperluas kesempatan untuk melakukan diversifikasi jenis pelayanan.

    Armada mobil keliling yang dilengkapi dengan sistem teknologi telekomunikasi yang baik telah memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai pembayaran hanya dari satu lokasi. Peningkatan pelayanan Pos Indonesia, didukung dengan tarif yang termurah diantara jasa pengiriman lainnya, serta jangkauan yang luas ke pelosok negeri menjadikan Pos Indonesia sebagai ‘idola’ masyarakat. Metode ‘jemput bola’ mobil keliling PT Pos Indonesia berhasil meningkatkan kembali jumlah pelanggan. Melalui mobil Pos ini masyarakat dapat melakukan berbagai pembayaran tagihan seperti listrik, telepon, air, pajak, kredit sepeda motor, kredit rumah (BTN), TV kabel, pembelian tiket kereta api, benda pos, pengiriman wesel melalui Western Union dan transaksi lainnya sesuai kebijakan PT Pos Indonesia di cabang masing-masing.

    Gencarnya pengembangan salah satu core bisnis jasa keuangan juga semakin memposisikan Pos Indonesia sebagai agen sistem pembayaran nasional yang terunggul dibanding agen-agen lainnya dikarenakan jaminan Pos Indonesia dalam penyiapan/ ketersediaan dana di seluruh Kantor Pos. Sebagai contoh sejak tahun 2001, Pos Indonesia dan Western Union telah berhasil melayani pengiriman uang senilai US$ 3,26 milyar baik secara internasional dari dan ke Indonesia, maupun transfer domestik dalam negeri. Jenis layanan bisnis jasa keuangan pos adalah remittance, pospay, bankchanneling, fund distribution (sektor penyaluran dana pemerintah dan BUMN). Pos Indonesia juga telah dipercaya sebagai tempat pembayaran pajak, terlihat dari persentase tertinggi nilai pajak yang dibayarkan melalui Pos Indonesia yaitu mencapai 70 persen.

    Di usia lebih dari dua setengah abad, Pos Indonesia telah mendapatkan citra sebagai “one stop service” yang mampu melayani masyarakat hingga ke pelosok daerah di Indonesia.



  14. Mencari Cahaya Kunang-kunang

    November 4, 2011 by murtiyarini


    Oleh : Murtiyarini

    Sulit bagi saya untuk bercerita kepada anak-anak tentang bagaimana bunyi jangkrik atau indahnya cahaya kunang-kunang di malam hari. Anak-anak saya melihat gambaran kedua serangga itu, dan keunikan serangga-serangga lainnya hanya dari buku. Pada akhir pekan, kerap saya bawa anak-anak ke tempat terbuka untuk melakukan eksplorasi serangga, dengan alat kamera digital dan buku gambar untuk merekam keindahannya. Lumayan, setidaknya kami masih menjumpai beberapa jenis kupu-kupu, barisan semut di ranting, seekor kepik di balik daun, dan lebah yang berputar-putar di kelopak bunga.
    Jika ditanya tentang serangga, yang ada dibenak anak-anak sekarang mungkin adalah lalat, nyamuk, kecoa dan wereng. Serangga-serangga tersebut berkonotasi negatif, dikenal sebagai vektor penyakit dan hama tanaman. Padahal serangga adalah spesies paling banyak ragamnya di alam ini, dengan manfaat yang tak kalah besarnya.
    Di dunia, dikenal lebih dari 900.000 jenis spesies serangga, menduduki 80% dari total spesies makhluk hidup di bumi ini. Jumlah tersebut masih ditambah dengan jenis spesies yang belum dinamai. Serangga juga menduduki biomasa terbesar dari dunia fauna (i).
    Serangga penting untuk menyehatkan habitat tropis. Peran mereka sebagai pemecah unsur organik, membantu penyerbukan bunga sehingga tanaman dapat berbuah, dan sebagai salah satu mata dalam rantai makanan. Ketiadaan atau berkurangnya serangga di alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
    Lalu kemana perginya serangga-serangga yang unik dan indah itu? Mengapa serangga kini seolah tak bersahabat dengan manusia? Benarkah mereka jahat kepada manusia? Ataukah manusia yang telah mengusik keseimbangan hidup mereka?Empat belas tahun silam, ketika saya belajar tentang Entomologi, ilmu yang mempelajari serangga, dunia belum begitu banyak membahas tentang perubahan iklim dan pemanasan global. Seiring dengan perubahan yang terjadi pada iklim dunia, makhluk kecil yang kerap diremehkan ini pun mengalami perubahan dalam pola kehidupannya.
    Pengaruh perubahan iklim pada serangga
    Banyak spesies serangga tropis, di antaranya kupu-kupu, sangat rentan pada perubahan suhu karena mereka terbiasa pada suhu yang konstan sepanjang tahun. Perubahan suhu 1-2 º C saja dapat mengganggu fungsi fisiologinya yang kemudian menyebabkan terganggunya kehidupan serangga, serta berujung pada kepunahan (ii). Serangga tropis, seperti halnya beruang kutub, bisa menjadi dua diantara spesies-spesies yang segera punah pada abad ini. Kehilangan yang lebih besar dan berkurangnya keanekaragaman serangga tercatat selama terjadinya pemasanan global (iii).Populasi musuh alami dan serangga inang mungkin merespon dengan berbeda perubahan suhu ini. Serangga yang berlaku sebagai musuh alami biasanya mempunyai sifat yang lebih rentan dan sulit beradaptasi, sedangkan serangga hama biasanya lebih tahan dan mudah beradaptasi (iv). Jumlah musuh alami akan turun, sebaliknya, peningkatan suhu bumi mendorong pertumbuhan serangga hama yang cepat dan tidak mengalami diapauses sehingga fase larva atau pupa lebih singkat sehingga menghindarkan dirinya dari predasi dari musuh alami yang umum menyerang pada kedua fase rawan tersebut. Pertumbuhan populasi serangga hama yang cepat menjadikan tingkat serangan lebih tinggi. Hal ini menjadi alasan mengapa akhir-akhir ini perubahan iklim berdampak pada ledakan hama, pada daerah tropis yang biasanya iklim cenderung konsisten (v)
    Pemanasan global yang diiringi dengan peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. Beberapa peneliti menemukan peningkatan CO2 berpotensi berpengaruh penting pada serangga terkait dengan komposisi nutrisi tanaman inang. Pada awal musim tanam, kedelai tumbuh dengan peningkatan CO2 atmosfer 57% akan menghasilkan buah yang lebih banyak kandungan gulanya, sehingga pola makan serangga berubah menjadi semakin banyak(iv). Selain itu, peningkatan CO2 pada tanaman menyebabkan rasio N lebih rendah, sehingga serangga perlu lebih banyak memakan tumbuhan untuk mencukupi kebutuhan akan Nitrogen. Akibatnya, kerusakan tanaman menjadi lebih banyak terjadi (vi).
    Peningkatan suhu dapat menyebabkan penyebaran serangga secara horizontal dan vertikal, khususnya spesies yang mempunyai kisaran inang yang luas, misalnya serangga hama tanaman kehutanan (iii). Pemanasan global , yang biasanya diikuti dengan banjir dan kekeringan, berdampak pula pada penyebaran epidemik penyakit di area yang tidak diduga sebelumnya oleh ahli kesehatan dunia. Iklim juga mempengaruhi perubahan arah angin dan tentu saja berpengaruh pada perpindahan serangga. Jika seekor serangga adalah vektor penyakit, maka dia akan menularkan penyakit ke tempat baru. Nyamuk, lalat, dan serangga vektor penyakit lainnya bertahan selama musim dingin dan memperluas jangkauannya membawa sumber penyakit dalam tubuhnya. Malaria bergerak ke daerah tinggi untuk di Afrika and America latin. Kolera juga tumbuh di samudra yang panas. Demam berdarah dan penyakit Lyme bergerak ke arah utara. Hal ini diduga oleh para ilmuwan karena terjadinya resistensi antibiotik, kesalahan sistem kesehatan masyarakat, pergerakan populasi dan cuaca yang tidak menentu (vii).
    Semua contoh diatas menggambarkan bagaimana serangga bereaksi terhadap perubahan iklim dan berpotensial mengembangkan adaptasi fisiologi dan tingkahlaku. Hal ini juga mengarah pada perubahan genetis dalam sebuah populasi.

    Bersahabat dengan serangga

    Dahulu kala, ketika semua berjalan demikian alami, keberadaan serangga adalah penyeimbang ekosistem. Ketika hutan banyak ditebang, dan kayunya digunakan untuk pemukiman manusia, kemanakah rayap-rayap hutan itu mencari makan? Ketika populasi kodok kehilangan rumahnya, berganti dengan pemukiman, maka populasi nyamuk semakin banyak. Ketika tumpukan sampah kian menggunung tanpa tahu akan diapakan lagi, maka jumlah lalat, nyamuk dan kecoa kian merisaukan. Ketika pertanaman sudah menjadi monokultur padi, serangga musuh alami kehilangan habitatnya, dan wereng yang semula bisa ditolerir populasinya, kini menjadi kian ganas menyerang padi. Ketika taman-taman berganti dengan mal dan pertokoan, maka kunang-kunang, kupu-kupu dan kepik yang cantik hanya ada dalam bentuk duplikatnya. Anak-anak kita sudah tidak lagi bisa melihat wujud aslinya.
    Lalu bagaimana mengatasi hama-hama yang tak lagi bersahabat dengan kita? Haruskah kita keluarkan uang untuk membeli racun yang konon ampuh? Benarkah ampuh? Racun serangga tak hanya membunuh hama, melainkan juga membunuh serangga yang bermanfaat seperti lebah, kupu-kupu dan serangga yang berlaku sebagai musuh alami. Racun-racun itu hanya mengatasi masalah sementara, hanya membunuh sedikit serangga yang tampak oleh kita, namun tanpa kita sadari, serangga yang lolos dari maut akan membentuk gen kekebalan baru dan menurunkan pada generasi selannjutnya. Teknologi jalan pintas hanya akan berkejaran dengan adaptasi serangga hama. Masalah tidak akan pernah berujung.
    Mengapa manusia tidak menurunkan kesombongan dan keserakahan? Memulai bersahabat dengan alam, dengan segenap isinya, merupakan cara bijak untuk mengembalikan keseimbangan alam. Pertanian dengan cara-cara alami, dapat mempertahankan ekosistem lahan sebelumnya. Setiap tindakan yang ramah alam akan membantu ekosistem dalam menjaga rantai-rantai dalam jejaring makanan. Menjaga habitat musuh alami sehingga populasinya cukup penting untuk meredam keganasan serangga hama. Dalam lingkungan domestik, dapat dilakukan pengurangan penggunaan racun serangga. Manajemen lingkungan yang sehat dan bersih adalah cara-cara ramah alam dalam mengatasi masalah hama pemukiman.
    Ramah terhadap serangga bisa dimulai dari hal terkecil di lingkungan terdekat kita, antara lain sebagai berikut :

    1. Menjaga kebersihan rumah sehingga mengurangi populasi kecoa, lalat dan nyamuk. Kita tak perlu terburu-buru menyemprotkan racun serangga di sudut-sudut rumah kita. Racun serangga tak hanya akan mengotori udara, tetapi juga bisa membahayakan saluran pernapasan keluarga.
    2. Menghijaukan lingkungan rumah. Jika tidak ada lahan, bisa dimulai dari tanaman pot. Bayangkan, jika kita mempunyai bunga-bunga indah di pot, dan kupu-kupu berdatangan di pagi hari. Indah bukan?
    3. Memberikan pendidikan kepada anak-anak kita tentang manfaat serangga, serta menanamkan paham bahwa serangga lebih banyak mendatangkan manfaat apabila kita bersahabat dengan mereka.
    4. Segala tindakan “hijau” seperti mengurangi penggunaan aerosol, parfum, dan air conditioner, hemat bbm, hemat listrik, hemat air, mengurangi penebangan pohon, penghijauan, serta manajemen sampah dan banyak lagi, akan sangat berarti untuk pemulihan kondisi bumi, dan tentu saja akan berimbas positif pada konservasi serangga.

    Perubahan sekecil apapun di bumi ini akan mencari keseimbangan. Satu spesies bertambah jumlahnya, sementara spesies lain terancam punah, tetapi lambat laun mereka menemukan keseimbangan ekosistem. Masalahnya, tidak ada yang dapat memastikan kapan keseimbangan itu terbentuk. Jika kerusakan terus terjadi, iklim terus berubah dan bumi terus memanas, ke arah mana kehidupan ini akan bermuara?
    Tidak heran, jika saat ini malam-malam kita lebih banyak mendengar dengungan nyamuk daripada melihat cahaya kunang-kunang. Mari, kita jaga bumi ini, salah satunya, agar cahaya kunang-kunang kembali.

    Referensi:

    (i) http://www.si.edu/Encyclopedia_SI/nmnh/buginfo/bugnos.htm
    (ii) Connor, Steve. 2008. Insects ‘Will Be Climate Change’s First Victims’. http://www.independent.co.uk/news/science/insects-will-be-climate-changes-first-victims-821616.html
    (iii) Climate Change And Insect Distribution. http://www.biology-online.org/kb/article.php?p=forests-climate-change—lessons/climate-change-insect-distribution
    (iv) Climate Change Effect on Insect and Pathogens. http://www.climateandfarming.org/pdfs/FactSheets/III.2Insect.Pathogens.pdf
    (v) Hebden, Sophie . 2005. Climate Change Could Disrupt Natural Pest Control. http://www.scidev.net/en/news/climate-change-could-disrupt-natural-pest-control.html
    (vi)Climate Change And Host-Insect Interactions. http://www.biology-online.org/articles/forests-climate-change—lessons/climate-change-host-insect-interactions.html
    (vii)Climate Change Drives Disease To New Territory. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/05/04/AR2006050401931.html

    Gambar dari

     

     

     

     



  15. Menggagas Keindonesiaan Modern di Ancol (Lomba Jurnalistik Ancol)

    November 4, 2011 by murtiyarini

    Ide-ide kritik dan saran terkait keinginan Taman Impian Jaya Ancol sebagai tempat rekreasi yang dapat meningkatkan nasionalisme bangsa Indonesia dapat dibaca di link berikut :

    http://www.mediaindonesia.com/citizen_read/974

    Intinya, bagaimana membuat pengunjung Ancol bangga sepulangnya dari sana, sama bangganya seperti baru pulang dari Disneyland.  Kebanggaan masyarakat Indonesia akan pulau Bali meningkat ketika mancanegara mengakuinya sebagai tempat wisata favorit.  Apa yang disukai Bule akan meningkatkan prestise di hati masyarakat, tidak dipungkiri, kiblat kita masih ke barat.

    Bagi bule, kecanggihan ala Ancol bukan hal baru.  Jadi kenapa tidak Ancol membuat wahana-wahana unik khas Indonesia, misalnya terinspirasi dari Danau Toba, Bendungan Sigura-gura, Ikan hiu di Laut India dan sebagainya. Tentu saja dengan penamaan-penamaan unik khas Indonesia. Selama ini beberapa wahana di Ancol telah menggunakan nama khas Indonesia yang cukup melekat di hati masyarakat.