RSS Feed

‘Lomba’ Category

  1. Khasiat Cranberry dalam Prive Uricran Atasi Anyang-anyangan

    May 4, 2017 by murtiyarini

    prive Uri-Cran

    Khasiat Cranberry dalam Prive Uricran Atasi Anyang-anyangan

    Wanita masa kini  banyak aktivitasnya dan super sibuk. Ada yang menjadi ibu rumah tangga dengan segala kesibukannya dari subuh hingga malam, ada yang menjadi pekerja kantoran yang tak kalah sibuk. Kesibukan sudah melekat dalam diri wanita masa kini.  Sayangnya, kesibukan ini sering kali menyebabkan para wanita lupa untuk menjaga kesehatannya, salah satunya adalah kesehatan saluran kemih. Bayangkan, sibuk bekerja sampai lupa minum atau enggan pipis. Ntar-ntar aja gitu. Tanpa disadari, terjadi penumpukan air seni pada saluran kemih dan menyebabkan terjadi infeksi saluran kemih. (more…)



  2. Glorimelamine.com Produsen Peralatan Makan Industri Horeka Terbaik di Indonesia

    December 3, 2016 by murtiyarini

    Glorimelamine.com Produsen Peralatan Makan Industri Horeka terbaik di Indonesia.

    Mohon maaf jika artikel ini telah berubah. Sebelumnya ini adalah artikel yang memjadi Juara 3 lomba blog SEO glorimelamine .

    Pemenang diumumkan pada bulan Maret 2017. Saya segera mengirimkan email. Namun hingga april tidak mendapatkan respon. Hadiahpun tidak cair. Lalu saya mengirim ulang email dan menghubungi melalui whatsapp. Pesan hanya dibaca dan tidak dijawab sama sekali. Akhirnya 9 mei 2017 saya mengirimkan pertanyaan via komentar di facebook dan baru dijawab. Saya dinyatakan telat mengirimkan konfirmasi pemenang.

    Baik. Setidaknya akhirnya ada jawaban. Saya hanya butuh jawaban. Jika memang hadiah tidak bisa saya terima, berarti kemenangan saya dianulir.

    Dengan demikian saya menurunkan postingan yang saya lombakan, karena itu adalah bentuk promosi glorimelamin, dan saya tidak mendapat kompensasi apapun dari kemenangan lomba SEO.

    Agar halal bagi siapapun yang akhirnya memanfaatkan uang Rp. 500.000 dan trophy, dengan ini saya nyatakan saya ikhlas dan menyedekahkan hadiah tersebut kepada panitia lomba. Semoga bermanfaat.

    Salam, Murti (more…)



  3. Inilah 8 Blogger Punya Cerita Paling Dilema

    December 2, 2016 by murtiyarini

    Halo, tiba saatnya mengumumkan pemenang Lomba Blog Dilema.

    Telat 2 hari dari jadwal yang saya janjikan. Mohon maaf sebesar-besarnya akan hal ini.

    Setelah memilih dari 40 peserta yang mendaftar, saya memilih 8 cerita ini sebagai pemenang dengan kriteria :

    • Keunikan Ide dan kedalaman cerita
    • Cara penyampaian yang mudah dipahami
    • Ada langkah yang diambil baik terselesaikan ataupun masih menggantung.

    Semuanya dinilai secara kualitatif.

    Pemenang Lomba Blog DILEMA adalah :

    Juara 1 : Dito Anurogo , “Simalakama Kehidupan

    Juara 2 : Rudi G. Aswan, “Jangan Berhenti Ketika Dilema Melanda”

    Juara 3 : Herva Zulyanti “Antara DLK dan Keluarga”

    Juara harapan :

    1. Julia “Kuliah di Daerah atau di Luar Daerah”
    2. Monika Oktora, “Akhirnya Selesai, Tapi…”
    3. Rodame Napitupulu, “Dilema Menantu Yang Merantau”
    4. Diah Kusumastuti, “Antara Blogger Gathering dan Anak Balita”
    5. Rina Susanti, “Living in The Village”

    Selamat kepada para pemenang.

    Terimakasih kepada seluruh peserta.

    Sampai jumpa pada Lomba Blog berikutnya di www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id

    Salam.



  4. Lomba Blog “DILEMA”

    October 18, 2016 by murtiyarini

    20161005_195936

    Pengumuman Lomba Blog “DILEMA” di www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id

    Terinspirasi dari cerita Rudy Habibie dalam mengambil keputusan antara memilih tetap tinggal di Jerman sebagai warga negara kehormatan atau kembali ke tanah air, saya memilih tema “Dilema” dalam lomba blog kali ini.

    Pastinya kita sebagai manusia pernah mengalami dilema, yaitu kondisi dimana harus memilih satu dari dua atau lebih pilihan yang sama-sama baik. Misalnya, pengen kuliah di jurusan A atau B, pilih calon suami C atau D, dan sebagainya. Eaaa, pada kesempatan ini silakan curhat apa saja yang menurut kamu penting untuk diceritakan dan bisa membawa nilai moral bagi pembaca. Apapun ada nilai moralnya kok, jadi jangan merasa cerita kamu sepele.

    Oiya, lomba kali ini tidak ada sponsor dan saya tidak menerima sponsor. Karena itu harap maklum kalau hadiahnya secara nominal tidak terlalu besar, tapi Insya Allah bermanfaat.

    Jadi ikutan ya, kapan lagi nih ikut lomba tanpa menyebut “merk sponsor” hehehe.

     

    Caranya :

    1. Tema lomba blog kali ini adalah tentang “Dilema”
    2. Ceritakan tentang pengalamanmu saat terjebak dalam dilemma, harus memilih satu dari dua atau lebih pilihan yang sama-sama baik. Apa yang menjadi pertimbanganmu dalam memilih sehingga membuat keputusan tersebut? Dan apakah hasilnya berjalan sesuai harapan?  Cerita boleh dikemas secara lucu, seru maupun mengharukan. Apapun ceritamu, semoga bisa membawa inspirasi dan manfaat bagi pembaca.
    1. Tulisan berupa kisah nyata, berdasar pengalaman, namun peserta diperkenankan menambahkan kalimat tambahan untuk bumbu cerita sehingga cerita menjadi nyaman dibaca dan bermakna.
    2. Panjang tulisan minimal 400 kata.
    3. Tulisan yang diikutkan boleh baru atau repost dari tulisan lama dengan penanggalan baru.
    4. Tulisan adalah karya asli peserta.
    5. Satu peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 tulisan.
    6. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Lomba Blog “DILEMA” yang dihubungkan pada blog www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id selama lomba berlangsung.
    7. Daftarkan tulisan pada link berikut https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc9ZZbkVSw2P1ZlSTkpvLbDe6mrctTQmtN9CmhtR5IuGYRdyA/viewform?c=0&w=1
    8. Share cerita kamu di twitter dan facebook dengan hestek #CeritaDilema
    9. Nama peserta akan diupdate sehari setelah penutupan pendaftaran.
    10. Lomba berlangsung mulai 18 Oktober – 18 November 2016
    11. Pengumuman Pemenang 30 November 2016 melalui instagram @murtiyarini dan twitter @arin_murti
    12. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Inspirasi, keseruan dan kenyamanan cerita versi selera saya tentunya. Juri adalah saya pribadi dan Juri tamu
    13. Keputusan juri bersifat mutlak.

     

    Hadiahnya :

    Juara 1             : Buku “Habibie” dan uang tunai Rp. 100.000

    Juara 2             : Buku “Moh. Hatta” dan uang tunai Rp. 100.000

    Juara 3             : Buku “Rudy Habibie” dan uang tunai Rp. 100.000

    5 Juara harapan: @ 1 Buku “Rudy Habibie”

    Yuk, saya tunggu curhatnya

    Buku Habibie untuk Lomba BlogMohammad Hatta untuk lomba blog

    Rudy Habibie untuk lomba blog

     

     



  5. Ini Dia Cerita Piknik Terbaik

    October 20, 2015 by murtiyarini

    Setelah menimbang dari 228 karya yang masuk, inilah cerita-cerita  terbaik.

    Penilaian berdasarkan keunikan ide, alur cerita, dan hikmah dibaliknya.

    Pemenang Voucer menginap

    Pemenang uang tunai Rp. 300.000 dan boneka horta

    Pemenang Merchandise dari Padjadjaran Suite

    Pemenang Novel Cinderella dari Leyla Hana

    Pemenang Sandal dari Dwina

    Pemenang Merchandise dari IPB

    Pemenang merchandise dari Mutiah Ohorella

    Pemenang Abon Jambrong Unia dari Kartina Ika Sari

    Pemenang Pulsa dari EmakGaoel (Winda Kresnadefa)

    Pemenang Florida Hijab dari Ety Abdoel

    Selamat kepada pemenang dan terimakasih kepada seluruh peserta, sponsor dan donatur.

    Hadiah akan dikirim secara bertahap ke alamat yang telah didaftarkan.

    Hadiah voucher diskon dari pihak hotel akan dikirimkan langsung oleh Padjadjaran suite melalui email. Mohon bersabar. Sekali lagi terimakasih.

    piknik



  6. Lomba Blog “Piknik Itu Penting”

    September 2, 2015 by murtiyarini

    banner lomba blog piknik

    Lomba Blog “Piknik Itu Penting” di www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id

    Halo teman-teman se Indonesia,

    Sering dengar ungkapan “Kurang Piknik” ? Ungkapan itu akhir-akhir ini mengacu pada kondisi emosional seseorang yang sensitive, emosi, sehingga mengakibatkan pada berperilaku yang dinilai kurang pantas bagi nilai-nilai umum masyarakat. Sindiran dari ungkapan Kurang Piknik ada benarnya, dan mungkin memang masing-masing kita butuh piknik lebih banyak. Piknik dalam ungkapan itu bisa mengarah pada kegiatan refreshing atau liburan juga (bukan piknik dalam arti sempit).

    Dalam rangka Dies Natalis IPB ke 52, blog www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id menyelenggarakan lomba blog. Tema lomba blog kali ini adalah “Piknik itu Penting”

    Temanya mudah dan menarik kan?

    CARANYA :

    1. Ceritakan di blog kamu tentang pengalaman piknik berkesanmu dan latar belakang mengapa piknik itu penting buatmu. Cerita boleh dikemas secara lucu, seru, ataupun haru.  Tulisan berupa kisah nyata, berdasar pengalaman, namun peserta diperkenankan menambahkan kalimat tambahan untuk bumbu cerita sehingga cerita menjadi nyaman dibaca dan bermakna.
    2. Ungkapkan juga hal apa yang akan kamu lakukan apabila berkesempatan liburan di Bogor.  Pada frase “liburan di Bogor” disisipkan link hidup mengarah ke web http://padjadjaranhotels.com/corporate/
    3. Panjang tulisan 500 -1000 kata.
    4. Tulisan yang diikutkan boleh baru atau rewrite dari tulisan lama dengan penanggalan baru. Tulisan adalah karya asli peserta.
    5. Satu peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 tulisan.
    6. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Lomba Blog Piknik itu Penting” yang dihubungkan pada www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id
    7. Daftarkan link anda di http://goo.gl/forms/f9b2niWcZF
    8. Share cerita kamu di twitter dengan hastag #PiknikItuPenting dan mention @arin_murti
    9. Lomba berlangsung mulai 2 September -5 Oktober 2015.
    10. Pengumuman Pemenang 15 Oktober 2015.
    11. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Keunikan dan eksplorasi ide serta teknik penyajian yang menarik dan nyaman dibaca.  Juri adalah Murtiyarini dan Pihak Padjadjaran Suite Hotel & Resort

     

    PEMENANG DAN HADIAH.

    Kategori Peserta Jabodetabek :

    4 pemenang masing-masing mendapatkan 1 Voucher Superior Room untuk 1 malam di Padjadjaran Suite Bogor, include fasilitas sarapan dan wifi dan sertifikat.

     

    Kategori Peserta Luar Jabodetabek :

    4 pemenang masing-masing mendapatkan uang tunai Rp. 300.000,- , 1 Boneka Horta , Souvenir IPB dan sertifikat.

    5 Pemenang harapan mendapatkan merchandise dari Padjadjaran Suite Hotel dan Resort, 1 Boneka Horta, Souvenir IPB dan sertifikat. Pemenang harapan dipilih dari keseluruhan peserta.

    Seluruh peserta yang mendaftar akan mendapatkan kupon diskon 50% menginap di Padjadjaran Suite Hotels di Bogor, Tangerang, dan Malang. Kupon berlaku selama 1 tahun, bisa digunakan berulang kali dan bisa dipindahtangankan ke kolega ataupun keluarga. Asyik kan?

    Yuk piknik, karena piknik itu penting.

     



  7. #Lebihbaik Menghangatkan Hati Orangtua

    August 21, 2015 by murtiyarini

    Sudah 11 tahun suami tidak berlebaran bersama orangtuanya.  Banyak hal menjadi pertimbangan. Dan tahun ini, kami ingin telah melalui lebaran dengan #lebihbaik.

     

    Kendala Biaya.

    Beginilah saya ditakdirkan berjodoh dengan pasangan yang berasal dari dua pulau berbeda. Saya dari Jawa Timur, sedangkan suami dari Medan, Sumatera Utara. Kemudian kami menetap di Bogor.  Sejak menikah,  kami ke Medan justru bukan saat lebaran. Sebagaimana kita tahu, tiket kendaraan baik darat, laut apalagi udara harganya melambung di saat liburan menjelang dan sesudah hari raya.  Dengan dua anak saat ini, biaya mudik ke Medan di hari raya tidak sedikit.  Dengan pertimbangan itu, kami memilih mudik Medan justru di luar hari raya, di saat harga tiket pesawat sedang normal. Itupun bukan berarti benar-benar murah. Tetap saja butuh biaya besar untuk satu kali mudik.

    Assalamu’alaikum, Asa” sapa bapak pada putra saya dari ujung telepon.

    “Waalaikum salam, kakek,” jawab Asa.

    “Asa kapan ke rumah kakek?” tanya Bapak.

    “Belum tahu, Kek. Nanti kalau Ayah sudah punya uang,” jawab Asa.

    Hmm..saya sedih setiap mendengar pertanyaan yang sama setiap minggunya, saat sang kakek dan cucu itu berbincang melalui telepon.

    Campur aduk perasaan saya, antara bersalah, sedih, dan keinginan yang membuncah.  Setahun saya dan suami sibuk bekerja, namun tak kunjung sanggup menghangatkan hati orangtua di saat lebaran.  Saat dimana seharusnya para orangtua memeluk putra-putrinya.  Sebenarnya sudah sejak lama saya memendam keinginan berlebaran ke Medan.  Mudik bagi kami bukan sekedar berlebaran ataupun berlibur.  Ada keinginan besar untuk menghangatkan hati orangtua.  Keinginan ini mendesak, seakan berkejaran dengan waktu, sambil harap-harap cemas, semoga kita masih diberi kesehatan dan umur, agar bisa berjumpa lagi.

    Persiapan membuat Lebaran #lebihbaik

    Maka sejak tahun lalu saya tekatkan, untuk dapat berlebaran bersama orangtua tahun ini.  Persiapan yang panjang. Mulai dari menghitung budget, strategi penghematan pada pos-pos belanja yang tidak penting, membuat rencana-rencana saat lebaran nanti dan mengatur waktu kapan saya sudah harus berburu tiket pesawat.

    Persiapan satu tahun, ya satu tahun. Apakah menurut anda terlalu lama? Harap maklum, karena kami harus berhitung antara penghasilan, pengeluaran rutin, tabungan jangka panjang, dan tabungan setahun diantaranya untuk mudik.  Tapi bagi kami, itu pencapaian terbaik lebaran tahun ini. Dan kami sukses mudik ke Medan. Lebaran tahun ini terasa #lebihbaik. Jika kita punya niat, kita bisa membuat rencana dan persiapan.  Tidak ada kata mustahil jika kita berusaha.  Dan nyatanya kami bisa.

     

    Menghangatkan Hati Orangtua.

    Kami mengambil cuti panjang untuk lebaran di Medan, yaitu 9 hari. Rasanya rugi jika biaya mudik yang besar tidak diimbangi dengan waktu mudik yang panjang. Sepakat?

    Selain itu, saya ingin lebaran kali ini benar-benar istimewa. Kapan lagi bisa menyenangkan hati orangtua secara langsung jika tidak saat bertemu seperti ini.  Saya tahu, kebahagiaan kakek dan nenek adalah saat melihat cucu-cucunya gembira. Karena itu, saya telah mempersiapkan liburan lebaran yang berkesan untuk kami semua.

    Apalagi kalau bukan liburan. Ya..liburan keluarga!  Mengingat orangtua fisiknya tidak terlalu kuat berjalan jauh, maka kami liburan santai di pantai. Sungguh nikmat bisa makan siang di pantai dengan sajian kepiting dan udang langsung dari hasil tangkapan Nelayan.  Sementara itu anak-anak bermain pasir sambil tertawa-tawa.

    Di hari lain, kami mengajak orangtua menginap di sebuah hotel di Medan. Hm, hotel di kota yang sama dengan rumah? Yup, kenapa tidak? Hotel sekarang sudah bisa menjadi tempat rekreasi keluarga.  Menikmati suasana kamar yang berbeda, serta berenang di pagi harinya. Inilah cara kami menyenangkan hati orangtua. Mengajak mereka ke hotel bersama anak dan cucu.  Seperti halnya di pantai, anak-anak saya ceria sekali saat di hotel.

    Suara tawa cucu menghangatkan hati kakek-neneknya.  Lebih dari itu, inilah kesempatan kami  sebagai anak bisa mengobrol dengan orangtua. Senang rasanya bisa mendengar keluh kesah maupun kabar gembira dari mereka secara langsung. Bisa melihat ekspresi mereka saat bercerita adalah hal yang tidak bisa kami lakukan hanya melalui telepon.

     

     Tahun depan #lebihbaik lagi.

    Alhamdulillah, lebaran tahun ini meninggalkan kesan.  Satu hal penting, bahwa tahun ini lebaran kami lebihbaik  dan bermakna karena kami bisa mudik mengunjungi orangtua.

    Menjadi “PR” kami untuk tahun depan untuk lebih baik lagi.  Tantangannya tentu lebih besar, yaitu kenaikan harga-harga otomatis akan berimbas pada kenaikan budget. Takut? Tidak dong. Berpegang pengalaman dari tahun sebelumnya, saya merencanakan lebaran untuk 1-3 tahun ke depan.  Itu artinya perencanaan baik pemilihan waktu, kegiatan dan budget harus lebih baik lagi.  Saya yakin, segala sesuatu yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, hasilnya akan lebih baik. Karena rencana adalah bagian dari bentuk usaha, dan di sana terselip doa-doa. Semoga Allah mengabulkannya. Aamiin.

     

     

     

     



  8. Pemenang GA Sekolah Impian

    October 28, 2014 by murtiyarini

    Ketika saya memilih tema Give away, saya selalu berpikir harus membawa manfaat berbagi pengalaman, minimal bagi saya, dan berharap bermanfaat bagi siapapun yang membaca tulisan-tulisan para peserta.  Tahun ini, saya memilih  tema Sekolah Impian.

    Sengaja saya membatasi tema dengan ketentuan “eksplorasi hal positif” dari sekolah dengan niat memupuk optimisme dan kebanggaan pada sekolah-sekolah di Indonesia. Sudah cukup banyak berita kurang menyenangkan yang kita dengar, sampai-sampai terkesan tidak berimbang.

    Saya membaca satu persatu 67 tulisan peserta. Kebanyakan menulis sekolah dari sudut cerita umum dengan menjabarkan keistimewaan-keistimewaan sekolahnya (57%). Ini cukup membanggakan, hai..kita punya sekolah-sekolah bagus loh!

    Sebagian lagi mengambil sudut cerita berbeda, yaitu 10% tentang  sekolah berbasis agama, 10% tentang Sekolah Alam, 13% tentang perilaku baik siswa, 10% tentang guru-guru berdedikasi. Yang terakhir ini sungguh membuat saya menarik napas panjang, terharu.

    Angka persentase ini mungkin tidak terlalu akurat saya hitung dengan cara sederhana saja.

    Baiklah, saatnya pengumuman.

    Cukup berat memilih daru 67 ke 20…lalu mengerucut menjadi 10 hingga akhirnya 6 tulisan terpilih. Berat karena kualitas yang bagus-bagus dan beda tipis nilainya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi.

    Inilah 6 yang terpilih.

    Juara 1.  Kanianingsih

    URL: http://catatantentangbuahhati.blogspot.com/2014/09/sepenggal-kenangan-di-sekolah-alam.html

    2014-08-28 21.56.42_wm

     

     

     

     

    Juara 2. Esthy Wika
    url: http://kenzuma.blogspot.com/2014/09/mereka-juga-berhak-atas-kesempatan-yang_24.html
    2014-08-28 21.55.35_wm

     

     

     

     

     

    Juara 3. Ardiba R Sefrienda
    url:http://3dibafree.blogspot.com/2014/09/smun-17-palembang-gambaran-sekolah.html

    2014-08-28 21.57.17_wm

     

     

     

     

    Juara Harapan.

    1.Reni Judhanto

    URL http://another-reni.blogspot.com/2014/09/sekolah-impian-dengan-guru-guru-yang.html

    20140920_184016_wm

     

     

     

     

     

    2. Gustian Ri’pi
    URL : http://bloggustian.blogspot.com/2014/09/ospek-yg-mencerdaskan-cerminan.html

    2014-08-28 21.57.48_wm

     

     

     

     

    3. Mugniar

    URL: http://mugniarm.blogspot.com/2014/09/sekolah-pengembangan-diri-terbaik.html

    2014-08-28 21.58.23_wm

     

     

     

     

    Juara favorit : Rita asmaraningsih

    URL : http://www.ritaasmara.blogspot.com/2014/08/mendambakan-sekolah-impian.html

    2014-08-28 21.59.08_wm

     

     

     

     

    Juara tercepat :

    1. Nia Fajriyani Sofyan

    2. Rita asmaraningsih

    3.Rosiana Febriyanti

    4. Arga litha

    5. Istiqomah Ps

     

    2014-08-28 21.59.34_wm

     

     

     

     

     

     

     

    Para pemenang diharapkan memberikan alamat pengiriman ke murtiyarini@yahoo.com untuk mempercepat pengiriman hadiah.

     

    Selamat kepada para pemenang.

    Terimakasih kepada seluruh peserta telah berbagi cerita tentang sekolahnya. Sangat bermanfaat bagi kita semua.

    Sampai jumpa pada Lomba Review Buku Mommylicious, selanjutnya di www.asacinta.blogspot.com bulan Desember 2014.

    Salam.

     

    Jualan blog

     



  9. Give Away : Sekolah Impian

    August 31, 2014 by murtiyarini

    tmp_frame_1409443087930_nw_wm Sobat blogger, kembali saya mengadakan give away dalam rangka Dies natalis IPB ke 51 sekaligus peluncuran buku “Mommylicious” yang diterbitkan oleh Bhuana Ilu Populer (Kelompok Gramedia). Buku tersebut saya tulis berdua dengan Rina Susanti. Dalam buku Mommylicious, subjudul “Bintang Makan Siang” saya mencertiakan tentang sekolah anak saya, serta membandingkan bagaimana pendidikan tempo dulu dan sekarang. Jauh berbeda. Saya juga pernah menulis tentang Sustainable Green Campus, berharap lebih banyak sekolah yang menerapkan gerakan “hijau”. Tulisan di link ini: http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2014/06/11/sustainable-green-campus/ Melalui lomba ini saya ingin menggali lebih banyak wawasan tentang sekolah atau kampus (SD hingga Perguruan Tinggi) di mana sobat blogger pernah bersekolah. Nah, cerita tentang sekolah impian tentunya diharapkan mengulas manfaatnya untuk generasi mendatang, adik-adik atau anak-anak kita. Tema Give Away kali ini adalah tentang “Sekolah Impian” Temanya menarik dan gampang, kan? Caranya :

    1. Ceritakan tentang kelebihan sekolahmu (boleh jenjang apa saja) dengan sudut pandang bebas. Bisa dari programnya, bangunannya, gurunya dll. Dan/atau, ungkapkan juga sekolah impianmu seperti apa sebagai bentuk masukan yang membangun untuk sekolah-sekolah di Indonesia.
    2. Lomba berlangsung mulai 1 September -25 September 2014.  Pengumuman Pemenang 30 Oktober 2014.
    3. Panjang tulisan kurang lebih 500 -1000 kata. Tulisan diposting di blog pribadi atau note facebook (setting : public). Tulisan yang diikutkan boleh baru atau repost dari tulisan lama dengan penanggalan baru. Tulisan adalah karya asli peserta. Satu peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 tulisan.
    4. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Give Away Sekolah Impian” yang dihubungkan pada postingan ini.
    5. Peserta tidak harus memiliki buku Mommylicious. Peserta hanya wajib memasang youtube  Mommylicious #ParentingBook pada akhir postingan. Copy HTML berikut : <iframe width=”480″ height=”360″ src=”//www.youtube.com/embed/qmcZpviA_wM” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
    1. Daftarkan link dan nama di kolom komentar (komentar akan dimoderasi jadi harap bersabar.
    2. Juga kirim biodata, kontak dan url melalui email murtiyarini@ipb.ac.id dengan subyek : Sekolah Impian_Nama Blogger

    Ketentuan lain :

    1. Peserta Laki-laki dan Perempuan, WNI di seluruh dunia, dengan alamat pengiriman hadiah di Indonesia.
    2. Nama peserta akan diupdate dibagian bawah info GA ini. Beritahu saya jika nama anda belum terdaftar dalam 3×24 jam.
    3. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Keunikan ide, Kesesuaian tema, Eksplorasi, Kenyamanan cerita dan tata penulisan. Juri adalah saya pribadi.

    Hadiahnya adalah…. 2014-08-28 21.56.42_wm 2014-08-28 21.55.35_wm 2014-08-28 21.57.17_wm 2014-08-28 21.57.48_wm 2014-08-28 21.58.23_wm

    20140920_184016_wm

    14 seri buku anak karya Roald Dahl

    Hadiah seri buku Roald Dahl di atas adalah donasi dari Haya Aliya Zaki (www.hayaaliyazaki.com) 2014-08-28 21.59.08_wm 1 juara favorit dinilai berdasar komentar terbanyak (masih berkesempatan memenangkan pilihan juri). Komentar terbanyak dihitung dari pengunjung blog (komentar pemilik blog tidak dihitung). Dihitung pada tanggal 25 Oktober 2014 2014-08-28 21.59.34_wm 5 pengirim pertama mendapatkan komik Agen Polisi 212 (masih berkesempatan memenangkan pilihan juri). Dilihat berdasarkan waktu pendaftaran di kolom komentar.   Hadiah masih bisa bertambah apabila ada sponsor/donatur. Untuk sponsorship dan donasi bisa kirim email ke murtiyarini@yahoo.com Ditunggu cerita sekolah impian kamu ^_^   Daftar Peserta, urutan berdasar waktu pendaftaran :

    1. Nia Fajriyani Sofyan (2 tulisan)
    2. Rita Asmaraningsih
    3. Rosiana Febriyanti
    4. Arga Litha
    5. Istiqomah Ps (2 tulisan)
    6. Riska Ika
    7. Muhammad Lutfi Hakim
    8. Ika Candra
    9. Inda Savitri
    10. Liswanti Pertiwi
    11. Ina Tanaya (2 tulisan)
    12. Ardieba sefrienda
    13. Nur Gusti Azizah
    14. Moocen Susan
    15. Farhah Farida (via facebook)
    16. Zaitun Hakimiah
    17. Gustian Rip’i
    18. Noni Rosliyani
    19. Ririn Sjafriani
    20. Kania Ningsih
    21. Dwi Puspita Nurmalinda
    22. Nurul Rahmawati
    23. Fransiska
    24. Rodame MN
    25. Aldi Rahman (3 tulisan)
    26. Sri Wahyuni
    27. Suharyani
    28. Aldo Rahmat
    29. Mugniar
    30. Victy Arti
    31. Hastira Soekardi
    32. Rauhiyatul jannah
    33. Diah Kusumastuti
    34. Riska Setiani
    35. Mutia Elisa Karamoy
    36. Reni Judhanto (2 tulisan)
    37. Astri Damayanti
    38. Evrina Budiastuti
    39. Henny Puspitarini
    40. Sofia Zhanzabila
    41. Nurul Jamil
    42. Lutfi Retno
    43. Luckty Gian S.
    44. Mutiah Ohorella
    45. Fenny Ferawati
    46. Ina Rakhmawati
    47. Anisa Fatwa Sari
    48. Susanti Dewi
    49. Didit Puji Hariyanto
    50. Aira Kimberly
    51. Ade Anita
    52. Hilda Ayu S.
    53. Esthi Wika
    54. Ika Koentjoro
    55. Aida Al Fath
    56. Widyanti Yuliandari
    57. Arlina Dwi Nur Isma
    58. Dyah Dwi Arti
    59. Sheike
    60. Lucerahma
    61. Anni Nurlina Sari

     



  10. Undangan Acara Puncak Srikandi Blogger

    March 6, 2014 by murtiyarini

    1656242_10202201746778545_1641125376_n



  11. Profil 10 Finalis Srikandi Blogger 2014

    February 26, 2014 by murtiyarini

    Bangga berada di antara mereka

    1010195_10200955181795609_205357456_n

     

    Perhelatan tahunan Srikandi Blogger (SB) yang telah memasuki penyelenggaraan kedua, kini memasuki babak 10 besar. Kerja keras makpan (emak panitia) dan makjur (emak juri) telah menghasilkan 10 emak yang sangat menginspirasi, yang nantinya akan dipilih satu untuk menjadi Srikandi Blogger 2014. Dalam penjurian kali ini juga mengundang Ollie (Salsabeela), ikon blogger perempuan Indonesia. Tahap-tahap seleksi secara detil bisa dibaca di website resmi Srikandi Blogger.

    Karena merupakan tahun kedua, maka penyelenggaraan tahun ini terorganisir lebih rapi. Para peserta juga tampak lebih siap dan antusias. Banyak potensi tak terduga yang berhasil diketahui emak-emak KEB pada saat para peserta diwajibkan memperkenalkan diri, baik melalui tweet bergiliran maupun ngeblog bareng. Bahkan kali ini para peserta diwajibkan mengunggah video visi dan misi masing-masing jika terpilih menjadi Srikandi Blogger 2014.

    Perasaan takjub dan haru mewarnai perjalanan blogwalking para Emak Admin dari mulai babak penyisihan, 50 besar, hingga menjadi 10 finalis. Emak Board yang bertugas sebagai juri tak habis-habisnya mengungkapkan kekaguman atas kreativitas para peserta. Mau bukti? Yuk, blogwalking ke blog 10 finalis Srikandi Blogger 2014 berikut ini.

    1. Caroline Adenanhttp://catatanoline.blogspot.com/2014/02/jika-aku-menjadi-srikandi-blogger-2014.html

    Bersamaan dengan seleksi SB2014, mak Oline tengah menunggu kelahiran putranya. Oya, biaya kelahiran putranya ini gratis loh, karena mak Oline menang lomba berbagi cerita kehamilan di suatu portal khusus. Mak Oline adalah wirausahawati yang tangguh dan telah meraih beberapa penghargaan. Dalam keadaan akan melahirkan pun, mak Oline masih bisa memenuhi tugas para juri dari kamar bersalin. Selamat atas kelahiran putranya ya, mak.

    2. Donna Imeldahttp://donnaimelda.com/2446/andai-aku-jadi-blogger/

    Mak Donna adalah seorang dosen kimia yang juga menyukai fotografi dan menulis fiksi. Mak Donna memiliki kepedulian yang sangat besar pada pendidikan anak-anak. Selain sebagai relawan sebuah gerakan yang menginspirasi anak-anak untuk memiliki cita-cita tinggi, mak Donna tak ragu untuk mengambil cuti beberapa hari dan berbagi dengan anak-anak yang jauh dari pendidikan modern hingga ke Lereng Pegunungan Tengger.

    3. Ida Nur Laelahttp://ida-nurlaila.blogspot.com/2014/02/andai-saya-menjadi-srikandi-blogger.html

    Memiliki enam anak (iya benar, enam anak) tak lantas membuat langkah mak Ida dari Jogja ini terbatas. Sadar akan kemampuannya yang bisa bermanfaat bagi banyak keluarga di Indonesia, mak Ida bersama suami menyediakan diri untuk memberikan konseling dimanapun diperlukan. Emak yang sebenarnya juga seorang apoteker ini sudah mengunjungi banyak kota di Indonesia, bahkan sampai keluar negeri. Dinamika berbagi telah menjadi bagian dari kehidupan mak Ida beserta keluarga.

    4. Indah Nuria Savitrihttp://indahnnuria.blogspot.com/2014/02/through-blogs-and-beyond-on-road-to.html

    Sampai dimanakah seorang emak bisa berkiprah? Jika didukung penuh oleh keluarga, maka jawabnya adalah sampai emak itu sendiri yang menyatakan cukup. Mak Indah masih jauh dari batas itu, masih banyak yang bisa diberikannya pada negara ini. Karena itu, dalam waktu dekat mak Indah akan mengemban tugas sebagai diplomat di markas besar PBB di New York. Dengan kapasitas yang sedemikian besar, mak Indah tetaplah pribadi yang sederhana dan mudah akrab dengan siapapun. Mak Indah sangat mencintai Indonesia sehingga mengajak emak-emak lain untuk terus menjelajah dan mempublikasikan daya tarik Indonesia.

    5. Meti Mediyahttp://www.metimediya.com/andai-aku-menjadi-srikandi-blogger-2014.html

    Sebagai komunitas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam berinteraksi dan berbagi, para emak sangat sadar akan adanya dua sisi dari pemanfaatan teknologi tersebut. Tapi mak Meti dari Bandung ini melangkah lebih jauh. Mak Meti tidak sekedar tahu dan mengaplikasikannya pada diri sendiri dan putra-putranya tapi juga mengedukasi masyarakat sebagai guru dan relawan. Kepada anggota masyarakat yang belum paham seperti ibu-ibu, mak Meti menyediakan waktu dan tenaga untuk bergabung dengan kelompok relawan yang memberikan pelatihan tentang pemanfaatan internet. Sedangkan bagi anak-anak dan remaja, mak Meti menyebarluaskan tindakan preventif untuk melindungi mereka dari pengaruh buruk internet.

    6. Mugniar Marakarmahttp://indahnnuria.blogspot.com/2014/02/through-blogs-and-beyond-on-road-to.html

    Apa arti menjadi ibu rumah tangga bagi emak dari Makassar ini? Banyak! Sangat banyak! Tidak terbatas hanya sampai pagar rumah saja. Ibu memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masa depan suatu bangsa, karena itu mak Mugniar tak ragu menyampaikan pemikiran-pemikirannya baik di blog maupun media cetak. Mak Mugniar mengajak para ibu rumah tangga untuk meluaskan cakrawala, memandang lebih jauh ke sekeliling untuk menyuarakan perbaikan atau perubahan menuju tatanan masyarakat yang lebih baik.

    7. Murtiyarinihttp://asacinta.blogspot.com/2014/02/mewujudkan-satu-dalam-karya-satu-dalam.html

    Dunia semakin kompetitif. Semua orang ingin menang dan pujian. Sayangnya, tak semua orang berbesar hati dengan kenyataan bahwa kalah juga bagian dari kehidupan. Jika ada yang bisa menerima keduanya dengan baik, maka mak Arin adalah salah satunya. Berbagai gelar tak resmi menulis telah disandangnya, antara lain ratu media dan ratu lomba blog, karena seringnya mak Arin menang. Tapi jika kalah, mak Arin tetap semangat, memberi selamat kepada yang menang dan menjemput kesempatan berikutnya. Mak Arin mengajak emak-emak untuk fokus pada kelebihan dan keunikan masing-masing, tak perlu minder dengan kelebihan orang lain atau menjadikan kekurangan sebagai penghambat untuk berprestasi.

    8. Pungky Febrianihttp://galaksipungky.blogspot.com/2014/02/kita-ada-untuk-berbagi.html

    Mak Pungky dari Purwokerto adalah gambaran ibu muda masa kini yang penuh semangat dan memiliki banyak ide segar. Potensinya ini menunjang pekerjaannya sebagai seorangsocial media specialist. Pemikiran-pemikiran tajam yang dilandasi dengan kelembutan hati seorang perempuan, sama sekali tak menunjukkan penderitaannya sebagai seorang post natal depression survivor. Mak Pungky justru sibuk memperhatikan orang lain dan berusaha membantu mereka yang membutuhkan, kebanyakan dari anak-anak yang kurang mampu, dengan berbagai cara. Selain turun langsung ke lokasi-lokasi yang dibantu, mak Pungky berusaha mengumpulkan dana dengan berbagai kegiatan menulis.

    9. Siti Hairul Dayah | http://catatansiemak.blogspot.com/2014/02/andai-aku-jadi-srikandi-blogger-2014.html

    Satu lagi finalis dari Jogja adalah mak Irul. Mak Irul juga ibu berputra dan putri banyak, yaitu lima orang. Mak Irul adalah seorang pengabdi pendidikan yang mandiri. Putra-putrinya dididik sendiri dengan sistem home schooling. Tak berhenti hanya memperhatikan anak-anaknya sendiri, mak Irul juga meluangkan waktu, tempat dan tenaga untuk mengajar emak-emak dikampungnya. Mak Irul sedang merintis cita-cita untuk membuka semacam sekolah bagi emak-emak di kampung-kampung agar emak-emak bisa meningkatkan kemampuannya dalam mengurus keluarga dan menyiapkan generasi masa depan bangsa yang mandiri.

    10. Siti Wakhidah Hajarhttp://idahceris.com/informasi/keep-writing-and-happy-blogging/

    KEB tidak hanya beranggotakan emak-emak, tapi juga gadis muda seperti mak Idah. Mak Idah mewakili anak muda jaman sekarang yang gemar mengotak-atik internet dari segi teknis. Jika para ibu lebih fokus ke konten karena tidak terlalu paham template, SEO dan sebagainya, mak Idah malah menawarkan diri untuk mengajari para emak melalui kelas online. Mak Idah juga anak muda yang peduli dengan kemajuan daerahnya, Banjarnegara, yang dituangkan melalui tulisan-tulisannya di blog.

    Jangan lewatkan untuk menonton video singkat yang dibuat emak-emak didalam postingan tersebut. Rasa syukur tak henti-hentinya kami ucapkan karena kami dikelilingi oleh emak-emak yang selalu berpikiran positif, kreatif dan inspiratif, baik dari peserta SB2014 maupun semua yang menyimak terus perjalanan pemilihan SB2014 ini. Terima kasih, mak. Sampai bertemu di puncak acara Srikandi Blogger 2014. Peluk sayang semua emak KEB.

     

    Diadaptasi dari http://emak2blogger.web.id/2014/02/26/10-finalis-srikandi-blogger-2014/



  12. Road to Srikandi Blogger 2014 [Registrasi]

    December 4, 2013 by murtiyarini

    Untuk kedua kalinya, Srikandi Blogger akan dilaksanakan tahun ini.  Sebuah event bergengsi dari Kumpulan Emak-emak Blogger.

    Anda blogger perempuan? tidak ada salahnya mencoba event ini.

    Registrasi : 3 – 16 Desember 2013 (2 minggu)

    PERSYARATAN PESERTA:

    1. Perempuan (sudah berumah tangga maupun belum)

    2. Umur minimal 20 tahun

    3. Tinggal di Indonesia atau di luar negeri

    4. Blogger dan memiliki blog aktif (Blogspot, WordPress, Tumblr, domain sendiri, dll, asalkan milik pribadi).

    Maaf, untuk yang hanya memiliki akun Kompasiana, belum diperkenankan ikut

    5. Usia blog lebih kurang 1 tahun

    6. WAJIB terverifikasi di grup Facebook KEB, like fanpage KEB, dan follow Twitter KEB

    7. Peserta yang sudah pernah terpilih sebagai salah satu dari 10 finalis Srikandi Blogger 2013 tidak diperkenankan ikut lagi

    Catatan: untuk 10 finalis Srikandi Blogger yang terpilih nanti, diharapkan bisa membuat video singkat (1/2-1 menit) yg menceritakan tentang dirinya.

    Cara registrasi:

    1. Tulis tentang diri emak-emak (aktivitas di dunia blogging, dunia sehari-hari, dll) maksimal 2 halaman A4 spasi 1,5 font TNR 12

    2. Data diri emak di atas dikirim dalam bentuk lampiran (attachment) e-mail

    3. Jangan lupa, di badan e-mail tulis nama lengkap emak, alamat blog, nama di Facebook, dan Twitter

    4. Kirim ke e-mail: keb[dot]event[at]gmail[dot]com Subjek: Registrasi SB2014 – [nama emak]

    5. Registrasi ditunggu paling lambat 16 Desember 2013

     

     



  13. Melestarikan Jamu, Mencintai Budaya Indonesia (Juara 1 Lomba Blog Jamu Biofarmaka)

    October 17, 2013 by murtiyarini

     

    Jamu, Budaya Bangsa dari Masa ke Masa

     

    Sebagai orang Indonesia tulen, sejak kecil saya sudah mengenal jamu. Saya paling suka jamu beras kencur, karena rasanya yang enak. Menjelang remaja saya berkenalan dengan jamu kunyit asem, jamu sinom, jamu gopyokan dan lain sebagainya.  Jamu-jamu banyak ragamnya, dari yang seger, asem, manis sampai pahit. Saya minum jamu dalam frekuensi yang wajar saat diperlukan, tidak setiap hari. Bukan tidak mencintai jamu, tetapi lebih karena alasan medis yang saya pahami. 


    Entah sejak kapan jamu tercipta dan siapa penemunya tidak ada yang tahu. Yang pasti, jamu adalah warisan budaya bangsa, buah karya dan karsa bangsa Indonesia yang manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan telah dirasakan berabad-abad lamanya. 

     

    Jamu adalah budaya Indonesia sejati. Buktinya, jamu menjadi minuman berbagai kalangan.  Sudah menjadi pemandangan sehari-hari, seorang perempuan memanggul bakul berisi botol-botol berisi jamu.  Perempuan tersebut dikenal dengan nama akrab mbak jamu, sedangkan jualannya dikenal sebagai jamu gendong.  Si Mbak Jamu menggendong jamunya menyusuri jalan, menawarkan jamu ke pelanggannya. Konsumennya dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai anak-anak.  Mbak Jamu biasanya jual pagi hingga siang hari sampai jamu dalam bakul gendong habis. Seiring waktu, mbak jamu semakin kreatif mengganti bakul gendongan dengan gerobak dorong atau sepeda. Namun begitu, nama jamu gendong masih lebih populer dibanding jamu gerobak atau jamu sepeda.

     

    Mbak Jamu gendong langgananku

     

     Jamu  juga dijual di kedai, depot dan kios jamu. Jamu yang dijual di kios jamu berbeda konsumennya dengan jamu gendong. Jamu di kios jamu konsumennya kebanyakan bapak-bapak yang memerlukan jamu untuk menjaga staminanya. Kios jamu biasanya buka dari siang hingga malam hari.

     

    Ada juga jamu yang bisa dikonsumsi kapan saja dan lebih praktis, serta higienis, yaitu jamu kemasan. Jamu kemasan diproduksi oleh produsen atau pabrik jamu dalam jumlah besar. Kemudian didistribusikan ke toko, supermarket, termasuk juga di distribusikan ke kedai jamu. Bahkan sebagian mbak jamu juga membawa jamu kemasan sesuai permintaan konsumen.


    Bentuk jamu juga tidak lagi cair. Jamu saat ini dikemas dalam bentuk pil, tablet, serbuk atau permen yang memudahkan untuk disimpan, dibawa dan dikonsumsi.

     

    Jajaran jamu kemasan di supermarket

    Dari rakyat jelata hingga para bangsawan sudah meminum jamu sejak dulu. Jamu tidak mengenal kasta. Orang yang masuk angin meminum jamu anti masuk angin, yang berbahan utama jahe, dan bahan tambahan bervariasi seperti adas, ginseng, cabe jawa atau mint, tergantung ketersediaan bahan dan selera peramunya. Orang yang diare meminum jamu daun jambu biji dicampur kunyit.

     

    Di era modern ini, jamupun mengalami modernisasi. Jamu dikemas secara menarik dan ekslusif, serta didistribusikan ke outlet-outlet di pusat perbelanjaan mewah. Dua perusahaan kosmetik raksasa di Indonesia yang berbasis ramuan tradisional untuk kesehatan dan kecantikan, yaitu Sari Ayu dan Mustika Ratu memiliki outlet di sejumlah lokasi. Selain itu, pada jamuan-jamuan mewah berbagai acara seminar atau undangan resmi, saya beberapa kali menemukan bandrek, beras kencur dan wedang jahe sebagai pilihan minuman hangat.  Ini menjadi bukti bahwa jamu mengalami perkembangan sesuai jaman.

     

    Apapun itu, jamu tetaplah jamu, ramuan berbahan dasar tumbuhan dan hewan yang berguna untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan sebagian bisa menyembuhkan penyakit,  hasil cipta dan karsa nenek moyang yang kini menjadi budaya bangsa Indonesia.

     

    Adalah kabar baik bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi mengajukan jamu sebagai warisan budaya dunia karya bangsa Indonesia agar mendapat pengakuan dari UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB).  Upaya ini adalah langkah awal dan masih membutuhkan perjuangan dari segenap bangsa Indonesia.



    Mendukung jamu go international

    Terkait pengajuan jamu sebagai warisan budaya dunia, selayaknya sebagai bagian bangsa kita mendukung pelestarian jamu. 

     

    Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan jamu? 

     

    (1) Bangga menyebut kata jamu

     

    Jamu adalah ramuan kesehatan khas Indonesia.  Kata jamu akhir-akhir ini menjadi rancu dengan kata Herbal, padahal ada jamu yang terbuat dari bahan hewani.  Para budayawan dan cendikia diharapkan mampu membuat deskripsi Jamu secara nasional. Untuk itu perlu inventarisasi jenis-jenis jamu yang ada di Indonesia sehingga memperkuat landasan kekayaan jamu.  Kita patut bangga memiliki keragaman jenis jamu di tiap daerah di Nusantara. Ada jamu Jawa, jamu Sunda, jamu Aceh, jamu Madura, jamu Bali, jamu Papua dan lain sebagainya.

     

    Ada baiknya kita mengetahui kedudukan jamu dalam bidang farmasi. Jamu berbeda dengan fitofarmaka dan obat herbal. Dalam hal standarisasi medis, kedudukan jamu berada dibawah fitofarmaka dan herbal karena jamu belum terukur kandungannya dan masih sedikit pembuktian ilmiah terhadap manfaat jamu. Namun begitu, jamu  memenuhi kriteria aman, khasiatnya terbukti secara empiris dan memenuhi persyaratan mutu. 


    Pendapat saya, ketika jamu telah diketahui unsur kimiawi bahan dasar, komposisi, dosis penggunaannya dan manfaat secara ilmkah, Jamu tidak serta merta berubah nama menjadi fitofarmaka atau herbal. Tetaplah menyebut ramuan kesehatan Indonesia dengan kata “Jamu”

     

    (2) Menghargai penemuan jamu baru 


    Dengan kekayaan dan keragaman sumber daya alam di Indonesia, selalu membuka peluang ditemukannya khasiat baru dari sebuah tanaman. Hal ini mengarah pada jenis ramuan baru yang kemudian diperkenalkan kepada masyarakat. Masalahnya, bagaimana ramuan baru ini diberi nama? Jamu atau herbal atau lainnya? Apakah memungkinkan ramuan baru tersebut diberi nama jamu dan disejajarkan dengan jamu-jamu yang telah ada sebelumnya?


    Akhir-akhir ini pertambahan ramuan herbal meningkat , namun tidak dinamai dengan kata Jamu.  Jika ingin jamu lestari, namanya tidak tenggelam oleh kata herbal, maka diperlukan kesadaran dan keterbukaan kita pada penemuan jamu baru dan penamaannya. Saya pikir tidak ada salahnya jika ditemukan jamu baru bernama “lempuyang millenium” atau “segerwaras 21”.  Tentu hal ini harus diatur oleh Kementerian Kesehatan dan dibantu oleh lembaga riset, sertifikasi dan hukum yang diberi kewenangan.

     

    (3) Sertifikasi mutu, sosialisasi dosis, manfaat dan efek samping jamu


    Sebagai produk konsumtif untuk keperluan kesehatan sudah selayaknya jamu melalui uji standarisasi mutu terkait kebersihan  dan keamanan pangan. Konsumen perlu tahun info sebenar-benarnya tentang manfaat jamu, tidak dilebih-lebihkan. Salah satu yang perlu ditekankan adalah informasi manfaat bahwasanya lebih banyak jamu yang berguna sebagai penjaga stamina dan pencegah penyakit, dan lebih sedikit varian jamu sebagai penyembuh penyakit. Apalagi penyakit yang membutuhkan obat bereaksi cepat seperti aspirin atau parasetamol, sudah jelas jamu tidak bekerja seperti demikian.


    Selain itu,  produsen jamu tradisional perlu mendapatkan pendidikan tentang kebersihan, komposisi dan metode penjualan. Para penjual jamu gendong harus benar-benar disiplin menjaga kebersihan dan keamanan produknya, menjaga kepercayaan konsumen dengan tidak memberikan campuran obat-obatan kimia ke dalam jamu sehingga menimbulkan efek manjur namun menipu. Para pelaku industri jamu harus dapat memberikan informasi setepat mungkin tentang jamu yang dijualnya kepada konsumen. Semua perilaku buruk yang mencemarkan citra jamu harus dieliminasi.


    Siapa yang bertanggungjawab terkait edukasi produsen dan penjual? Tentunya jajaran Kementerian Kesehatan dibantu oleh lembaga kesehatan dan lembaga riset.


    Pada jamu-jamu kemasan sebagian telah disebutkan dosis penggunaan dan komposisi bahan. Jamu kemasan diberi logo “jamu” pada bagian kiri atas kemasan. Logo ini berfungsi sebagai petunjuk konsumen dan membedakan dengan kemasan obat kimia.

    Logo jamu pada jamu kemasan

     

    (4) Mengkonsumsi jamu secara proporsional

     

    Setelah tahu manfaat dan efek samping jamu, konsumen mempunyai pilihan. Semakin banyak informasi yang didapat, semakin banyak konsumen terbantu untuk menentukan pilihan yang tepat. 


    Jamu dalam perannya sebagai penjaga stamina yang menunjang kesehatan secara keseluruhan, selayaknya dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Jamu membawa manfaat jika dikonsumsi sesuai aturan, namun akan membawa efek samping apabila dikonsumsi berlebih. Azas ini menyerupai landasan minum obat kimia. Bedanya, obat kimia baru akan diminum ketika seseorang sakit, sedangkan jamu bisa dikonsumsi saat seseorang sehat karena fungsinya untuk mencegah penyakit.


    Melestarikan jamu bukan berarti memperbanyak minum jamu. Munculnya efek samping akibat kelebihan minum jamu dapat memperburuk citra jamu itu sendiri. Tentunya ini menurunkan kepercayaan orang kepada khasiat jamu dan mengancam kelestariannya.


    Jadi, sebagai konsumen kita harus bijak. Cintai jamu dengan mengkonsumsi jamu secara proporsional sesuai kebutuhan. 



    (5) Kemitraan petani jamu


    Bahan baku jamu, kebanyakan tanaman akar-akaran, mudah ditanam dan bisa dikembangkan di skala rumah tangga hingga industri. Namun jangan lengah, jangan sampai nasib jamu seperti tempe. Ketersediaan bahan harus diupayakan selalu ada dan harga pasar dijaga agar stabil sehingga petani terus semangat menanam bahan jamu.


    Di sini perlu peran para ilmuwan agronomis untuk membantu petani jamu agar tanamannya bisa berproduksi maksimal dan memenuhi stadar kelayakan. Para agronomis, baik pribadi maupun dalam naungan lembaga, dapat melakukan kemitraan dengan petani melalui pendampingan dan bimbingan.

     

    (6) Dukungan dari para medis

    Diakui, bahwa jamu masih menjadi kontra bagi pengobatan medis karena tidak adanya takaran yang tepat dan belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam upaya pelestarian jamu, para medis tidak harus menuliskan resep jamu kepada pasiennya, namun seyogyanya juga tidak merendahkan martabat jamu.


    Bagaimanapun, jamu telah banyak berjasa pada kesehatan bangsa Indonesia sejak dahulu kala, bahkan sebelum pengobatan medis ditemukan. Jikapun ada penemuan-penemuan negatif terkait jamu, seharusnya pemberitaan dilakukan secara proporsional. Lebih bijak lagi jika para medis mau membantu dalam bentuk  penelitian-penelitian terkait jamu sehingga ditemukan aturan pakai yang tepat. 

     

    Pembuktian ilmiah bisa dimanfaatkan sebagai upaya mengurangi resiko dan dampak produk jamu dan pengobatan tradisional. Tentunya pembuktian tidak dengan sudut pandang yang memojokkan jamu. Harapannya, jamu bisa setara dengan farmasi dalam kedudukannya bidang kesehatan.  Jamu bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan lestari. 

     

    (7) Blogger mendukung jamu


    Peran blogger sebagai perwarta warga dapat membantu kampanye pelestarian jamu. Blogger adalah gelombang kekuatan baru di dunia digital. Pesan kampanye pelestarian jamu dapat dilakukan oleh blogger dengan menulis segala sesuatu tentang jamu secara seimbang.  Kampanye positif dalam arti menuliskan kedudukan jamu dalam perannya di dunia kesehatan secara benar. Promosi berlebihan tanpa mencantumkan kelebihan dan kekurangan jamu akan membuat kepercayaan pada jamu menurun. Dan tentunya, dalam kode etik perwarta sudah termaktub etika menulis dengan sumber berita dan informasi yang jelas sehingga menghasilkan tulisan yang akurat dan terpercaya tentang jamu.

     

     

    (8) Dukungan Lembaga Penelitian


    Lembaga-lembaga penelitian sangat berperan dalam melestarikan jamu. Biofarmaka adalah salah satu lembaga penelitian dibawah naungan Institut Pertanian Bogor yang mengkhususkan bidang pada penelitian sumber daya biotik untuk keperluan farmasi.


    Peran biofarmaka sebagai lembaga penelitian ilmiah adalah untuk mengeksplorasi dan meneliti prospek sumber daya alam, termasuk diantaranya bahan baku jamu. Biofarmaka juga mengembangkan produk paten yang dibangun dari kekayaan intelektual. Salah satu peran penting Biofarmaka adalah membuat standart operational procedure dalam hal budidaya dan industri produk biofarmaka yang diakui secara nasional dan international. Kemudian Biofarmaka mengkomersialkan riset melalui sharing product dan perijinan produk serta pemetaan potensi biofarmaka di Indonesia.


    Lembaga penelitian seperti Biofarmaka bisa masuk sebagai motor, pembimbing dan pendamping pada upaya-upaya pelestarian jamu seperti dijabarkan di atas. 

     


    Kedelapan langkah di atas adalah upaya-upaya internal dalam negeri yang bisa membantu melestarikan jamu. Kedepannya, jamu bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan meyakinkan UNESCO bahwa jamu  layak diakui sebagai warisan budaya dunia.  Akhir kata, saya sebagai blogger berharap tulisan ini dapat memberi masukan positif pada upaya pelestarian jamu. Lestari jamuku, jayalah budaya bangsaku. 

     

    Referensi :

    http://biofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2013/Flyer%20BRC.pdf

    http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-article/267-development-of-partnership-model-between-brc-and-farmers-of-biopharmaca-in-district-sukabumi

    http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-heritage-2013

     

    Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Penulisan Artikel Jamu di Blog oleh “Biofarmaka IPB”

     



  14. Pemenang Give Away Aku dan Pohon

    September 24, 2013 by murtiyarini

    Beberapa menit mendahului janji posting pengumuman tanggal 25 September 2013.  Semoga berkenan.

     

    Give Away Aku dan Pohon berlangsung pada 1 Agustus-15 September 2013, diikuti oleh lebih dari 90 peserta dengan ragam jenis tanaman dan kisah.

    Saya haturkan apresiasi sebesar-besarnya untuk seluruh peserta. Dari hajatan pertama ini, saya belajar banyak hal seputar Give Away diantaranya bagaimana membuat tema yang menarik, aturan yang mudah, batas waktu yang sesuai, dan jadi tahu bagaimana sulitnya menjadi juri. Penjurian terbagi dua tahap, dari 90 an peserta saya memilih 20 finalis dan menyerahkannya kepada juri kedua untuk memberikan penilaian. Harapannya, juri kedua dapat mengurangi subyektifitas penilaian mengingat sebagian peserta adalah teman sendiri.

    Bertindak sebagai juri kedua adalah Prof. Dr. SRIATI, staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

    LOH, kok mau ya jadi juri Give Away, apa tidak sibuk? Jelas saja mau karena ditodong adik sendiri, mana bisa menolak hehe…

     

    Baiklah, berikut pemenangnya:

     

    Juara 1: Endah Wahyuni

    Judul : Diajak Merit Di bawah Pohon Kesemek

    http://sunflowernote.blogspot.com/2013/08/diajak-merit-di-bawah-pohon-kesemek.html

     

    Juara 2 : Anita Lusiya Dewi

    Judul: Cactus, Happiness is Priceless

    http://www.makarame.com/2013/08/cactus-happiness-is-priceless.html

     

    Juara 3: Ika Hardiyan Aksari

    Judul : Kelengkengku, SPPku

    http://ichaituika.blogspot.com/2013/08/kelengkengku-sppku.html

     

    Juara 4: Eka Candra Lina

    Judul :  Aglaia With Love

    http://ekacandralina.blogspot.com/2013/07/aglaia-with-love.html

     

    Juara 5: Nabila

    Judul : Bibit Pohon Mahoni yang Mati Suri

    http://nabilaptx.blogspot.com/2013/08/bibit-pohon-mahoni-yang-mati-suri.html

     

    Juara 6: Izzah Annisa

    Judul : Cinta Sebatang Rampai

    http://bundasyahid.blogspot.com/2013/08/cinta-sebatang-rampai.html

     

    Pemenang komentar terbanyak: Hariyanto Wijoyo

    Judul : Menuai amal dari sebatang pohon

    http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/09/menuai-amal-dari-sebatang-pohon.html

     

    Kami menyukai tulisan pemenang karena keunikan cerita, enak dibaca, eksplorasi flora dan adanya interaksi ntensif dengan pohon.

    Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga dari Give Away Aku dan Pohon menambah wawasan kita terhadap keanekaragaman flora.

    Sampai jumpa pada Give Away berikutnya.



  15. Penundaan Pengumuman Pemenang

    September 18, 2013 by murtiyarini

    Sehubungan dengan banyaknya pendaftar Give Away Aku dan Pohon, dan kesibukan di kantor saya yang mendadak sangat padat dalam minggu ini, maka pengumuman pemenang terpaksa DITUNDA menjadi tanggal 25 September 2013.

    Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga dimaklumi, agar saya dan juri tamu bisa menentukan pemenang sebaik-baiknya.

     

    Salam, Arin