Blog Archives

Pemenang GA Sekolah Impian

Ketika saya memilih tema Give away, saya selalu berpikir harus membawa manfaat berbagi pengalaman, minimal bagi saya, dan berharap bermanfaat bagi siapapun yang membaca tulisan-tulisan para peserta.  Tahun ini, saya memilih  tema Sekolah Impian.

Sengaja saya membatasi tema dengan ketentuan “eksplorasi hal positif” dari sekolah dengan niat memupuk optimisme dan kebanggaan pada sekolah-sekolah di Indonesia. Sudah cukup banyak berita kurang menyenangkan yang kita dengar, sampai-sampai terkesan tidak berimbang.

Saya membaca satu persatu 67 tulisan peserta. Kebanyakan menulis sekolah dari sudut cerita umum dengan menjabarkan keistimewaan-keistimewaan sekolahnya (57%). Ini cukup membanggakan, hai..kita punya sekolah-sekolah bagus loh!

Sebagian lagi mengambil sudut cerita berbeda, yaitu 10% tentang  sekolah berbasis agama, 10% tentang Sekolah Alam, 13% tentang perilaku baik siswa, 10% tentang guru-guru berdedikasi. Yang terakhir ini sungguh membuat saya menarik napas panjang, terharu.

Angka persentase ini mungkin tidak terlalu akurat saya hitung dengan cara sederhana saja.

Baiklah, saatnya pengumuman.

Cukup berat memilih daru 67 ke 20…lalu mengerucut menjadi 10 hingga akhirnya 6 tulisan terpilih. Berat karena kualitas yang bagus-bagus dan beda tipis nilainya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi.

Inilah 6 yang terpilih.

Juara 1.  Kanianingsih

URL: http://catatantentangbuahhati.blogspot.com/2014/09/sepenggal-kenangan-di-sekolah-alam.html

2014-08-28 21.56.42_wm

 

 

 

 

Juara 2. Esthy Wika
url: http://kenzuma.blogspot.com/2014/09/mereka-juga-berhak-atas-kesempatan-yang_24.html
2014-08-28 21.55.35_wm

 

 

 

 

 

Juara 3. Ardiba R Sefrienda
url:http://3dibafree.blogspot.com/2014/09/smun-17-palembang-gambaran-sekolah.html

2014-08-28 21.57.17_wm

 

 

 

 

Juara Harapan.

1.Reni Judhanto

URL http://another-reni.blogspot.com/2014/09/sekolah-impian-dengan-guru-guru-yang.html

20140920_184016_wm

 

 

 

 

 

2. Gustian Ri’pi
URL : http://bloggustian.blogspot.com/2014/09/ospek-yg-mencerdaskan-cerminan.html

2014-08-28 21.57.48_wm

 

 

 

 

3. Mugniar

URL: http://mugniarm.blogspot.com/2014/09/sekolah-pengembangan-diri-terbaik.html

2014-08-28 21.58.23_wm

 

 

 

 

Juara favorit : Rita asmaraningsih

URL : http://www.ritaasmara.blogspot.com/2014/08/mendambakan-sekolah-impian.html

2014-08-28 21.59.08_wm

 

 

 

 

Juara tercepat :

1. Nia Fajriyani Sofyan

2. Rita asmaraningsih

3.Rosiana Febriyanti

4. Arga litha

5. Istiqomah Ps

 

2014-08-28 21.59.34_wm

 

 

 

 

 

 

 

Para pemenang diharapkan memberikan alamat pengiriman ke murtiyarini@yahoo.com untuk mempercepat pengiriman hadiah.

 

Selamat kepada para pemenang.

Terimakasih kepada seluruh peserta telah berbagi cerita tentang sekolahnya. Sangat bermanfaat bagi kita semua.

Sampai jumpa pada Lomba Review Buku Mommylicious, selanjutnya di www.asacinta.blogspot.com bulan Desember 2014.

Salam.

 

Jualan blog

 


Jurnal Mommylicious : Memasak Seru Bersama Para Mommy

Ini ceritanya gayung bersambut.

Suatu hari, Modena menghubungi saya dan meminta saya hadir dalam acara Modena Cooking Clinic. Ini bukan kali pertama saya ikut acara tersebut. Jadi sudah tahu gambarannya.

Pihak Modena bertanya kepada saya, apakah setelah acara saya akan menulis di blog tentang Modena?

Selayaknya blogger yang “mulai professional” saya pun menjawab, “Boleh saja mas, dengan senang hati. Tapi bolehkah saya meminta waktu 5 menit untuk mempromosikan buku Mommylicious saya?”

 

Maka akhirnya, acara pada 30 Agustus 2014 itu menjadi jurnal Mommylicious, ajang promo buku bersama Modena Cooking Clinic di Rumah Inspirasi Living Martha Stewart, Gandaria City Mall.

Tema Modena Cooking Clinic kali ini tentang Menu Makan Malam yang Sehat dan Praktis bersama chef Yuda Bustara. Tema ini mengacu pada bagian cerita dalam buku Mommylicious, yaitu Makan Malam yang Tertunda. Di situ saya bercerita kesulitan sehari-hari menyiapkan makan malam.  Terusterang, pulang kantor, capek, memikirkan makan malam itu hal yang berat. Dengan bahan masakan seadanya dan waktu yang tidak banyak, saya seringkali menyerah memasak untuk makan malam. Jadi ujung-ujungnya saya putar saja menu sup sayur-bayam-capcay-sup-bayam-capcay…itu-itu saja. Lauknya juga berputar dari perkedel, tempe, telur.

 

Menu yang akan dimasak adalah Chicken Cordoun Bleu (lauk) dan Peach Cobler (cemilan). Hadirin dipersilakan bergabung bersama Chef Yuda Bustara. Terlihat mba Sarah (karyawan IPB juga, bertugas di Rektorat) maju ke depan dan memasak bareng Chef Yuda. Mba Sarah ini juga yang berhasil pulang membawa door prizes….asyiiik

 


Sambil menunggu masakan matang, ada kuis dari Modena dan Mommylicious. Disini saya membagikan 2 godiebag berisi mug cantik bertuliskan “Mommylicious jadi mama itu delicious”,  dan buku Mommylicious bertanda tangan penulisnya *ehm*.  

Dua jam berlalu cepat untuk kopi darat. Kami pulang membawa kenangan manis. Sampai ketemu lagi teman-teman. Terimakasih ya sudah bersedia hadir. Terimakasih Modena.

  

 SIMAK TERUS JURNAL MOMMYLICIOUS DAN IKUTI EVENTNYA DI Twitter @Mommylicious_ID

 

 


Give Away : Sekolah Impian

tmp_frame_1409443087930_nw_wm Sobat blogger, kembali saya mengadakan give away dalam rangka Dies natalis IPB ke 51 sekaligus peluncuran buku “Mommylicious” yang diterbitkan oleh Bhuana Ilu Populer (Kelompok Gramedia). Buku tersebut saya tulis berdua dengan Rina Susanti. Dalam buku Mommylicious, subjudul “Bintang Makan Siang” saya mencertiakan tentang sekolah anak saya, serta membandingkan bagaimana pendidikan tempo dulu dan sekarang. Jauh berbeda. Saya juga pernah menulis tentang Sustainable Green Campus, berharap lebih banyak sekolah yang menerapkan gerakan “hijau”. Tulisan di link ini: http://murtiyarini.staff.ipb.ac.id/2014/06/11/sustainable-green-campus/ Melalui lomba ini saya ingin menggali lebih banyak wawasan tentang sekolah atau kampus (SD hingga Perguruan Tinggi) di mana sobat blogger pernah bersekolah. Nah, cerita tentang sekolah impian tentunya diharapkan mengulas manfaatnya untuk generasi mendatang, adik-adik atau anak-anak kita. Tema Give Away kali ini adalah tentang “Sekolah Impian” Temanya menarik dan gampang, kan? Caranya :

  1. Ceritakan tentang kelebihan sekolahmu (boleh jenjang apa saja) dengan sudut pandang bebas. Bisa dari programnya, bangunannya, gurunya dll. Dan/atau, ungkapkan juga sekolah impianmu seperti apa sebagai bentuk masukan yang membangun untuk sekolah-sekolah di Indonesia.
  2. Lomba berlangsung mulai 1 September -25 September 2014.  Pengumuman Pemenang 30 Oktober 2014.
  3. Panjang tulisan kurang lebih 500 -1000 kata. Tulisan diposting di blog pribadi atau note facebook (setting : public). Tulisan yang diikutkan boleh baru atau repost dari tulisan lama dengan penanggalan baru. Tulisan adalah karya asli peserta. Satu peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 tulisan.
  4. Pada akhir tulisan cantumkan tulisan “Give Away Sekolah Impian” yang dihubungkan pada postingan ini.
  5. Peserta tidak harus memiliki buku Mommylicious. Peserta hanya wajib memasang youtube  Mommylicious #ParentingBook pada akhir postingan. Copy HTML berikut : <iframe width=”480″ height=”360″ src=”//www.youtube.com/embed/qmcZpviA_wM” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>
  1. Daftarkan link dan nama di kolom komentar (komentar akan dimoderasi jadi harap bersabar.
  2. Juga kirim biodata, kontak dan url melalui email murtiyarini@ipb.ac.id dengan subyek : Sekolah Impian_Nama Blogger

Ketentuan lain :

  1. Peserta Laki-laki dan Perempuan, WNI di seluruh dunia, dengan alamat pengiriman hadiah di Indonesia.
  2. Nama peserta akan diupdate dibagian bawah info GA ini. Beritahu saya jika nama anda belum terdaftar dalam 3×24 jam.
  3. Pemenang pilihan juri dinilai berdasarkan: Keunikan ide, Kesesuaian tema, Eksplorasi, Kenyamanan cerita dan tata penulisan. Juri adalah saya pribadi.

Hadiahnya adalah…. 2014-08-28 21.56.42_wm 2014-08-28 21.55.35_wm 2014-08-28 21.57.17_wm 2014-08-28 21.57.48_wm 2014-08-28 21.58.23_wm

20140920_184016_wm

14 seri buku anak karya Roald Dahl

Hadiah seri buku Roald Dahl di atas adalah donasi dari Haya Aliya Zaki (www.hayaaliyazaki.com) 2014-08-28 21.59.08_wm 1 juara favorit dinilai berdasar komentar terbanyak (masih berkesempatan memenangkan pilihan juri). Komentar terbanyak dihitung dari pengunjung blog (komentar pemilik blog tidak dihitung). Dihitung pada tanggal 25 Oktober 2014 2014-08-28 21.59.34_wm 5 pengirim pertama mendapatkan komik Agen Polisi 212 (masih berkesempatan memenangkan pilihan juri). Dilihat berdasarkan waktu pendaftaran di kolom komentar.   Hadiah masih bisa bertambah apabila ada sponsor/donatur. Untuk sponsorship dan donasi bisa kirim email ke murtiyarini@yahoo.com Ditunggu cerita sekolah impian kamu ^_^   Daftar Peserta, urutan berdasar waktu pendaftaran :

  1. Nia Fajriyani Sofyan (2 tulisan)
  2. Rita Asmaraningsih
  3. Rosiana Febriyanti
  4. Arga Litha
  5. Istiqomah Ps (2 tulisan)
  6. Riska Ika
  7. Muhammad Lutfi Hakim
  8. Ika Candra
  9. Inda Savitri
  10. Liswanti Pertiwi
  11. Ina Tanaya (2 tulisan)
  12. Ardieba sefrienda
  13. Nur Gusti Azizah
  14. Moocen Susan
  15. Farhah Farida (via facebook)
  16. Zaitun Hakimiah
  17. Gustian Rip’i
  18. Noni Rosliyani
  19. Ririn Sjafriani
  20. Kania Ningsih
  21. Dwi Puspita Nurmalinda
  22. Nurul Rahmawati
  23. Fransiska
  24. Rodame MN
  25. Aldi Rahman (3 tulisan)
  26. Sri Wahyuni
  27. Suharyani
  28. Aldo Rahmat
  29. Mugniar
  30. Victy Arti
  31. Hastira Soekardi
  32. Rauhiyatul jannah
  33. Diah Kusumastuti
  34. Riska Setiani
  35. Mutia Elisa Karamoy
  36. Reni Judhanto (2 tulisan)
  37. Astri Damayanti
  38. Evrina Budiastuti
  39. Henny Puspitarini
  40. Sofia Zhanzabila
  41. Nurul Jamil
  42. Lutfi Retno
  43. Luckty Gian S.
  44. Mutiah Ohorella
  45. Fenny Ferawati
  46. Ina Rakhmawati
  47. Anisa Fatwa Sari
  48. Susanti Dewi
  49. Didit Puji Hariyanto
  50. Aira Kimberly
  51. Ade Anita
  52. Hilda Ayu S.
  53. Esthi Wika
  54. Ika Koentjoro
  55. Aida Al Fath
  56. Widyanti Yuliandari
  57. Arlina Dwi Nur Isma
  58. Dyah Dwi Arti
  59. Sheike
  60. Lucerahma
  61. Anni Nurlina Sari

 


Buku Pertama Terbit

Agustus ini yang saya tunggu-tunggu telah hadir. Yang saya tunggu berbeda dengan yang ditunggu hampir semua pegawai IPB. Apa ya kira-kira?  :)

11 Agustus 2014 ini resmi buku pertama saya terbit. Kebanggaan luar biasa, cita-cita menerbitkan buku melalui penerbit mayor terwujud sudah. Berikut cover bukunya :

Screenshot_2014-08-08-20-36-15-1

Judul       : Mommylicious

Penulis    : Murtiyarini & Rina Susanti

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)

ISBN        : 9786022496809

Tebal      : 174 halaman

Harga     : Rp. 39.000,-

Isinya cerita ringan penuh makna inspirasi, tentang keseharian kami dalam membesarkan anak-anak. Kisah dua sahabat dengan pola asuh berbeda namun tetap saling menghargai. Buku ini diharapka  dapat andil dalam mengurangi Mom War atau perang opini antar mama.

Dalam buku ini saya menceritakan sedikit kegalauan tentang pekerjaan dan penitipan anak Agriananda.

Penasaran?

Bukunya sudah bisa didapatkan di toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Apabila enggan ke toko buku, saya siap membantu pemesanan. Cukup email ke murtiyarini@yahoo.com

Buku ini menambah daftar keyakinan saya bahwa semakin saya sibuk urusan kantor, semakin menggebu semangat saya untuk menulis lagi dan lagi.


[Aku dan Buku] CERITA DI BALIK NODA

Banyak buku telah menginspirasi saya, tapi buku Cerita Di Balik Noda ini meninggalkan kesan sangat  mendalam terkait persoalan ibu dan anak.

20130405_071943

 Judul : Cerita Di Balik Noda

Penulis     : Fira Basuki

Penerbit    : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) kerjasama dengan Rinso, PT. Unilever Indonesia

ISBN        : 978-979-91-0525-7

Cetakan    : Pertama, Januari 2013

Tebal       : 234 Halaman

Harga       : Rp. 40.000,-

 

Saya tertarik membeli buku ini karena penulisnya adalah Fira Basuki. Saya tahu Fira banyak melahirkan buku-buku best seller.  Selain juga karena judul buku ini  yang  membuat penasaran. Noda apa sih yang diceritakan? Kalau melihat covernya yang putih seperti kain dengan noda cipratan lumpur, ditambah di cover belakang ada logo Rinso sebagai sponsor, saya kira buku ini tak jauh dari noda kotor pada baju yang biasanya banyak dialami oleh anak-anak. Kenyataannya, buku ini memberikan lebih dari yang saya harapkan.

 

Cerita Di Balik Noda merupakan antologi (kumpulan kisah) yang terdiri dari 4 tulisan Fira Basuki dan 38 tulisan seleksi dari lomba menulis yang diselenggarakan oleh ditergen Rinso.  Sebagian besar cerita ditulis oleh para ibu, menceritakan tentang pengalaman bersama anak terkait dengan noda.  Dari noda ini, ternyata banyak pembelajaran seputar hubungan ibu-anak yang bisa dipetik.  Fira sebagai ibu dari 2 anaknya terlihat sangat menikmati saat menuliskan ulang kisah-kisah tersebut dalam buku ini.  Terlihat dari olah kata yang menjadikan tulisan-tulisan itu nyaman untuk dibaca, Fira juga mempunyai satu cerita tentang kisah pribadi keluarganya dalam judul Sarung Ayah.

 

Walaupun ini bukan buku parenting, namun setelah membaca buku ini saya merasa banyak mendapatkan masukan pada pola asuh anak-anak saya. Judul Sarung Ayah (halaman 54) menceritakan tentang seorang anak yang menyimpan sarung ayahnya yang sudah meninggal. Si anak tidak mau mencuci sarung tersebut demi meningat kenangan akan aroma tubuh ayahnya.

 

Cerita ini menyentuh sekali. Mengingatkan kita bahwa peran ayah dalam pengasuhan anak sangat besar. Ayah adalah sosok yang tidak bisa lepas dari sebuah keluarga. Kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak menjadikan jiwa anak tumbuh secara utuh.  Membaca kisah ini mengingatkan kembali keluarga kecilku, betapa suami sangat dekat dengan anak-anak dengan caranya sendiri.  Tentu saja cara yang berbeda dari saya.  Perbedaan ini menjadikan kekayaan dalam jiwa anak.  Mereka mengenal saya, ibunya dan ayahnya dengan karakter yang berbeda dan menemukan kedekatan yang berbeda.  Tidak ada alasan saya untuk tidak berterimakasih pada suami tercinta.

 

Sebagian besar cerita dalam buku ini tentang manfaat berani kotor itu baik.  Anak yang dibebaskan untuk berkotor-kotor dapat meningkatkan kreatifitas, keberanian, daya eksplorasi serta memberinya keleluasaan untuk memilih sikap.  Seperti dalam cerita Rayhan’s Pet Society (halaman 101) yang menceritakan tentang anak yang ingin memelihara hewan dan dia rela bersentuhan langsung dengan noda dan lumpur.  Atau pada cerita Koki Cilik (halaman 106) yang menceritakan tentang Nisa, gadis cilik yang ingin sekali bisa membantu memasak di dapur.  Dia ingin membuat kue seperti halnya orang dewasa tanpa risih terkena noda dari bahan-bahan pembuat kue.

 

Anak-anak memang tidak pernah jijik atau segan bersentuhan dengan noda.  Anak-anak mempunyai sifat eksplorasi yang tinggi secara natural.  Yang menjadi masalah biasanya adalah orang tua yang terlalu banyak memberikan perlindungan pada anak-anaknya sehingga justru membatasi ruang geraknya.  Ya Tuhan, saya teringat pada sikap sendiri, betapa saya sering kali melarang anak-anak saya, Cinta dan Asa untuk tidak bermain lumpur, hujan-hujanan atau  main di luar yang sudah hampir bisa dipastikan bakal kotor.  Saya menyadari, tampaknya saya terlalu protektif pada mereka berdua.  Mudah-mudahan berikutnya saya bisa lebih  tenang saat melihat anak-anak bermain kotor dan membiarkan mereka bereksplorasi.  Yang penting setelah berkotor-kotor badan dibersihkan dan baju di cuci dengan baik.  Noda bisa hilang kan? Tapi masa anak-anak tidak mungkin kembali.  Karenanya, harus dimanfaatkan sebanyak mungkin untuk memupuk kreativitasnya.

 

Bahkan, ada sikap anak-anak yang keluar spontan dan membuat kita tertegun, yaitu keinginannya untuk menolong sesama. Sikap ini akan terpupuk jika orangtua memberikan contoh, anak akan terkondisikan mengikuti sikap orangtua. Ada banyak kisah yang menggambarkan sikap spontan anak-anak dalam menolong sesama. Mereka mau berkotor-kotor karenanya. Seperti dalam judul Seribu Cinta (halaman 44), Untuk Bu Guru (halaman 72) dan banyak lagi.

 

Dalam menuliskan ulang kisah para orangtua dan anak tersebut, Fira Basuki tidak mengubah gaya penulisan masing-masing cerita sehingga menghadirkan kekuatan dan kekayaan karakter. Bagi saya, buku bersampul putih dengan gambar percikan noda ini secara keseluruhan sangat menarik, mampu memberikan ide-ide dan masukan baru dalam hal mendidik anak-anak. “Berani Kotor Itu Baik” asalkan hati tetap bersih.

 

 

 


Resensi buku : TEKNIK AGAR NASKAH DITERIMA PENERBIT

Versi online bisa dilihat di koran jakarta

Judul Buku : When Author Meet Editor
Penulis : Luna Torashyngu dan Donna Widjajanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : Mei, 2012 / Cetakan ke 1
ISBN : 978-979-22-8322-8
Tebal : 236 halaman
Harga : Rp. 55.000

Sejak tahun 2005, terjadi ledakan jumlah pengarang buku-buku fiksi di Indonesia. Banyak penulis yang melejit namanya secara mendadak, namun tidak sedikit yang frustasi karena naskahnya ditolak dari penerbit satu ke penerbit yang lain. Karena itu buku-buku tentang teknik menembus penerbit dapat menjadi rujukan bagi para penulis.

Buku When Author Meets Editor merupakan karya kolaborasi antara Luna Torashyngu, pengarang novel teenlit bestseller dengan Donna Widjajanto, editor dari penerbit. Mereka menyajikan rahasia dan fakta dibalik lahirnya buku fiksi dan novel laris. Kolaborasi dari dapur penerbitan ini mengungkap secara terbuka seluk beluk cara menembus penerbit dan hal-hal apa saja yang membuat sebuah naskah ditolak.

Ketidaktahuan pengarang seperti cara mengirimkan naskah ke penerbit, pra syarat yang harus dipenuhi agar naskah diterbitkan, dan berbagai kesalahan sederhana yang membuat naskah langsung ditolak. Dalam buku ini juga dijelaskan tema tulisan yang disukai editor dan pembaca, kunci menjalin hubungan baik dengan editor serta jurus rahasia untuk tetap konsisten berkarya.

Dalam karya fiksi, diperlukan ide – ide liar dari pengarang yang melahirkan rangkaian cerita yang tak biasa dengan ending yang sulit ditebak. Sebuah cerita akan terasa hidup apabila memperhatikan tiga hal penting dalam proses kreatifnya yaitu pemilihan karakter tokoh, setting cerita, dan alur cerita yang tepat. Karakter memegang peranan penting dalam cerita karena membuat cerita lebih hidup. Bahkan karakter yang kuat bisa mengangkat suatu cerita yang tema dan jalan ceritanya biasa saja menjadi menarik. Pengarang yang baik membuat pembacanya mampu membayangkan karakter – karakter dalam ceritanya dengan sangat jelas. Begitu juga dalam penentuan setting waktu dan setting lokasi, diperlukan ide liar agar tidak monoton bagi pembaca. Sedangkan untuk alur cerita, ditentukan oleh kalimat pembuka, alur yang berbeda, ending yang tidak mudah ditebak dan kalimat yang tidak bertele-tele. Langkah-langkah dalam membangun 3 komponen utama ini dijelaskan oleh Luna Torashyngu pada bab 3.

Apa yang terjadi di balik meja redaksi masih menjadi rasa penasaran para pengarang. Pada bab 5, sang editor mulai menceritakan tentang apa saja yang terjadi di balik meja redaksi dan bagaimana editor memperlakukan naskah demi naskah yang jumlahnya bertumpuk-tumpuk. Selain bentuk dan tampilan naskah, tema yang diajukan pengarang sangat menentukan apakah naskah akan dilanjutkan untuk dibaca oleh editor atau tidak. Hal-hal pertama, seperti kalimat pertama, adegan pertama, paragraph pertama, halaman pertama adalah poin krusial yang menyangkut hidup-mati sebuah novel. Kalau yang pertama-pertama ini sukses merebut perhatian editor, maka berita baik untuk pengarang, dalam beberapa bulan novelnya akan berada di toko buku.

Perjalanan sebuah naskah menjadi buku cantik ternyata tidak mudah. Editor sangat berkuasa memberikan kritik di sana-sini dan meminta pengarang untuk melakukan revisi. Pada bab 6-8 buku ini menjelaskan secara detil apa saja yang perlu direvisi dan bagaimana proses revisi itu berlangsung. Pada babak revisi seringkali terjadi permasalahan antara pengarang dan editor. Permasalahan bisa datang dari pihak editor, misalnya editor sok tahu, kurang cermat, atau terlalu kaku, maupun dari pihak pengarang misalnya penulis yang keras kepala tidak mau merevisi naskah, tidak sabar dan sok tahu. Karena itu, keharmonisan antara pengarang dengan editor ini perlu dijaga karena menentukan kerjasama dan produktivitas pada karya-karya selanjutnya.

Pada akhir buku dilampirkan bonus bab-bab asli dari novel best seller : “Mawar Merah : Matahari” yang dihilangkan dari buku jadinya (halaman 143 -232). Bagi yang sudah membaca novel tersebut, bonus ini dapat menghapus rasa penasaran. Disebutkan bahwa pemotongan bagian tersebut karena dirasa tidak perlu berada dalam alur cerita. Namun bagi yang belum membaca novel tersebut, bonus ini hanya akan menjadi penggalan cerita tanpa awal dan akhir.

Dari riset pasar sederhana menunjukkan ternyata banyak sekali buku tentang cara menulis, namun belum ada atau sedikit sekali buku yang menyinggung hubungan pengarang dengan penerbit dan editor. Ternyata, para pengarang dan editor masih punya rasa takut atau enggan satu sama lain. Diantaranya takut naskah yang sedang dikerjakan ternyata tidak berguna, tidak bermakna dan akhirnya tidak laku di pasaran. Tetapi, riset, sesederhana apapun, bisa membantu membukakan sudut pandang baru pada naskah yang sedang kita kerjakan dan membantu mengatasi rasa takut itu.


BUKU BARU : DIARY BUNDA KETIKA BUAH HATI SAKIT

Judul buku : Diary Bunda : Ketika Buah Hati Sakit

Penulis : Kumpulan Ibu-ibu smart

Harga : Rp. 48.000,-

Penerbit : Indie Publishing

Tebal : 378 halaman

Mendapati buah hatinya sakit adalah pengalaman paling menegangkan setiap Bunda. Demam, muntah, pusing,  pilek, batuk,  gatal, terluka… Andaikan  bisa bernegosiasi dengan Tuhan, ingin rasanya memindahkan rasa sakit  Ananda ke tubuh Bunda.

Buku ini memuat pengalaman-pengalaman Bunda  ketika buah hati sakit. Pantas dibaca  para Bunda dan  Ayah.  Pembaca akan terbawa pada situasi menegangkan yang dialami Bunda-bunda, dan ikut mengambil hikmah serta solusi-solusi ketika sakit datang.

Berikut testimoni yang sudah membaca :

“Melihat buah hati sehat  adalah harapan setiap orangtua. Bagaimana ketika buah hati sakit ? Mengharukan, sebagai ibu kita disadarkan untuk memahami informasi seputar kesehatan ” (Haya ALiya Zaki, Farmasis)

“Membaca buku ini seperti diajak untuk menjadi bagian dalam  pengalaman luar biasa. Inspiratif, Reflektif, Menggugah !” Buku yang dahsyat !!  (Deri Rizki Anggraini, Konsultan Gizi)

“Orangtua membutuhkan empati saat buah hati sakit dan mengambil hikmah dari pengalaman orang lain yang bisa menguatkan dalam menghadapi cobaan dan mengambil keputusan” (Ary Nilandari, Penulis)

Teman-teman yang ingin memiliki buku ini, bisa kontak saya di murtiyarini@yahoo.com 

CETAK TERBATAS

 


Buku 100 Kisah Inspiratif – Mari Bicara

Memandang Dari Dua Sisi Mempermudah Komunikasi, itulah judul kisah saya dalam 100 Kisah Inspiratif menghangatkan hati  :MARI BICARA.  Buku ini ditulis oleh 100 penulis tentang bagaimana berkomunikasi efektif dan harmonis dengan pasangan.  Penulis dijaring dari ajang lomba Mari Bicara Sariwangi, dan 100 pemenangnya mendapatkan hadiah masing-masing Rp. 3.000.000,-  hmmm…cukup besar kalau dibandingkan dengan royalti penulis.