RSS Feed

#Lebihbaik Menghangatkan Hati Orangtua

August 21, 2015 by murtiyarini

Sudah 11 tahun suami tidak berlebaran bersama orangtuanya.  Banyak hal menjadi pertimbangan. Dan tahun ini, kami ingin telah melalui lebaran dengan #lebihbaik.

 

Kendala Biaya.

Beginilah saya ditakdirkan berjodoh dengan pasangan yang berasal dari dua pulau berbeda. Saya dari Jawa Timur, sedangkan suami dari Medan, Sumatera Utara. Kemudian kami menetap di Bogor.  Sejak menikah,  kami ke Medan justru bukan saat lebaran. Sebagaimana kita tahu, tiket kendaraan baik darat, laut apalagi udara harganya melambung di saat liburan menjelang dan sesudah hari raya.  Dengan dua anak saat ini, biaya mudik ke Medan di hari raya tidak sedikit.  Dengan pertimbangan itu, kami memilih mudik Medan justru di luar hari raya, di saat harga tiket pesawat sedang normal. Itupun bukan berarti benar-benar murah. Tetap saja butuh biaya besar untuk satu kali mudik.

Assalamu’alaikum, Asa” sapa bapak pada putra saya dari ujung telepon.

“Waalaikum salam, kakek,” jawab Asa.

“Asa kapan ke rumah kakek?” tanya Bapak.

“Belum tahu, Kek. Nanti kalau Ayah sudah punya uang,” jawab Asa.

Hmm..saya sedih setiap mendengar pertanyaan yang sama setiap minggunya, saat sang kakek dan cucu itu berbincang melalui telepon.

Campur aduk perasaan saya, antara bersalah, sedih, dan keinginan yang membuncah.  Setahun saya dan suami sibuk bekerja, namun tak kunjung sanggup menghangatkan hati orangtua di saat lebaran.  Saat dimana seharusnya para orangtua memeluk putra-putrinya.  Sebenarnya sudah sejak lama saya memendam keinginan berlebaran ke Medan.  Mudik bagi kami bukan sekedar berlebaran ataupun berlibur.  Ada keinginan besar untuk menghangatkan hati orangtua.  Keinginan ini mendesak, seakan berkejaran dengan waktu, sambil harap-harap cemas, semoga kita masih diberi kesehatan dan umur, agar bisa berjumpa lagi.

Persiapan membuat Lebaran #lebihbaik

Maka sejak tahun lalu saya tekatkan, untuk dapat berlebaran bersama orangtua tahun ini.  Persiapan yang panjang. Mulai dari menghitung budget, strategi penghematan pada pos-pos belanja yang tidak penting, membuat rencana-rencana saat lebaran nanti dan mengatur waktu kapan saya sudah harus berburu tiket pesawat.

Persiapan satu tahun, ya satu tahun. Apakah menurut anda terlalu lama? Harap maklum, karena kami harus berhitung antara penghasilan, pengeluaran rutin, tabungan jangka panjang, dan tabungan setahun diantaranya untuk mudik.  Tapi bagi kami, itu pencapaian terbaik lebaran tahun ini. Dan kami sukses mudik ke Medan. Lebaran tahun ini terasa #lebihbaik. Jika kita punya niat, kita bisa membuat rencana dan persiapan.  Tidak ada kata mustahil jika kita berusaha.  Dan nyatanya kami bisa.

 

Menghangatkan Hati Orangtua.

Kami mengambil cuti panjang untuk lebaran di Medan, yaitu 9 hari. Rasanya rugi jika biaya mudik yang besar tidak diimbangi dengan waktu mudik yang panjang. Sepakat?

Selain itu, saya ingin lebaran kali ini benar-benar istimewa. Kapan lagi bisa menyenangkan hati orangtua secara langsung jika tidak saat bertemu seperti ini.  Saya tahu, kebahagiaan kakek dan nenek adalah saat melihat cucu-cucunya gembira. Karena itu, saya telah mempersiapkan liburan lebaran yang berkesan untuk kami semua.

Apalagi kalau bukan liburan. Ya..liburan keluarga!  Mengingat orangtua fisiknya tidak terlalu kuat berjalan jauh, maka kami liburan santai di pantai. Sungguh nikmat bisa makan siang di pantai dengan sajian kepiting dan udang langsung dari hasil tangkapan Nelayan.  Sementara itu anak-anak bermain pasir sambil tertawa-tawa.

Di hari lain, kami mengajak orangtua menginap di sebuah hotel di Medan. Hm, hotel di kota yang sama dengan rumah? Yup, kenapa tidak? Hotel sekarang sudah bisa menjadi tempat rekreasi keluarga.  Menikmati suasana kamar yang berbeda, serta berenang di pagi harinya. Inilah cara kami menyenangkan hati orangtua. Mengajak mereka ke hotel bersama anak dan cucu.  Seperti halnya di pantai, anak-anak saya ceria sekali saat di hotel.

Suara tawa cucu menghangatkan hati kakek-neneknya.  Lebih dari itu, inilah kesempatan kami  sebagai anak bisa mengobrol dengan orangtua. Senang rasanya bisa mendengar keluh kesah maupun kabar gembira dari mereka secara langsung. Bisa melihat ekspresi mereka saat bercerita adalah hal yang tidak bisa kami lakukan hanya melalui telepon.

 

 Tahun depan #lebihbaik lagi.

Alhamdulillah, lebaran tahun ini meninggalkan kesan.  Satu hal penting, bahwa tahun ini lebaran kami lebihbaik  dan bermakna karena kami bisa mudik mengunjungi orangtua.

Menjadi “PR” kami untuk tahun depan untuk lebih baik lagi.  Tantangannya tentu lebih besar, yaitu kenaikan harga-harga otomatis akan berimbas pada kenaikan budget. Takut? Tidak dong. Berpegang pengalaman dari tahun sebelumnya, saya merencanakan lebaran untuk 1-3 tahun ke depan.  Itu artinya perencanaan baik pemilihan waktu, kegiatan dan budget harus lebih baik lagi.  Saya yakin, segala sesuatu yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, hasilnya akan lebih baik. Karena rencana adalah bagian dari bentuk usaha, dan di sana terselip doa-doa. Semoga Allah mengabulkannya. Aamiin.

 

 

 

 



No Comments »

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *