RSS Feed

September, 2014

  1. Menjamu Tamu? Pajajaran Tom Yum saja! [Kuliner Bogor]

    September 16, 2014 by murtiyarini

    Sudah biasa bagi saya mencarikan restoran-restoran untuk jamuan makan tamu pimpinan. Memang kadang cukup dipusingkan oleh keterbatasan pilihan resto di sekitaran Kampus Dramaga Bogor. Maklum, sudah termasuk kawasan pinggiran.

    Untuk tamu penting, biasanya dijamu di restoran di Bogor kota, misalnya kawasan Pajajaran dan sekitarnya. Karena itu, dalam rangka surve, saya pun sering menjajaki restoran-restoran menengah-sedikit atas bersama keluarga. Tapi, biaya sendiri tentunya. Nggak bisa sering-sering. Maksimal sebulan sekali.

    Seperti hari itu, 1 syawal 1435 H, bertepatan dengan ultah saya 28 Juli. Malas masak pastinya, masa lebaran dan ultah kok masih sibuk masak? Heheehe..

    Akhirnya kami sekeluarga memutuskan keluyuran mencari resto. Hari lebaran gini apa ada yang buka? Ternyata ada. Salah satunya adalah Restoran Pajajaran Tom Yum.

    img1410829756583

    Lokasinya di Jalan Pajajaran Indah Raya. Dari jalan pajajaran ke arah selatan. Tak jauh dari Masjid Raya Bogor ada jalan ke kiri arah Perumahan Vila Duta. Disitulah lokasinya.

    Sudah lama saya tahu resto ini, tapi baru mencoba kali ini. Dan kayaknya bakal sering ke sini. Kenapa? Pertama karena tempatnya nyaman, harga masuk akal, banyak menu dan tentu saja enak.

    Menu yang tersedia bisa mengakomodir lidah Asia dan lidah Eropa. Jadi cocok untuk menjamu tamu dalam dan luar negeri.

    img1410831392824

    Karena kami cuma berempat, tak banyak menu yang kami coba. Mungkin lain kali ya kita kesotu lagi dan mencoba menu berbeda.

    Menu pesanan Cinta adalah udang mayo. Saya lupa nama yang tertulis di buku menu. Yang pasti udang goreng tepung plus mayo dengan toping buah melon dan strawberry yang segar. Udangnya crispy dab gurih.

    img1410829918744

    Berikutnya suami saya memesan kangkung tumis bawang putih. Nama sebenarnya saya juga lupa hehehe… penampakannya sebagai berikut. Enak dan segar.

    img1410830896948

    Pilihan suami berikutnya adalah sup gurame. Tadinya saya pengen pesan Tom Yum, tapi karena sup gurame ini satu porsinya lumayan banyak, jadi saya tidak jadi memesan menu andalan resto ini.

    Sup gurame nya asli segar, enak, sedikit pedas dan aroma rempah yang wangi.

    img1410830679980

    Lalu berikutnya pesanan si kecil Asa. Nasi goreng seafood tidak pedas! Tidak pedas ini pesanan khusus dan harus diingatkan berulang kepada pelayan. Soalnya kalau tertabur sedikit merica saja Asa tidak mau. Untungnya pesanab sesuai harapan. Nasi goreng yang bumbunya pas dan warnanya menarik. Plus taburan seafood yang cukup banyak.

    img1410831060760

    Terakhir adalah pilihan saya. Tak jauh-jauh dari makanan sehari-hari, yaitu tahu. Di menu disebut tahu. Tapi yang tersaji tahu lokal. Buat saya enak. Tahu goreng iris dadu dengan bumbu tumis dan cabe merah iris. Nama versi restonya saya lupa juga hahaha.. Wah, kudu kesana lagi untuk re-check nama-nama menunya. *modus*

    img1410830564620

     

    Saking enak dan terbuai suasana, saya lupa nama-nama menunya.

    Oiya, satu lagi nilai plus resto ini adalah adanya toilet bersih dan mushola. Penting.

     


  2. [Kuliner Bogor] Variasi Soto ala Ibu Rahayu

    September 15, 2014 by murtiyarini

    Indonesia memang kaya dengan masakan kuliner. Sebut saja satu jenis masakan terlaris yang disukai tua muda : SOTO.

    Mendengar kata Soto, yang terbayang adalah masakan berkuah. Awal datang di Bogor saya sempat berdebat dengan teman  soal deskripsi soto. Kalau di Trenggalek, kampung halaman saya, soto adalah masakan khas berkuah santan, tidak pedas, dengan isi utama ayam atau daging, plus tambahan bihun, bawang goreng atau kubis sesuai selera. Yang penting bersantan.

    Nah, di Bogor, soto itu ada yang bersantan dan ada yang bening. Jadi kalau mau beli soto ditanya dulu mau yang bersantan atau bening. Sedangkan dalam benak saya, soto pasti bersantan. Yang bening itu adalah sop.

    Akhirnya saya terbiasa dengan istilah baru soal Soto. Baiklah, tak mengapa. Kalau bingung tinggal tunjuk saja menu sesuai foto yang ada di restoran. Atau tunjuk saja panci masakan yang diinginkan ketika belinya di warung. Toh rasa antara soto santan dan soto bening sama-sama enak.

    Baru-baru ini saya dan keluarga mendapatkan rekomendasi warung soto yang enak dan tempatnya nyaman. Yaitu Soto Ibu Rahayu. Lokasinya di jalan Pajajaran 177 Bogor, pertengahan antara Plaza jambu 2 dan Rumah Sakit Azra. Wah, strategis banget. Kami biasa melewati jalan itu terutama saat berakhir pekan.

    Jadilah kami mencoba Soto Ibu Rahayu. Area parkirnya cukup luas jadi suami saya dengan mudah mengiyakan ketika saya mengajaknua ke situ. Biasanya kami sangat pemilih dalam menentukan tempat makan, memilih yang ada parkirnya agar tidak mengganggu lalu lintas dengan parkir di pinggir jalan.

    20140914_160512_wm

    20140914_153006_wm

    20140914_153258_wm

    Sebuah rumah terbuka, tembok hanya sebatas mata kaki. Meja kursi di dalamnya terbuat dari kayu. Suasana asri. Seperti makan di ruang makan sendiri sambil memandang taman.

    Menu yang tersedia disini hanya ada soto-soto an. Tapi jangan salah, ada 6 jenis soto. Soto rica-rica, soto oseng, soto bogor, soto ayam, dan soto mie. Saya memilih soto oseng, suami memilih soto rica karena rasa penasaran. Sedangkan anak-anak kami pilihkan soto ayam yang biasa mereka pesan kalau di tempat makan lain.

    Tak lama pesanan datang. Wah, cepat juga pelayananannya. Mungkin karena gampang ya, semua berupa soto yang sudah siap saji.

    Soto oseng seperti namanya daging dioseng dengan kecap manis dan rasa pedas dari cabe iris. Kuahnya dipisah tergantung pesanan, mau santan atau bening. Saya memilih bening.

     

    img1410701512910-1

    Soto rica juga dipisah antara daging bumbu rica dan kuah. Suami saya memilih kuah santan. Bagi anda yang pobia pedas, pikir ulang sebelum memeasan soto rica. Pedasnya mantap, membuat telinga berasap. Baik soto oseng dan soto rica daging sapinya empuk dan segar. Pas banget matangnya.

    img1410701871104

    Tidak salah pilih kami memesan soto ayam untuk anak-anak. Sotonya enak, kata anak saya. Kalau mau ditambah gorengan bakwan dan perkedel juga tersedia secara terpisah. Aneka keripik juga ada.

    img1410713686854

    Soal harga gimana? Hm, harga relatif ya. Menurut saya sedikit mahal. Setara dengan makan di foodcourt mall. Mungkin karena Soto Ibu Rahayu tempatnya nyaman dan lokasi strategis. Tapi harga tidak membuat kapok. Kapan-kapan pengen ke sini lagi.

     

    20140914_153248_wm

     

     


  3. Jurnal Mommylicious : Memasak Seru Bersama Para Mommy

    September 9, 2014 by murtiyarini

    Ini ceritanya gayung bersambut.

    Suatu hari, Modena menghubungi saya dan meminta saya hadir dalam acara Modena Cooking Clinic. Ini bukan kali pertama saya ikut acara tersebut. Jadi sudah tahu gambarannya.

    Pihak Modena bertanya kepada saya, apakah setelah acara saya akan menulis di blog tentang Modena?

    Selayaknya blogger yang “mulai professional” saya pun menjawab, “Boleh saja mas, dengan senang hati. Tapi bolehkah saya meminta waktu 5 menit untuk mempromosikan buku Mommylicious saya?”

     

    Maka akhirnya, acara pada 30 Agustus 2014 itu menjadi jurnal Mommylicious, ajang promo buku bersama Modena Cooking Clinic di Rumah Inspirasi Living Martha Stewart, Gandaria City Mall.

    Tema Modena Cooking Clinic kali ini tentang Menu Makan Malam yang Sehat dan Praktis bersama chef Yuda Bustara. Tema ini mengacu pada bagian cerita dalam buku Mommylicious, yaitu Makan Malam yang Tertunda. Di situ saya bercerita kesulitan sehari-hari menyiapkan makan malam.  Terusterang, pulang kantor, capek, memikirkan makan malam itu hal yang berat. Dengan bahan masakan seadanya dan waktu yang tidak banyak, saya seringkali menyerah memasak untuk makan malam. Jadi ujung-ujungnya saya putar saja menu sup sayur-bayam-capcay-sup-bayam-capcay…itu-itu saja. Lauknya juga berputar dari perkedel, tempe, telur.

     

    Menu yang akan dimasak adalah Chicken Cordoun Bleu (lauk) dan Peach Cobler (cemilan). Hadirin dipersilakan bergabung bersama Chef Yuda Bustara. Terlihat mba Sarah (karyawan IPB juga, bertugas di Rektorat) maju ke depan dan memasak bareng Chef Yuda. Mba Sarah ini juga yang berhasil pulang membawa door prizes….asyiiik

     


    Sambil menunggu masakan matang, ada kuis dari Modena dan Mommylicious. Disini saya membagikan 2 godiebag berisi mug cantik bertuliskan “Mommylicious jadi mama itu delicious”,  dan buku Mommylicious bertanda tangan penulisnya *ehm*.  

    Dua jam berlalu cepat untuk kopi darat. Kami pulang membawa kenangan manis. Sampai ketemu lagi teman-teman. Terimakasih ya sudah bersedia hadir. Terimakasih Modena.

      

     SIMAK TERUS JURNAL MOMMYLICIOUS DAN IKUTI EVENTNYA DI Twitter @Mommylicious_ID