RSS Feed

Sustainable Green Campus

June 11, 2014 by murtiyarini

Kampus-kampus  Hijau Ramah Lingkungan

Delapan belas tahun menjadi warga Bogor, perubahan besar yang saya rasakan adalah peningkatan suhu lingkungan, perkembangan kota menjadi pusat-pusat perbelanjaan dan peningkatan kemacetan yang parah.  Dahulu,  pergi ke kawasan Puncak di akhir pekan cukup ditempuh dalam waktu 1 jam dari kota Bogor.  Sedangkan belakangan ini jalur menuju Puncak bisa macet belasan kilometer dengan waktu tempuh berjam-jam.  Udara di Puncak dulu sangat mencekam dinginnya bahkan pada siang hari. Sangat berbeda dengan sekarang, dimana malam hari pun kita bisa bebas melepas jaket.

Perubahan di Bogor adalah sebagaian kecil dari perubahan yang terjadi di Indonesia dan Dunia.  Menjadi keprihatinan  kita semua akan terjadinya kerusakan-kerusakan lingkungan.  Kita pun tahu, imbas kerusakan lingkungan akan mengenai kita dan anak cucu kelak.  Tentu harus ada langkah kongkrit dan segera dalam upaya menolong alam.  Langkah yang dilakukan oleh semua pihak.  Harus ada upaya-upaya pelestarian berupa “green activity” .

Kabar baiknya, di tengah perubahan lingkungan di kota Bogor yang kian memanas, kampus Institut Pertanian Bogor tampil kian hijau.  Kampus IPB berlokasi di Darmaga Bogor. Arsitektur unik bangungan IPB berbentuk berbentuk pola-pola segitiga yang saling berhubungan.  Kampus IPB dikitari oleh pepohonan-pepohonan yang tinggi.

k

Gambar: ipb

Dalam upaya mencapai green environment, IPB menerapkan manajemen hijau pada berbagai titik.  Di antaranya adalah  penggunaan lampu solar sebagai penerangan jalan sebagai upaya pengurangan penggunaan listrik.  Untuk civitas akademika disediakan peminjaman sepeda sehingga mengurangi penggunaan motor dan mobil di lingkungan kampus. Pengelolaan sampah telah dipisahkan antara sampah organic, non organic dan kertas. Serta manajemen perkantoran yang hemat kertas/paperless dengan mengoptimalkan penggunaan email dan media digital.

Efisiensi pemanfaatan air sangat penting dilakukan di lingkungan kampus.  Di kampus IPB sendiri diberlakukan pemutusan aliran air pada saat jam kantor tutup. Tujuannya untuk mengurangi buangan air akibat kelalaian atau kebocoran.  Di samping itu, pepohonan di kampus dan adanya danau penampun air hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumur resapan ataupun biopori untuk menampung air hujan.

Efisiensi penggunaan lahan kampus juga harus diperhatikan. Idealnya, minimal 30% lahan kampus sebaiknya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.  Kalau di IPB terlihat lebih dari 30%. Lahan kosong pun ditanami dengan pohon agar tidak menjadi lahan tidur.

Bangunan IPB  dirancang agar sirkulasi udara baik sehingga mengurangi penggunaan AC.  Ini membuktikan bahwa kampus sebagai pusat pendidikan tinggi selayaknya menjadi contoh bangunan ramah lingkungan.  Kabar baiknya, tahun 2013 IPB masuk dalam peringkat 32 teratas dunia sebagai kampus terhijau versi Greenmetric oleh Universitas Indonesia.  Greenmetric UI ini diikuti oleh 301 universitas dari 61 negara di dunia.

20140610_100926-1_wm

 

20140606_163452_wm

 

 

20140611_080745_wm

20140611_075758_wm

Beberapa foto di atas menggambarkan kampus IPB tempat saya bekerja saat ini.  Terlihat panel solar lampu jalan, hijauan sekitar kampus dan mahasiswa bersepeda.  18 tahun lalu saat pertama saya lihat, Kampus IPB belum sehijau ini.  Pohon-pohon masih baru ditanam.  Kampus IPB Dramaga dikenal sebagai lingkungan kampus yang panas dibandingkan kampus IPB Baranangsiang (lama). Sekarang kampus IPB Dramaga telah hijau dan cantik.

Kemudian, mari kita lihat beberapa universitas di luar negeri yang dikenal ramah lingkungan.  Peringkat tertinggi Greeenmetric UI diduduki Universitas Nottingham (Inggris).  Universitas ini terdiri atas beberapa unit kampus. Salah satunya yang terbesar adalah University Park dengan  hamparan hijau seluas 300 hektar. University Park adalah pusat kegiatan mahasiswa, staf dan pengunjung. Kawasan ini terdiri dari bangunan utama yang sudah cukup tua, pusat penelitian, 12 asrama, pusat konferensi, fasilitas olahraga, hutan, kebun dan danau.  Masyarakat disekitarnya diperbolehkan berjalan-jalan menikmati taman di University Park.

Dari foto ini terlihat betapa sejuknya kawasan di sekitar Kampus Nottingham.  Kapan ya saya bisa berkunjung kesana?

2481735240_ca673706e8

Gambar: Studentroom

Ada satu lagi kampus ramah lingkungan  yang juga memiliki desain bangunan spektakuler, yaitu Nanyang Technological University, Singapura.  Nanyang Technological University di Singapura disebut sebagai universitas paling bergengsi di Asia.

nanyang-uni-e1395768702616

Gambar: Lamudi

 Atap bangunan yang dimodifikasi sebagai lahan penghijuan merupakan point of views yang mengesankan.  Dibalik fungsinya sebagai pusat aktivitas sivitas akademika, bangunan unik dan cantik ini  juga berperan sebagai isolator natural.  Kolam indah yang mengitari kampus  menampung curah hujan rutin di Singapura dan memanfaatkannya untuk keperluan universitas.

 

Dari 3 contoh universitas yang saya sebutkan di atas, bisa terlihat bahwa desain bangunan kampus tidak hanya mengutamakan kemegahan,  keunikan dan keindahan, juga memikirkan faktor-faktor ramah lingkungan.  Kriteria kampus ramah lingkungan antara lain adalah (1) Tata letak dan konsisi saranan dan prasarana kampus, (2) Pemanfaatan energi dan antisipasi pemanasan global, (3) Pengelolaan limbah secara terpadu, (4) Pemanfaatan air secara hemat, (5) Penggunaan dan penciptaan sarana transportasi ramah lingkungan dan (6) Pendidikan yang berwawasan lingkungan.

Kampus merupakan tempat berkumpulnya para ilmuwan dan intelektual.  Kampus diharapkan menjadi motor dan teladan dalam gerakan ramah lingkungan.  Eco-Campus atau Green Campus dalam upaya pelestarian lingkungan bukan hanya memenuhi kampus dengan pepohonan, namun juga maknanya lebih dari itu. Green campus diukur dari sejauh mana civitas akademika dapat memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar kampus secara efektif dan efisien.

Sudah sepantasnya civitas akademika selalu tanggap dan bertanggungjawab dalam menyikapi permasalahan di sekitar kita dan menjadi contoh.  Tidak terkecuali sebagai pelopor pelaksanaan gerakan ramah lingkungan.

 

Referensi :

http://www.lamudi.co.id/journal/arsitektur-universitas-paling-menakjubkan-di-dunia/

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/06/058465478/5-Perguruan-Tinggi-Jadi-Percontohan-Kampus-Hijau

http://www.solopos.com/2014/01/22/gagasan-pengelolaan-kampus-ramah-lingkungan-483977



12 Comments »

  1. Anis says:

    Emak muryatini, dosenkah?
    saya anak Bogor yang kini menetap di Banten. Tapi, Bogor tetap menjadi tempat mudik. Ya emak setuju sekarang Bogor banyak angkot dan gerah.

    Tulisan emak ini jadi bikin kangen untuk bermain-main dengan sahabat-sahabat saya yang di IPB.

  2. arMela says:

    kampus hijau nyaman banget utk belajar ya..duh jadi pengen ke Nottingham. saya pernah nyasar di kampus IPB mak arin. 5 hari ikut international conference. lewat perpustakaan malah nemu danau padahal nyari auditorium.hihi

  3. linda says:

    tinggal ipb depan telkom (gunung gede) sama yg cilibende nih yang kurang adem heheh tanamannya udah banyak tp masih harus pake ac kalo di dlm ruangan

  4. suria riza says:

    Jadi kangen ipb :”)
    Tapi konsep2 penghijauan gini emang harus dilakukan mengingat sekarang alam dahhh paaaanas –”
    Bangga euy

    jayalah ipb kita
    *loncat2 kangen

  5. Sary Melati says:

    Waktu tinggal di Bogor, aku sering main ke kampus IPB Darmaga, karena kebetulan banyak teman yang tinggal di sana. Memang tempatnya enak, ya, Mak. Hijau dan sejuk.

  6. Pictalogi says:

    Woho, eco-campus ya sebutannya. keren ih IPB 😀

  7. kampus hijau, seger banget…adhem ayem ya Mbak

  8. Rima says:

    Jayalah IPB kita :)

  9. Lidya says:

    aku belum pernah ke IPB :))

  10. Sianturi says:

    ternyata IPB dari atas indah sekali yah…

    keren bu..

  11. Ety Abdoel says:

    Adeeem, pasti betah dikampus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *