RSS Feed

Profil 10 Finalis Srikandi Blogger 2014

February 26, 2014 by murtiyarini

Bangga berada di antara mereka

1010195_10200955181795609_205357456_n

 

Perhelatan tahunan Srikandi Blogger (SB) yang telah memasuki penyelenggaraan kedua, kini memasuki babak 10 besar. Kerja keras makpan (emak panitia) dan makjur (emak juri) telah menghasilkan 10 emak yang sangat menginspirasi, yang nantinya akan dipilih satu untuk menjadi Srikandi Blogger 2014. Dalam penjurian kali ini juga mengundang Ollie (Salsabeela), ikon blogger perempuan Indonesia. Tahap-tahap seleksi secara detil bisa dibaca di website resmi Srikandi Blogger.

Karena merupakan tahun kedua, maka penyelenggaraan tahun ini terorganisir lebih rapi. Para peserta juga tampak lebih siap dan antusias. Banyak potensi tak terduga yang berhasil diketahui emak-emak KEB pada saat para peserta diwajibkan memperkenalkan diri, baik melalui tweet bergiliran maupun ngeblog bareng. Bahkan kali ini para peserta diwajibkan mengunggah video visi dan misi masing-masing jika terpilih menjadi Srikandi Blogger 2014.

Perasaan takjub dan haru mewarnai perjalanan blogwalking para Emak Admin dari mulai babak penyisihan, 50 besar, hingga menjadi 10 finalis. Emak Board yang bertugas sebagai juri tak habis-habisnya mengungkapkan kekaguman atas kreativitas para peserta. Mau bukti? Yuk, blogwalking ke blog 10 finalis Srikandi Blogger 2014 berikut ini.

1. Caroline Adenanhttp://catatanoline.blogspot.com/2014/02/jika-aku-menjadi-srikandi-blogger-2014.html

Bersamaan dengan seleksi SB2014, mak Oline tengah menunggu kelahiran putranya. Oya, biaya kelahiran putranya ini gratis loh, karena mak Oline menang lomba berbagi cerita kehamilan di suatu portal khusus. Mak Oline adalah wirausahawati yang tangguh dan telah meraih beberapa penghargaan. Dalam keadaan akan melahirkan pun, mak Oline masih bisa memenuhi tugas para juri dari kamar bersalin. Selamat atas kelahiran putranya ya, mak.

2. Donna Imeldahttp://donnaimelda.com/2446/andai-aku-jadi-blogger/

Mak Donna adalah seorang dosen kimia yang juga menyukai fotografi dan menulis fiksi. Mak Donna memiliki kepedulian yang sangat besar pada pendidikan anak-anak. Selain sebagai relawan sebuah gerakan yang menginspirasi anak-anak untuk memiliki cita-cita tinggi, mak Donna tak ragu untuk mengambil cuti beberapa hari dan berbagi dengan anak-anak yang jauh dari pendidikan modern hingga ke Lereng Pegunungan Tengger.

3. Ida Nur Laelahttp://ida-nurlaila.blogspot.com/2014/02/andai-saya-menjadi-srikandi-blogger.html

Memiliki enam anak (iya benar, enam anak) tak lantas membuat langkah mak Ida dari Jogja ini terbatas. Sadar akan kemampuannya yang bisa bermanfaat bagi banyak keluarga di Indonesia, mak Ida bersama suami menyediakan diri untuk memberikan konseling dimanapun diperlukan. Emak yang sebenarnya juga seorang apoteker ini sudah mengunjungi banyak kota di Indonesia, bahkan sampai keluar negeri. Dinamika berbagi telah menjadi bagian dari kehidupan mak Ida beserta keluarga.

4. Indah Nuria Savitrihttp://indahnnuria.blogspot.com/2014/02/through-blogs-and-beyond-on-road-to.html

Sampai dimanakah seorang emak bisa berkiprah? Jika didukung penuh oleh keluarga, maka jawabnya adalah sampai emak itu sendiri yang menyatakan cukup. Mak Indah masih jauh dari batas itu, masih banyak yang bisa diberikannya pada negara ini. Karena itu, dalam waktu dekat mak Indah akan mengemban tugas sebagai diplomat di markas besar PBB di New York. Dengan kapasitas yang sedemikian besar, mak Indah tetaplah pribadi yang sederhana dan mudah akrab dengan siapapun. Mak Indah sangat mencintai Indonesia sehingga mengajak emak-emak lain untuk terus menjelajah dan mempublikasikan daya tarik Indonesia.

5. Meti Mediyahttp://www.metimediya.com/andai-aku-menjadi-srikandi-blogger-2014.html

Sebagai komunitas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam berinteraksi dan berbagi, para emak sangat sadar akan adanya dua sisi dari pemanfaatan teknologi tersebut. Tapi mak Meti dari Bandung ini melangkah lebih jauh. Mak Meti tidak sekedar tahu dan mengaplikasikannya pada diri sendiri dan putra-putranya tapi juga mengedukasi masyarakat sebagai guru dan relawan. Kepada anggota masyarakat yang belum paham seperti ibu-ibu, mak Meti menyediakan waktu dan tenaga untuk bergabung dengan kelompok relawan yang memberikan pelatihan tentang pemanfaatan internet. Sedangkan bagi anak-anak dan remaja, mak Meti menyebarluaskan tindakan preventif untuk melindungi mereka dari pengaruh buruk internet.

6. Mugniar Marakarmahttp://indahnnuria.blogspot.com/2014/02/through-blogs-and-beyond-on-road-to.html

Apa arti menjadi ibu rumah tangga bagi emak dari Makassar ini? Banyak! Sangat banyak! Tidak terbatas hanya sampai pagar rumah saja. Ibu memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masa depan suatu bangsa, karena itu mak Mugniar tak ragu menyampaikan pemikiran-pemikirannya baik di blog maupun media cetak. Mak Mugniar mengajak para ibu rumah tangga untuk meluaskan cakrawala, memandang lebih jauh ke sekeliling untuk menyuarakan perbaikan atau perubahan menuju tatanan masyarakat yang lebih baik.

7. Murtiyarinihttp://asacinta.blogspot.com/2014/02/mewujudkan-satu-dalam-karya-satu-dalam.html

Dunia semakin kompetitif. Semua orang ingin menang dan pujian. Sayangnya, tak semua orang berbesar hati dengan kenyataan bahwa kalah juga bagian dari kehidupan. Jika ada yang bisa menerima keduanya dengan baik, maka mak Arin adalah salah satunya. Berbagai gelar tak resmi menulis telah disandangnya, antara lain ratu media dan ratu lomba blog, karena seringnya mak Arin menang. Tapi jika kalah, mak Arin tetap semangat, memberi selamat kepada yang menang dan menjemput kesempatan berikutnya. Mak Arin mengajak emak-emak untuk fokus pada kelebihan dan keunikan masing-masing, tak perlu minder dengan kelebihan orang lain atau menjadikan kekurangan sebagai penghambat untuk berprestasi.

8. Pungky Febrianihttp://galaksipungky.blogspot.com/2014/02/kita-ada-untuk-berbagi.html

Mak Pungky dari Purwokerto adalah gambaran ibu muda masa kini yang penuh semangat dan memiliki banyak ide segar. Potensinya ini menunjang pekerjaannya sebagai seorangsocial media specialist. Pemikiran-pemikiran tajam yang dilandasi dengan kelembutan hati seorang perempuan, sama sekali tak menunjukkan penderitaannya sebagai seorang post natal depression survivor. Mak Pungky justru sibuk memperhatikan orang lain dan berusaha membantu mereka yang membutuhkan, kebanyakan dari anak-anak yang kurang mampu, dengan berbagai cara. Selain turun langsung ke lokasi-lokasi yang dibantu, mak Pungky berusaha mengumpulkan dana dengan berbagai kegiatan menulis.

9. Siti Hairul Dayah | http://catatansiemak.blogspot.com/2014/02/andai-aku-jadi-srikandi-blogger-2014.html

Satu lagi finalis dari Jogja adalah mak Irul. Mak Irul juga ibu berputra dan putri banyak, yaitu lima orang. Mak Irul adalah seorang pengabdi pendidikan yang mandiri. Putra-putrinya dididik sendiri dengan sistem home schooling. Tak berhenti hanya memperhatikan anak-anaknya sendiri, mak Irul juga meluangkan waktu, tempat dan tenaga untuk mengajar emak-emak dikampungnya. Mak Irul sedang merintis cita-cita untuk membuka semacam sekolah bagi emak-emak di kampung-kampung agar emak-emak bisa meningkatkan kemampuannya dalam mengurus keluarga dan menyiapkan generasi masa depan bangsa yang mandiri.

10. Siti Wakhidah Hajarhttp://idahceris.com/informasi/keep-writing-and-happy-blogging/

KEB tidak hanya beranggotakan emak-emak, tapi juga gadis muda seperti mak Idah. Mak Idah mewakili anak muda jaman sekarang yang gemar mengotak-atik internet dari segi teknis. Jika para ibu lebih fokus ke konten karena tidak terlalu paham template, SEO dan sebagainya, mak Idah malah menawarkan diri untuk mengajari para emak melalui kelas online. Mak Idah juga anak muda yang peduli dengan kemajuan daerahnya, Banjarnegara, yang dituangkan melalui tulisan-tulisannya di blog.

Jangan lewatkan untuk menonton video singkat yang dibuat emak-emak didalam postingan tersebut. Rasa syukur tak henti-hentinya kami ucapkan karena kami dikelilingi oleh emak-emak yang selalu berpikiran positif, kreatif dan inspiratif, baik dari peserta SB2014 maupun semua yang menyimak terus perjalanan pemilihan SB2014 ini. Terima kasih, mak. Sampai bertemu di puncak acara Srikandi Blogger 2014. Peluk sayang semua emak KEB.

 

Diadaptasi dari http://emak2blogger.web.id/2014/02/26/10-finalis-srikandi-blogger-2014/



6 Comments »

  1. Lidya says:

    bangga juga mengnal mbak Arin

  2. Meti Mediya says:

    @Mak Ariiin, aku jg banggga ama dirimuh, makasiiih yaa mak….iih ko jd sedih yaaa…bacanya profil semuanyaaa,,,mereka masing2 punya ciri khas yg berbeda,,,,peluuuk

  3. Mak Arin…tengkiu telah membuat tulisan ini. Senang mengenak semua emak yang masuk finalis atau yang belum berkesempatan. banyak emak hebat di negri ini yang siap bergandeng tangan untuk kebaikan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *