TIPS MENGUBAH KISAH PENGALAMAN PRIBADI MENJADI ARTIKEL

contoh artikel

Kebetulan, genre tulisan saya lebih mengarah pada artikel.  Saya sering mendapat keluhan tentang sulitnya membuat artikel. Definisi artikel itu apa? Jika ditanya begitu, saya merasa tidak kompeten menjawab tentang teori tulis menulis.  Yang saya tahu, di media ada jenis tulisan pengalaman pribadi dan artikel.

Sekilas bedanya begini,

Ciri Pengalaman pribadi :
-sudut cerita penulis sebagai orang pertama
-melibatkan orang-orang terdekat penulis dalam bercerita
-detil menuliskan kronologi atau ditulis berdasar kronologi
-tulisan panjang, biasanya tanpa sub judul
-ending terdiri dari satu atau dua solusi yang diterapkan oleh penulis

Ciri Artikel
-penulis tidak menyebutkan dirinya sebagai tokoh dalam tulisan
-tidak ada tokoh dalam tulisan, atau kalaupun ada tidak menonjol ke seseorang
-kadang kala menyisipkan teori dari pakar
-tulisan dibagi atas sub judul dan poin-poin tapi tidak selalu urut kronologi
-ending terdiri atas berbagai solusi yang bisa diterapkan oleh orang banyak

Buat saya, lebih mudah menulis jika yang ditulis berangkat dari pengalaman pribadi. Tapi karena rambu-rambu yang menurut saya perlu dijaga, saya memilih untuk mengubahnya menjadi artikel.

Untuk mengubah pengalaman pribadi menjadi artikel saya ambil langkah berikut :

  1. Jadikan cuplikan pengalaman pribadi sebagai prolog yang mengantar pembaca pada isi
  2. Tarik kesimpulan/hikmah dari pengalaman anda, misal 3-4 poin yang kemudian bisa jadi sub judul
  3.  Uraikan kembali sub judul tersebut dengan meminimalkan kata “saya” . Generalisasi pengalaman anda seolah orang kebanyakan mengalaminya
  4. Cari data (tidak harus angka-angka lho) di internet atau wawancara teman-teman untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pendapat dari sudut pandang berbeda. Rangkum dan masukkan dalam sub judul yang sesuai
  5. Untuk mempermanis, cari teori dari tokoh/pakar yang mendukung poin-poin/sub judul anda.
  6. Pada bagian akhir, boleh sedikit beramah tamah dengan pembaca dengan kembali menampilkan kata “saya”

Itu langkah-langkah saya menulis artikel berdasar pengalaman pribadi. Lama-kelamaan, saya lebih suka menghilangkan kata “saya” dan menulis secara lebih general.

Berikut adalah contoh artikel dari pengalaman pribadi dan saya lengkapi datanya dengan menanyakan pengalaman teman-teman di facebook.

http://asacinta.blogspot.com/2011/10/cinta-kedua.html

Saya tidak terlalu menghiraukan aturan ini-itu yang kadang membatasi karakter menulis kita. Contohnya dalam menulis artikel perjalanan, disini biasanya penulis malah menceritakan pengalaman pribadi. Nah, kalo itu disebut artikel atau pengalaman pribadi? Bingung kan?…hehehe..

Kisah perjalanan lebih sering disebut artikel, karena walaupun pengalaman pribadi tapi bukan full curhat cerita tentang pribadi penulis, melainkan cerita tentang hal-hal yang sifatnya umum dan orang lain bisa lakukan hal yang sama.

Selamat menulis.


{ Leave a Reply ? }

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *