RSS Feed

TIPS MENGUBAH KISAH PENGALAMAN PRIBADI MENJADI ARTIKEL

November 6, 2013 by murtiyarini

contoh artikel

Kebetulan, genre tulisan saya lebih mengarah pada artikel.  Saya sering mendapat keluhan tentang sulitnya membuat artikel. Definisi artikel itu apa? Jika ditanya begitu, saya merasa tidak kompeten menjawab tentang teori tulis menulis.  Yang saya tahu, di media ada jenis tulisan pengalaman pribadi dan artikel.

Sekilas bedanya begini,

Ciri Pengalaman pribadi :
-sudut cerita penulis sebagai orang pertama
-melibatkan orang-orang terdekat penulis dalam bercerita
-detil menuliskan kronologi atau ditulis berdasar kronologi
-tulisan panjang, biasanya tanpa sub judul
-ending terdiri dari satu atau dua solusi yang diterapkan oleh penulis

Ciri Artikel
-penulis tidak menyebutkan dirinya sebagai tokoh dalam tulisan
-tidak ada tokoh dalam tulisan, atau kalaupun ada tidak menonjol ke seseorang
-kadang kala menyisipkan teori dari pakar
-tulisan dibagi atas sub judul dan poin-poin tapi tidak selalu urut kronologi
-ending terdiri atas berbagai solusi yang bisa diterapkan oleh orang banyak

Buat saya, lebih mudah menulis jika yang ditulis berangkat dari pengalaman pribadi. Tapi karena rambu-rambu yang menurut saya perlu dijaga, saya memilih untuk mengubahnya menjadi artikel.

Untuk mengubah pengalaman pribadi menjadi artikel saya ambil langkah berikut :

  1. Jadikan cuplikan pengalaman pribadi sebagai prolog yang mengantar pembaca pada isi
  2. Tarik kesimpulan/hikmah dari pengalaman anda, misal 3-4 poin yang kemudian bisa jadi sub judul
  3.  Uraikan kembali sub judul tersebut dengan meminimalkan kata “saya” . Generalisasi pengalaman anda seolah orang kebanyakan mengalaminya
  4. Cari data (tidak harus angka-angka lho) di internet atau wawancara teman-teman untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pendapat dari sudut pandang berbeda. Rangkum dan masukkan dalam sub judul yang sesuai
  5. Untuk mempermanis, cari teori dari tokoh/pakar yang mendukung poin-poin/sub judul anda.
  6. Pada bagian akhir, boleh sedikit beramah tamah dengan pembaca dengan kembali menampilkan kata “saya”

Itu langkah-langkah saya menulis artikel berdasar pengalaman pribadi. Lama-kelamaan, saya lebih suka menghilangkan kata “saya” dan menulis secara lebih general.

Berikut adalah contoh artikel dari pengalaman pribadi dan saya lengkapi datanya dengan menanyakan pengalaman teman-teman di facebook.

http://asacinta.blogspot.com/2011/10/cinta-kedua.html

Saya tidak terlalu menghiraukan aturan ini-itu yang kadang membatasi karakter menulis kita. Contohnya dalam menulis artikel perjalanan, disini biasanya penulis malah menceritakan pengalaman pribadi. Nah, kalo itu disebut artikel atau pengalaman pribadi? Bingung kan?…hehehe..

Kisah perjalanan lebih sering disebut artikel, karena walaupun pengalaman pribadi tapi bukan full curhat cerita tentang pribadi penulis, melainkan cerita tentang hal-hal yang sifatnya umum dan orang lain bisa lakukan hal yang sama.

Selamat menulis.



26 Comments »

  1. Lidya says:

    meluncur ke tkp ah mau belajar

  2. Istiqomah Ps says:

    hmm.. tak catet yah mak arin..maturnuwun ^^

  3. ofi_tusiana says:

    makasih tipsnya ya mak.. harus dipraktekin nih ^_^

  4. ofi_tusiana says:

    makasih tipsnya ya mak.. wajib praktek nih ^_^

  5. Nunung Nurlaela says:

    bookmark…*ini yang kutunggu-tunggu maak…makasih ya…:-)

  6. Vica says:

    bookmarked!. Makasih infonya mak

  7. Tanti Amelia says:

    yaa ampuuun …. hampir semua artikelnya mbak Arin sarat info yang ciamik, mbak ^^ jempoool

  8. nengbiker says:

    keren mak! saya sendiri kadang2 memang bingung menempatkan diri sebagai subject atau object dalam tulisan. akhirnya punya 2 kepribadian 😀 untuk blog dan pesanan, jadinya bisa beda

  9. Muna Sungkar says:

    Wah penting bgt nih… Bookmark dluth ahh.. Thanks Mbak.. Ilmunya Siipp bgt :)

  10. makasih ilmunya mak,catetttt…. ^^

  11. mantap mak ilmunya. bookmarked! 😀

  12. makasih ilmunya, mbak Arin. saya save, deh :)

  13. Ade Anita says:

    Penting banget nih info.. makasih ya mak.. pingin aku tautin ah ke blogku biar gak lupa..dikasi backlink nanti

  14. yulia says:

    kereenn maks.. langsung draff nih.. hihihi
    tengkiyuh sudah berbagi ilmu..
    salam

  15. Aseeeek, ilmu lagi, moga aja bisa di praktek

  16. Fita Chakra says:

    Sependek pengetahuanku, artikel ringan dengan sentuhan tips biasanya disebut feature, Mbak. Coba googling saja “feature”.

  17. Lia Lathifa says:

    good idea, trimakasih tipsnya mbak Arin :)

  18. hana says:

    siap dilaksanakan 😀

  19. nengsi says:

    terimakasih tipsnya…;-)

  20. yos petra says:

    it’s real help us….

  21. Wah keren banget mba tipsnya …
    Sangat membantu saya loh yang kurang jago nulis…

  22. Lenterahidup says:

    Bagus sekali kakak, terimakasih. :)

  23. terimakasih buat tipsnya.

  24. nice tips, keep going

  25. Aisa says:

    waoh mantap banget kk
    thanks yah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *