RSS Feed

KORAN TIDAK SERAM

October 28, 2013 by murtiyarini

Sebelumnya, koran dianggap “seram”, dalam arti isinya berita politik, hukum dan berita-berita berat yang menyajikan data-data rumit. Dan itu membuat banyak orang enggan memasukan tulisan ke koran.

Di sini, saya ingin mengajak untuk menaklukkan Koran. Mari kita ubah “mind set” kita terhadap Koran. Koran bukan hanya milik politikus, praktisi hukum, dosen, pengusaha atau ilmuwan. Tapi ingat, Koran juga dibaca masyarakat menengah ke bawah, dan mereka yang putus sekolah. Koran sebagai sarana mencerdaskan bangsa, akan berusaha menjangkau pembaca dari kalangan manapun. Untuk menjangkau itu, jelas bahasa dan materi yang disajikan tentu bukan yang rumit dan berat.

“Mutu sebuah tulisan bukan pada rumit dan beratnya materi. Namun pada kecerdasan ide solusi, kejelian mengambil kasus dan penyajian yang nyaman untuk dibaca sehingga bisa dipahami lebih banyak orang.”
(dikutip dari Murtiyarini, 2012) :)

 

Berkaitan dengan ide cerdas dalam menulis, sebenarnya ide cerdas itu tidak usah dipaksakan untuk dicari. Ia akan terasah kalo sering baca dan mengamati. Yang menurut kita biasa, bisa jadi hebat bagi orang lain. Sekali lagi ingat segmen pembaca koran: semua kalangan. Jadi jangan ada kata minder.

Sekarang hampir di setiap daerah terdapat koran lokal. Walaupun koran lokal, muatannya tidak selalu lokal banget lho, artinya bisa saja menerima info tentang luar daerah tersebut.

Konon, koran lokal lebih mudah ditembus.  Oiya, benarkah? Mungkin, asalkan penulis rela di bayar dengan honor minimal.  Hehehe.  Pengalaman saya, lebih mudah menembus koran nasional di banding koran local karena koran nasional mempunyai budget dan space untuk penulis luar.  Sementara koran local, terkait budget, hanya mengandalkan tulisan-tulisan dari wartawannya saja.

Mengirim naskah ke koran sebaiknya melalui email saja. Koran cepat tayang, redakturnya tidak ada waktu lagi untuk mengetik ulang naskah hard copy.  Redaktur koran memang jarang membalas email. Jadi kalo sudah tempo tertentu tidak dimuat dianggap ditolak.  Misalnya, Jawa Pos secara tertulis member tempo 5 hari. Koran Jakarta 2 minggu. Yang lain nggak menyebutkan, terserah bagaimana kita menafsirkan. Kalau dirasa sudah terlalu lama dan bisa dikirimkan ke media lain ya tarik saja dari media pertama.

Cara mengirim tulisan ke media melalui email cukup dengan mengirimkan file word (naskah) yang dilampirkan pada email. Badan email hanya berisi pengantar saja.  Satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah copy email/surat wajib disimpan penulis utk jaga-jaga jika terjadi sesuatu, misal plagiasi atau double tayang.

Tips agar tembus media:

  1. Sesuaikan moment-moment tepat yang aktual untuk dituliskan. Misalnya bulan mei ini sarat dgn pendidikan, maka menulis opini atau artikel pendidikan biasanya akan lebih menarik perhatian redaktur koran.  Banyak kok koran-koran lokal atau nasional yang memuat karya penulis pemula. Bagi mereka yang penting tulisannya bagus dan sesuai dengan koran mereka. Jadi tidak perlu kuatir kalah saingan dengan senior.
  2. Liat gaya bahasanya. Tiap koran/majalah, biasanya punya beda-beda gaya bahasa.  Koran tidak banyak variasi gaya bahasanya.  Koran lebih mengutamakan tren berita.
  3. Pelajari rubrik-rubrik yang ada di koran tersebut. Masing-masing rubrik juga ada ciri khasnya tersendiri. Rubrik sains, tentu berbeda dengan rubric jalan-jalan dan lain sebagainya.
  4. Karena koran terbit harian, kita harus cepat tanggap sama berita-berita yang lagi up to date. Jangan terlalu lama berpikir, nanti beritanya terlanjur basi.
  5. Tulis hal-hal yang disukai, dan membiasakan diri menulis dengan bahasa indonesia baku. Selebihnya, tinggal mengikuti kriteria yg ditentukan oleh media masa yg akan di kirimi tulisan.

Nggak seram lagi kan?



5 Comments »

  1. Lidya says:

    sudah lama gak baca koran mbak :(

  2. Bint@ says:

    makasih sahring ilmunya mbak.. sy jg lagi ketagihan nulis buat media cetak… masih terus belajar :)

  3. jadi semangat kirim karya ke koran atau majalah :) salam kenal….

  4. Rizka says:

    Makasih sharing nya bu
    salam kenal

  5. need an answer a.s.a.p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *