RSS Feed

[TIPS MENEMBUS MEDIA] MEMILIH TEMA SESUAI KEINGINAN KITA

October 9, 2013 by murtiyarini

mind map

Memilih tema memang gampang-gampang susah. Kadang-kadang tema yang kita kuasai tidak terlalu popular dan tidak cocok dengan berbagai media yang beredar di sekitar kita. Atau sebaliknya, begitu tema cocok, kita kuasai bahannya, tapi kok tidak dimuat-muat. Jadinya minder dan merasa nggak berisi. Eits, jangan pernah berpikir begitu. Yakin deh, setiap kita punya keahlian masing-masing, yang orang lain belum tentu punya.

Sebenarnya jumlah media cetak yang saya jajaki juga masih sangat terbatas disbanding banyaknya media yang beredar saat ini.  Hanya saja, kelihatannya saya cukup bisa membidik dalam menentukan kemana tulisan saya harus dikirim, pada saat yang tepat.  Alhamdulillah, persentase keberhasilannya cukup tinggi.

 

Coba lakukan pemetaan ini, mana yang paling sesuai dengan diri anda. Apakah anda menulis :

  1. DENGAN TEMA SESUAI KEINGINAN SENDIRI ?
  2. DENGAN TEMA SESUAI YANG DIMINTA MEDIA/LOMBA ?

Pemetaan itu semacam kerangka atau outline. Karena aku bikin artikel, biasanya simpel aja, latar belakang, kasus-kasus, penyelesaian dll. Yang perlu diingat target pembaca, jadi menulis sekaligus membayangkan jadi pembaca, apa yg pembaca perlukan.

Keduanya bisa dipelajari dan dikuasai dengan baik. Dalam tulisan ini saya akan membahas poin satu, yaitu menulis dengan tema sesuai keinginan sendiri. Apapun ide anda, tulislah! Setelah sebuah artikel selesai anda buat sesuai ide yang anda miliki, giliran memilih media mana yang akan dituju.

Pertama tentukan media dengan misi yang sesuai dengan tulisan kita. Ini tentu saja setelah anda menjelajahi karakter berbagai media baru bisa menentukan. Kedua, setelah menemukan media yang  sesuai, periksa lagi artikel anda, sudahkah gaya bahasa dan model artikelnya cocok untuk media tersebut. Jika belum cocok, lakukan sedikit perubahan dengan tidak merubah ide artikel. Perubahan ini bisa saja hanya sebatas bahasa, tapi bisa juga melebar, mengarah pada perubahan batas usia dan cakupan pembaca. Silakan lakukan perubahan seperlunya.

Ada banyak media dengan berbagai karakter. Jelajahi, pahami karakternya dan tentukan pilihan sesuai artikel yang anda tulis. Saya suka nongkrong di kios koran di kampus, beramah-tamah dengan pemiliknya agar bisa intip-intip media disitu. Sesekali beli juga, malu dong numpang baca doang, hihihi…

Saya menulis apa saja yang ingin ditulis lalu memilih media yang sesuai.  Mengirim untuk koran, kenapa tidak? Menulis untuk koran nggak harus opini yang ‘berat’ kan?  Ada rubric perjalanan, rubric kisah inspiratif, rubric kuliner, rubric parenting dan sebagainya.  Tema pun bisa tentang kisah sehari-hari, keluhan terhadap fasilitas umum, keprihatinan pada kasus tertentu dan lain-lain.  Tinggal bagaimana kita rajin mencari dan mencari informasi media sebanyak mungkin. Nggak dapat Koran edisi cetaknya, coba tanya ke google barangkali ada edisi onlinenya.

Terkadang opini yang ditulis ada curhat kekesalan. Nah supaya tidak kebablasan caranya bagaimana? Memang seemosi apapun kita menanggapi sesuatu, menulis harus tetep kalem. Boleh tajam tapi cerdas dan elegan. Karena pendapat pembaca tidak selalu sama dengan kita. Menulis dengan emosi justru menjauhkan dukungan pada opini kita.

Oh ya kayaknya selain tema, diksi juga sangat diperlukan. Diksi itu pilihan kata.  Mari memperbanyak diksi agar menulis semakin mudah. Kadang-kadang kalau kita menulis, sudah berhasil membuat kerangka dan menulis isinya, eh tiba-tiba dari satu paragraf ke paragraf lain kita bingung bagaimana mau menyambungkannya. Nah, jika kita kita kaya diksi, maka urusan membuat “jembatan” dari satu paragraf ke paragraf lainnya akan semakin lancar.



18 Comments »

  1. Saya menulis dengan santai Bu, menulis apa saja, menulis dengan ringan, dan apa adanya.

    Bila ada sebuah kontes yang memberikan Tema tertentu maka saya akan melakukan observasi dahulu mengenai tema yang di suguhkan.

    Istilah kerennya kita harus menguasai medan dahulu sebelum berperang.

    Setelah semuanya kita kuasai, maka saya akan menuliskannya, dengan cara saya sendiri.

    Saya yakin kerja keras akan berdampak positif pada setiap karya kita.

    Jadi tidak harus dengan tema tertentu, karena tema dapat dengan mudah kita temukan di setiap harinya.

    Terimakasih atas artikelnya. Salam persahabatan selalu.

    • murtiyarini says:

      Menulis akan mendatangkan ‘rasa’ jika ditulis dari hati dengan santai. Tapi seiring waktu, kemampuan menulis meningkat, menulis dengan tema orderan bisa sama enaknya.

  2. artikel yg pas bgt mak bwt aku,,selama ini aku nulis ya krn pngen nulis,,ttg kerjaan,,ttg anak,,ikutan GA ato kompetisi yg laen,,pernah jg nulis untuk salah satu mjlh,,dn dimuat,,tp honornya ngga ada konfirmasi ampe skrg malah dh 2 tahunan he he,,tp bukan gr2 itu jg siih aku ngga ngirim2 ke media,,tp lbh krn ngga pede,,he he,,

  3. Susanti Dewi says:

    apakah dgn membaca kita memiliki banyak diksi? karena saya termasuk org yg ‘miskin’ diksi.

  4. Lidya says:

    semoga saja sesudah baca artikel ini aku bisa juga ikutan nulis ya mbak :)

  5. Edi Padmono says:

    Kalau saya menulis berdasarkan realita kehidupan yang saya alami dan orang di sekitar saya.

  6. aprilia says:

    betul byk baca, byk tau, byk diksi 😀

  7. @damae53 says:

    wah, jadi makin semangat nih buat nulis lagi. makasih tipsnya, mak. :)

  8. Dini says:

    Saya pikir media adalah yg lebih ‘fair’ dalam ‘menilai’ tulisan kita ya bu? Bukan semata dr traffic blog, krn ‘ketenaran’/keaktifan seseorang di dunia maya bs sgt mempengaruhi. Blog itu sekedar wadah kita utk berlatih menulis (tergantung tujuan kita ngeblog).. Duh ruwet ya.. Anyway, salam kenal ya bu :)

  9. istiq says:

    wow, kayaknya saya harus belajar menjadi pembaca dan diksi ini mak arin ^^
    maturnuwuuunn :)

  10. dhico velian says:

    Wah setuju baget dengan yg ini, “Memang seemosi apapun kita menanggapi sesuatu, menulis harus tetep kalem. Boleh tajam tapi cerdas dan elegan.”

  11. adi pradana says:

    Membaca dengan seksama… semoga mendapat tambahan ilmu yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *