RSS Feed

Pengalaman Pertama Menembus Media

September 21, 2013 by murtiyarini

Screenshot_2013-09-21-17-14-23-1

Pengalaman pertama saya menembus media jangan dibayangkan sesuatu yang “wah”. Tahun 2006 saya jingkrak-jingkrak seneng banget saat foto saya dan Cinta (anak pertama) nampang di majalah Ayahbunda dengan cerita yang hanya terdiri dari 3 kalimat. Senengnya minta ampun bisa tampil di media.

Sejak itu saya jadi rajin mencari rubrik yang memuat testimoni/pengalaman singkat/quote dari pembaca. Karena interestnya tentang parenting, dan sepertinya media parenting tahu keinginan pembaca untuk tampil di majalah, jadi ya klop, banyak lahan untuk mencoba. Sebagian ada honor/hadiah dari sponsor, sebagian hanya nampang saja saya sudah seneng.

Tujuan saya yang utama sebenarnya mendokumentasikan tumbuh kembang si kecil dengan cara yang menyenangkan dan unik. Kedua, saya bisa semakin mengasah kemampuan menembus media. Walaupun ceritanya pendek, nggak mudah lho terpilih diantara puluhan atau ratusan pembaca yang juga mengirimkan cerita. Disini saya juga mengasah kepekaan, karena tiap media beda karakter, saya jadi tahu bagaimana sih maunya media tersebut. Untuk pemula, nggak ada salahnya mencoba dari sesuatu yang gampang/ringan.

Sampai saat ini saya masih rajin kirim quote / testimoni. Kebetulan juga masih punya baby yang sayang untuk tidak didokumentasikan tumbuh kembangnya. Motherhood tema yg paling gampang buat saya karena masih mempunyai anak balita dan pra remaja. Sedangkan untuk artikel tergantung artikelnya, Femina, Intisari, majalah kesehatan, asalkan menerima tulisan dari penulis lepas.

Setiap media mempunyai tema tertentu dalam waktu tertentu. Misalnya bulan desember untuk tema ibu, bulan mei untuk tema buru.  Untuk bisa menembus media, sebaiknya dikirim kira-kira 2 atau 3 edisi sebelumnya. Jadi kalo bulanan ya 2-3 bulan sebelumnya, dan untuk koran koran, 2-3 hari sebelumnya.

Bagaimana mengetahui tema-tema yang diajukan pihak tabloid.  Tema parenting sepertinya umum sekali buat ibu-ibu yg sedang menikmati romantisme motherhood, kebetulan anak-anak masih kecil jadi itu jadi fokus utama saya saat ini. Saya mencatat hal-hal detil, dan prioritas mengambil yang idenya berbeda. Nah, untuk tahu cerita mana yg unik/beda ini tentu dengan banyak membaca dan membandingkan cerita yang dimuat sebelumnya.

Yang terpenting adalah memahami karakter media. Misalnya majalah Ayahbunda karakternya lebih banyak info kesehatan ibu hamil-anak usia 5 tahun, lebih membahas hal-hal klinis, sedangkan Parenting, uuntuk mama & anak usia sampai 12 tahun, gaya bahasa seru, misi membuat mama lebih bahagia. Sebaiknya kita membaca terlebih dahulu media yang kita tuju, atau minimal mengetahui ketahui aja taglinenya, Ayahbunda = bacaan pasangan muda, Parenting = yang seru dan berguna buat mama, Parentsguide =Healthy kids, happy familly. (maaf nih, contohnya media parenting semua, kebetulan ini yang ada disekitar meja saya)

Oh, tulisan lama bisa dimodifikasi. Tulisan yg dulu tersimpan, dimodifikasi dengan menghilangkan keterangan waktu, misalnya tidak menyebutkan umur anak dan tokoh lainnya.  Beberapa penulis parenting saya lihat anaknya sudah besar. Mereka tidak menceritakan anaknya lagi, hanya mengambil pelajaran dari cerita pas anaknya kecil dulu. Ini karena berhubungan dengan range usia pembaca.  Biasanya media mau yang fresh, penulisnya pada usia yang sama dengan pembaca.

Mulailah menulis dari apa yang kita suka dan kita tahu.   Dan pengalaman adalah guru terbaik. Coba dan coba lagi.



15 Comments »

  1. Nunung Nurlaela says:

    Terimakasih sharingnya mbak Arin…tambah semangat nulis nih…:-)

  2. susan says:

    jadi inget pengalamanku juga,…hehehe.. pertama muncul di Nakita, rasanya seneng banget….walo cuma dapat bedak dan sabun bayi sbg konpensasinya….hihi..langsung telpon ibu di Garut, dan suruh kakak2 semua beli Tabloidnya…qiqiqiqiqi
    Pertama nulis di Ayah Bunda..malah Ambu nulis ttg daku yg terinspirasi dari Preman yg kutemui, yeaah….

    Baca tulisan ini…jd bangkit kembali menulis buat media..secara kemaren2 sibuk kontes…wkwkwkwk
    thx mbak..

  3. Anton says:

    Setuju banget mbak…belajar nulis ya dari hal yang kita suka dan kita tahu, apa yg bisa ditulis ya tulis, yg penting tidak membawa kerugian buat org lain…ttp semangat nulis, wlpn tulisanku msh acakadut haha…Tks sharingnya mbak Arin..

  4. makasih shareingnya Mbak, info berharga buat yang ingin nembus media :)

  5. Maya Siswadi says:

    Aku pernah bbp kali sih tembus yg halaman tstimoni itu, tapi belum pernah coba yg halaman parenting atau 1 halaman khusus topik tertentu

  6. Fita Chakra says:

    Jadi kangen nulis di media lagi… Kapan ya terakhir dimuat di media parenting? *nggak inget

  7. rita dewi says:

    wah makasih banyak sharing dan infonya mbak. berguna sekali untuk saya :)

  8. Ety says:

    Aih, kebayang jika harus melalui fase kirim lewat pos. Sensasinya beda pasti ya, apalagi saya banyak kirim, sementara masih sedikit yang dimuat. Kalau harus bolak-balik ke kantor pos repot banget. kalau dimuat pasti jingkrak-jingkrak, kalau ditolak pasti sedih dan capek, secara jarak rumah-kantor pos jauh. Untunglah, kini semua jadi lebih mudah dengan email.

  9. Iya, mbak. Saya pernah ngalamin “wow” banget pas cerpen saya, dimuat di Story Magazine. Habis itu saya semangat menulis. Eh, ga ada pemuatan lagi (saya sudah coba beberapa media, nihil). Alhasil, saya down lagi. Entah itu lomba/media jarang yang menang. Hahaha….
    Sekarang sudah mulai semangat lagi 😀
    Karena ibarat belajar menyetir, kita ga akan pernah lancar kalau tidak berani mencoba, mencoba, dan mencoba lagi 😀
    terima kasih artikelnya mbak :)

  10. Ririe Khayan says:

    sharing saat pertama kali tulisan nampang di media, kira2 mirip. Saat itu saya masih kelas 2 SMA, ngirim cerpen yg saya ambil dr tokoh sopir angkutan /colt antar desa yg biasa saya naiki utk ke sekolah. Saya modif dgn ending drama, pak sopirnya kecelakaan dan di muat. Wow-nya yg tahu pertama justru teman dr kelas lain. Jadi deh nyebar ke sekolah. Setelah itu…ya gak selalu lgs bisa di muat. Setelah memasuki dunia kerja, vacuum lama degngan menulis dan mulai menyemangti diri dengan nge-blog ini.

  11. hehehe..pengen bangettt,semoga kesampean 😀

  12. Ratna says:

    Saya lagi peraktekkan yang ini, mba.
    Insya Allah, bisa nyusul mba Arin “menembus” media ^_^

  13. menginspirasi kak terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *