RSS Feed

September, 2013

  1. [Tips Menembus Media] : Memulai dari Yang Mudah

    September 28, 2013 by murtiyarini

    Melanjutkan cerita pengalaman pertama menembus media, kali ini masih tentang pengalaman pertama, yaitu pengalaman pertama menulis artikel.

    Setelah sekitar satu tahun menjadi pelanggan majalah Ayahbunda, membaca isinya sampai “ngelotok” dan merasa memahami karakternya, saya lantas berpikir sepertinya sudah saatnya mencoba mengirimkan artikel.
    Tentu saja yang harus diperhatikan (1) tema nya belum pernah dimuat, (2) saya menguasai bahannya, dan (3) cocok dan bermanfaat untuk pembaca Ayahbunda.

     

    Kebetulan pernah belajar tentang pestisida, dan ingin mengaitkan tema pestisida dengan parenting, maka jadilah artikel “Menyiasati Residu Pestisida dalam menu keluarga”
    Sebisa mungkin saya menulis sesuai dengan karakter majalah Ayahbunda, yaitu (1) kalimat singkat-singkat tapi padat, (2) to the poin dan (3) banyak dalam bentuk poin-poin. Tapi perlu diingat, karakter setiap media berbeda-beda.
    Kalau masalah EYD dan tata bahasa saya percayakan pada ilmu bahasa Indonesia yang telah kita pelajari dari SD – SMA. Tidak harus sempurna untuk berani mengirimkannya kan ? Satu artikel saya buat cukup lama, sekitar 2 bulanan hanya untuk 3 halaman A4. Lama, karena artikel ini ilmiah-populer, jadi saya harus bisa MEMPERTANGGUNG JAWABKAN isinya. Saya mencari sumber bacaan yang TERPERCAYA, banyak dari situs-situs universitas luar negeri.

     

    Singkat kata, saya nekat mengirimkan artikel pertama, padahal Ayahbunda tidak dengan terang-terangan mengatakan menerima tulisan dari penulis lepas. Dan hasilnya, 2 minggu kemudian saya ditelpon bahwa artikel saya akan dimuat beberapa edisi ke depan. Wow, cepat sekali responnya ?

     

    Dan ini dia artikel bersejarah tersebut
    http://asacinta.blogspot.com/2008/10/menyiasati-residu-pestisida.html

    Sukses di artikel pertama tidak dengan artikel kedua. Dua hari setelah saya kirimkan, langsung dapat email balasan DITOLAK. Alasannya karena topiknya kurang sesuai untuk pembaca.

    Kegagalan itu kemudian memacu saya mencoba “lahan” lain.
    Masih suka dengan majalah bertema pengasuhan anak, saya berlangganan majalah Parenting, dan suka sekali dengan gaya selingkung majalah ini.
    Tulisan pertama saya di Parenting justru bukan di rubrik Cerita Anda, yg disediakan khusus untuk pembaca. Saya nekat kirim untuk rubrik umum, bertema “Keamanan di Mall”, dimuat kira-kira 6 bulan setelah dikirim. Dari sini saya berkesimpulan bahwa Parenting menerima artikel apa saja sesuai tagline mereka.

    Selanjutnya, beberapa majalah yang suka saya baca saya kirimi email, nanya kemungkinan apakah menerima artikel dari luar. Ini cara mendapatkan kepastian daripada hanya menebak-nebak dan tanya sana-sini. Hasilnya saya tau ada yg menerima ada yang tidak :)

    Selain kirim artikel, saya masih rajin mengirimkan quote/testimoni singkat. Menulis quote gini menurut saya penting untuk menunjukkan kita tetap eksis mengikuti perkembangan majalah tersebut.

    Oya, ketika saya mencoba-coba kirim artikel ke media sekitar tahun 2007, belum ada informasi dari internet seperti sekarang. Modalnya nekat aja, padahal nggak pake kenal “orang dalam” dan masih pemula. Jadi jangan tunggu lama-lama untuk mencoba :)

     

    Saya mencoba menulis sesuatu yang sederhana dan menempatkan diri sebagai pembaca. Anggap pembaca belum paham atau sama sekali baru dengan topik yang kita mau tulis. Jadi pilihan kata yang mudah dan to the point saja.

     

    Saya punya tenggang waktu menunggu pemuatan naskah. Jika naskah sudah lewat 3 bulan dikirim namun tidak ada jawabab, saya langsung ke redaksinya, apa mau dimuat apa enggak. Kalau tidak dimuat mendingan ditarik lagi dan dikirim ke media lain sejenis.  Angka 3 bulan, 2 bulan atau 1 bulan itu terserah masing-masing penulis tergantung kepentingan dan kesabaran :)

     

    di Parenting, kalau naskah udah 3 bulan berlalu, dan ternyata kemudian Parenting akan memuatnya (misal udah 6 bulan sejak dikirim), biasanya akan dikonfirm lagi ke penulis. Redaksi akan nanya apakah tulisan tersebut belum dimuat dimedia lain?

    Salah satu naskah saya sudah 6 bulan belum dimuat. Saat saya tanya ke redaksi X, eh ternyata email tidak mereka terima. Akhirnya saya kirim ulang dan langsung dikonfirm akan dimuat seminggu kemudian. Jadi inilah gunanya menanyakan naskah kita.

     

    Ada tips nih, jika malu bertanya ke redaksi tentang pemuatan naskah, bisa dengan cara mengirim ulang dan pura-pura email sebelumnya tidak sampai ke redaksi.  Menanyakan nasib naskah ke redaksi sebaiknya via email biartidak mengganggu dan redaktur tidak kaget, mendadak ditelpon sementara harus mencari-cari berkas.

    Mencantumkan Sumber Tulisan

    Mengambil sumber dari google boleh nggak ? Search dari google bisa, tapi biasanya tulisan merefer ke suatu situs. Sumber referensi yang paling lemah adalah blog seseorang. Sebaiknya nggak ambil dari blog. Kalo itu blog seorang pakar, lebih bagus wawancara dulu dengan pakar tersebut (bisa via online) jadi kita dapat info dari narasumber orang pertama.

    Informasi sumber /referensi kutulis disertakan di setiap artikel, tapi media nggak selalu mencantumkan semuanya, bisa-bisa setengah halaman sendiri. Media juga tidak sepenuhnya bertanggung jawab pada isi, jadi penulislah yang bertanggung jawab pada isi artikel.

    Sumber buku atau sumber yang berasal dari google search sebaiknya kita tulis di bagian bawah.

     

    Kita bisa saja menulis tentang apa saja, asalkan bisa mempertanggungjawabkan isinya. Menulis tentang sesuatu hal yang kita pahami akan membuat tulisan lebih hidup. Lebih baik daripada sekedar mengambil dan menulis ulang informasi dari internet.

     


  2. Pemenang Give Away Aku dan Pohon

    September 24, 2013 by murtiyarini

    Beberapa menit mendahului janji posting pengumuman tanggal 25 September 2013.  Semoga berkenan.

     

    Give Away Aku dan Pohon berlangsung pada 1 Agustus-15 September 2013, diikuti oleh lebih dari 90 peserta dengan ragam jenis tanaman dan kisah.

    Saya haturkan apresiasi sebesar-besarnya untuk seluruh peserta. Dari hajatan pertama ini, saya belajar banyak hal seputar Give Away diantaranya bagaimana membuat tema yang menarik, aturan yang mudah, batas waktu yang sesuai, dan jadi tahu bagaimana sulitnya menjadi juri. Penjurian terbagi dua tahap, dari 90 an peserta saya memilih 20 finalis dan menyerahkannya kepada juri kedua untuk memberikan penilaian. Harapannya, juri kedua dapat mengurangi subyektifitas penilaian mengingat sebagian peserta adalah teman sendiri.

    Bertindak sebagai juri kedua adalah Prof. Dr. SRIATI, staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

    LOH, kok mau ya jadi juri Give Away, apa tidak sibuk? Jelas saja mau karena ditodong adik sendiri, mana bisa menolak hehe…

     

    Baiklah, berikut pemenangnya:

     

    Juara 1: Endah Wahyuni

    Judul : Diajak Merit Di bawah Pohon Kesemek

    http://sunflowernote.blogspot.com/2013/08/diajak-merit-di-bawah-pohon-kesemek.html

     

    Juara 2 : Anita Lusiya Dewi

    Judul: Cactus, Happiness is Priceless

    http://www.makarame.com/2013/08/cactus-happiness-is-priceless.html

     

    Juara 3: Ika Hardiyan Aksari

    Judul : Kelengkengku, SPPku

    http://ichaituika.blogspot.com/2013/08/kelengkengku-sppku.html

     

    Juara 4: Eka Candra Lina

    Judul :  Aglaia With Love

    http://ekacandralina.blogspot.com/2013/07/aglaia-with-love.html

     

    Juara 5: Nabila

    Judul : Bibit Pohon Mahoni yang Mati Suri

    http://nabilaptx.blogspot.com/2013/08/bibit-pohon-mahoni-yang-mati-suri.html

     

    Juara 6: Izzah Annisa

    Judul : Cinta Sebatang Rampai

    http://bundasyahid.blogspot.com/2013/08/cinta-sebatang-rampai.html

     

    Pemenang komentar terbanyak: Hariyanto Wijoyo

    Judul : Menuai amal dari sebatang pohon

    http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/09/menuai-amal-dari-sebatang-pohon.html

     

    Kami menyukai tulisan pemenang karena keunikan cerita, enak dibaca, eksplorasi flora dan adanya interaksi ntensif dengan pohon.

    Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga dari Give Away Aku dan Pohon menambah wawasan kita terhadap keanekaragaman flora.

    Sampai jumpa pada Give Away berikutnya.


  3. Pengalaman Pertama Menembus Media

    September 21, 2013 by murtiyarini

    Screenshot_2013-09-21-17-14-23-1

    Pengalaman pertama saya menembus media jangan dibayangkan sesuatu yang “wah”. Tahun 2006 saya jingkrak-jingkrak seneng banget saat foto saya dan Cinta (anak pertama) nampang di majalah Ayahbunda dengan cerita yang hanya terdiri dari 3 kalimat. Senengnya minta ampun bisa tampil di media.

    Sejak itu saya jadi rajin mencari rubrik yang memuat testimoni/pengalaman singkat/quote dari pembaca. Karena interestnya tentang parenting, dan sepertinya media parenting tahu keinginan pembaca untuk tampil di majalah, jadi ya klop, banyak lahan untuk mencoba. Sebagian ada honor/hadiah dari sponsor, sebagian hanya nampang saja saya sudah seneng.

    Tujuan saya yang utama sebenarnya mendokumentasikan tumbuh kembang si kecil dengan cara yang menyenangkan dan unik. Kedua, saya bisa semakin mengasah kemampuan menembus media. Walaupun ceritanya pendek, nggak mudah lho terpilih diantara puluhan atau ratusan pembaca yang juga mengirimkan cerita. Disini saya juga mengasah kepekaan, karena tiap media beda karakter, saya jadi tahu bagaimana sih maunya media tersebut. Untuk pemula, nggak ada salahnya mencoba dari sesuatu yang gampang/ringan.

    Sampai saat ini saya masih rajin kirim quote / testimoni. Kebetulan juga masih punya baby yang sayang untuk tidak didokumentasikan tumbuh kembangnya. Motherhood tema yg paling gampang buat saya karena masih mempunyai anak balita dan pra remaja. Sedangkan untuk artikel tergantung artikelnya, Femina, Intisari, majalah kesehatan, asalkan menerima tulisan dari penulis lepas.

    Setiap media mempunyai tema tertentu dalam waktu tertentu. Misalnya bulan desember untuk tema ibu, bulan mei untuk tema buru.  Untuk bisa menembus media, sebaiknya dikirim kira-kira 2 atau 3 edisi sebelumnya. Jadi kalo bulanan ya 2-3 bulan sebelumnya, dan untuk koran koran, 2-3 hari sebelumnya.

    Bagaimana mengetahui tema-tema yang diajukan pihak tabloid.  Tema parenting sepertinya umum sekali buat ibu-ibu yg sedang menikmati romantisme motherhood, kebetulan anak-anak masih kecil jadi itu jadi fokus utama saya saat ini. Saya mencatat hal-hal detil, dan prioritas mengambil yang idenya berbeda. Nah, untuk tahu cerita mana yg unik/beda ini tentu dengan banyak membaca dan membandingkan cerita yang dimuat sebelumnya.

    Yang terpenting adalah memahami karakter media. Misalnya majalah Ayahbunda karakternya lebih banyak info kesehatan ibu hamil-anak usia 5 tahun, lebih membahas hal-hal klinis, sedangkan Parenting, uuntuk mama & anak usia sampai 12 tahun, gaya bahasa seru, misi membuat mama lebih bahagia. Sebaiknya kita membaca terlebih dahulu media yang kita tuju, atau minimal mengetahui ketahui aja taglinenya, Ayahbunda = bacaan pasangan muda, Parenting = yang seru dan berguna buat mama, Parentsguide =Healthy kids, happy familly. (maaf nih, contohnya media parenting semua, kebetulan ini yang ada disekitar meja saya)

    Oh, tulisan lama bisa dimodifikasi. Tulisan yg dulu tersimpan, dimodifikasi dengan menghilangkan keterangan waktu, misalnya tidak menyebutkan umur anak dan tokoh lainnya.  Beberapa penulis parenting saya lihat anaknya sudah besar. Mereka tidak menceritakan anaknya lagi, hanya mengambil pelajaran dari cerita pas anaknya kecil dulu. Ini karena berhubungan dengan range usia pembaca.  Biasanya media mau yang fresh, penulisnya pada usia yang sama dengan pembaca.

    Mulailah menulis dari apa yang kita suka dan kita tahu.   Dan pengalaman adalah guru terbaik. Coba dan coba lagi.


  4. Penundaan Pengumuman Pemenang

    September 18, 2013 by murtiyarini

    Sehubungan dengan banyaknya pendaftar Give Away Aku dan Pohon, dan kesibukan di kantor saya yang mendadak sangat padat dalam minggu ini, maka pengumuman pemenang terpaksa DITUNDA menjadi tanggal 25 September 2013.

    Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga dimaklumi, agar saya dan juri tamu bisa menentukan pemenang sebaik-baiknya.

     

    Salam, Arin


  5. 9 Pengirim Pertama

    September 8, 2013 by murtiyarini

    Sejak jam pertama Give Away Aku dan Pohon diumumkan, pendaftar berdatangan dengan antusias demi mengejar 9 pengirim pertama. Sayangnya, mereka tidak membaca ketentuan dengan teliti bahwa GA dimulai 1 agustus 2013.

    Hari pertama tercatat ada 27 pendaftar. Saya menyaringnya menjadi 9 pendaftar pertama setelah pukul  00.01, tanggal 1 Agustus 2013,  sisanya ada yang mendaftar sebelum periode lomba dan yang mengejar posting 1 Agustus. Saya sampaikan penghargaan sebesar-besarnya, salut atas respon cepat tanggap GA Aku dan Pohon.

    Dan berikut nama-nama blogger tercepat tersebut:

    Kategori 9 pengirim pertama, begadang menjelang sahur:

    1. Inna Riana

    2. Rebellina

    3. Evrina Budiastuti

    4. Dwi Aprilytanti

    5. Uswatun Khasanah

    6. Sari Widiarti

    7. Abdul Cholik

    8. Sri Widiyastuti

    9. Anton

    Mendapatkan buku anak bergambar.

     

    1370445257553

    Dan inilah 18 pengirim terantusias:

    1. Endah Wahyuni

    2. Diah Kusumastuti

    3. Ika Hardiyan

    4. Rina Susanti

    5. Sri Rahayu

    6. Yas Marina

    7. Nelfi Syafrina

    8. Murti Yuliastuti

    9. Yosi Suzitra

    10. Eka Candra Lina

    11. Dey

    12. Ina Tanaya

    13. Zukhruf

    14. Muna Sungkar

    15. Erlinda Sukmasari

    16. Keke Naima / Myra Anastasia

    17. Izzah Annisa

    18. Yunarty

    Mohon terima transferan pulsa dari saya @10.000.

    Walau sedikit semoga bermanfaat ^_^

    Pengiriman hadiah 9-15 September 2013

     

    Nama-nama di atas masih berhak diikutkan dalam penjurian dan berkesempatan sama untuk menjadi pemenang.

    Demikian sekilas info, Give away masih berlanjut hingga tanggal 15 september 2013.