RSS Feed

BLOGGING AS WOMEN’S POWER

May 24, 2013 by murtiyarini

“Laksana Srikandi, kan kulepaskan anak panah ke angkasa. 

Anak panah yang mengobarkan semangat, 

pertanda saatnya pergerakan dimulai. 

Srikandi itu bernama blogger, dan anak panahnya berupa blog “

 

 

 

Sinergisme Perempuan dan Blog

Siapalah saya, seorang perempuan biasa, terbawa rutinitas sebagai ibu, istri dan karyawan. Orang dekat mengenal saya sebagai sosok pendiam. Namun dalam diam saya berpikir, berangan dan bercerita. Ada banyak ide, opini dan kisah yang tertuliskan.

 

 September 2008 saya mulai mengenal blog. Saya membangun sebuah rumah maya www.asacinta.blogspot.com secara autodidak. Sejak itu pula, telah terjadi perubahan besar bagi kegiatan online saya. Blogging membuat aktivitas online lebih dari sekedar kirim-kiriman email. Perlahan namun pasti, blog membangun eksistensi saya di dunia digital. Saya bergerak di dunia maya, namun karya saya aktual.  Blog juga membangun pertemanan dengan teman-teman di dunia maya, namun interaksi yang kita bangun adalah nyata.

 

 Ada metamorfosa karakter  kiriman (post) dalam blog saya. Awalnya blog menjadi sarana berbagi pengalaman seputar pengasuhan anak. Kini  fungsi blog menjadi ganda. Selain untuk berbagi tulisan, saya juga mencatatkan portofolio karya-karya yang telah dimuat di media cetak, media online maupun lomba.

 

Kian kesini kian banyak pengunjung blog. Saya pun terpacu untuk menyajikan tulisan dan tampilan terbaik. Dari kata kunci pencarian saya tahu tema apa yang dicari pembaca dari blog saya.  Dari semua tulisan yang saya buat, rasanya hampir tidak ada yang tanpa tujuan berbagi informasi, semangat dan inspirasi. Pada akhirnya saya merasa, blogging memberikan kekuatan baru. Blogging membuat saya menjadi lebih percaya diri, lebih kreatif, lebih produktif, dan lebih berdaya.

 

 Saya tidak sendiri. Jutaan perempuan di Indonesia,  siapapun dia, baik ibu rumah tangga, anak sekolah, mahasiswa, karyawan, pebisnis, politikus, seniman, penulis ataupun aktivis, juga telah memilih blog sebagai media aktualisasi diri.

 

 Saya melihat sinergisme antara manfaat blog dengan potensi perempuan. Blog mempunyai manfaat sangat besar bagi peradaban manusia era sekarang dan akan datang. Telah banyak diketahui blog bermanfaat untuk berbagi pengalaman, berbagi informasi, promosi produk, personal branding, sebagai catatan portofolio, sumber penghasilan, media berkreasi, media bersosialisasi, dan menyampaikan opini. Di sisi lain, potensi perempuan sangat besar. Daya pikir, ide dan kreatifitasnya tidak kalah dari pria. Perempuan punya kekuatan dalam kelembutannya, manajemen waktu, ketekunan dan kesabaran yang lebih baik dari pria, serta mempunyai kepekaan tinggi akan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Maka sudah sangat tepat apabila perempuan memilih blog sebagai sarana juangnya di era digital ini.

 

Trend akhir-akhir ini blogger menjadi perpanjangan tangan kampanye dan promosi. Di sinilah peran blogger sebagai mass influencer memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan suatu pesan.  Bayangkan, jika jutaan perempuan bisa menyampaikan suatu pesan yang baik, memperjuangkan haknya, menyuarakan idenya, membangun pendidikan non formal dari tulisannya , memerangi narkoba, memerangi korupsi dan banyak hal lain melalui blog. Ini akan menjadi kekuatan besar yang dilakukan oleh kaum perempuan.

 

 Blogging Itu Mudah, Siapa Saja Bisa.


Terhitung pada tahun 2011, jumlah blogger Indonesia sebanyak 5.270.658 (i) 

dan dari jumlah itu hanya sepertiganya blogger perempuan (ii).

 

Beberapa kendala penyebab perempuan lebih sedikit melakukan blogging daripada pria antara lain karena merasa gagap teknologi, menganggap konten blog harus sesuatu yang bernilai ‘berat’, merasa bukan penulis sehingga tidak pantas menulis blog, koneksi internet yang buruk dan kesibukannya dalam berbagai multiperan perempuan.  Banyak ibu-ibu yang baru bisa membuka laptop pada tengah malam, saat buah hatinya nyenyak.

 

 Berita baiknya, sebanyak 33% dari total blogger perempuan telah dikaruniai anak (iii).  Ini artinya, walaupun repot dengan urusan keluarga, perempuan tetap menyempatkan diri untuk blogging, dengan kata lain, mereka merasakan manfaat blog sehingga masih berusaha blogging.

 

Seorang kawan pernah datang kepada saya minta diajari membuat blog. Dia mengakui geraknya untuk mengikuti berbagi lomba menulis terhambat karena menulis di blog sebagai persyaratannya. Padahal saya tahu kualitas tulisannya bagus. Menurut pengakuan kawan saya tersebut, dia enggan berurusan dengan template, gadget, link, banner, html dan perangkat blog lainnya.


Lain lagi cerita kawan saya yang mempunyai blog, namun vakum mengisinya. Permasalahannya adalah krisis percaya diri. Menurutnya, tulisannya tidak bagus. Dia juga merasa untuk apa berbagi pengalamannya yang biasa-biasa saja. 


Dari pandangan dua kawan saya tersebut mengenai blog, saya menuliskan status di facebook seperti yang terlihat pada print screen berikut:

 

Saya ingin meyakinkan bahwa tidak perlu menjadi penulis atau fotografer untuk bisa menjadi blogger.  Seperti yang kita temui dalam dunia maya, ada banyak genre blog, sesuai bidang keahlian masing-masing blogger.  Ada blog fashion, kerajinan tangan, cooking, menjahit, toko online, pertanian, pendidikan, fotografi, motivasi, teknik dan lain sebagainya.  Seorang blogger tidak perlu terhambat oleh ejaan yang disempurnakan, kalimat bahasa baku atau desain yang cantik, juga tidak diwajibkan menayangkan foto dari kamera DSLR.  Blogging adalah bentuk aktualisasi dunia digital yang paling merakyat. Pengalaman biasa kita, bisa jadi menjadi berharga bagi orang lain yang membacanya. 


Terlepas dari desain blog saya yang pas-pasan, juga kemampuan teknis yang bisa dibilang masih jauh dari sebutan ‘jagoan ngeblog’ saya beranikan diri untuk menyemangati teman-teman disekitar saya (teman kantor) untuk membuat blog.  Apalagi institusi telah menyediakan blog untuk staff yang berinduk pada blog institusi. Kenapa tidak fasilitas ini digunakan? 


“Blogging itu mudah, blogging itu boleh untuk siapa saja. Nggak percaya? Sini deh kuajari. Sebentar saja pasti bisa.” kata saya pada mereka yang datang “berguru”



KEB dan Srikandi  Blogger


Awal tahun 2012 saya menemukan komunitas blogger dimana saya merasa sangat nyaman tergabung di dalamnya, yaitu  Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB). Pertemanan dalam grup tidak hanya masalah blogging, namun menjadi pertemanan nyata yang menyenangkan. Dalam grup ini saya merasa leluasa untuk berbagi blog, karena cakupan perempuan sangat sesuai dengan ranah tulisan saya.   Di sini saya menulis dari pemikiran perempuan, untuk dibaca oleh para perempuan.  Walaupun tidak menutup kemungkinan tulisan bisa dibaca oleh kalangan manapun, namun setidaknya pembaca tahu kapasitas saya .


Pada tahun 2013 ini KEB menyelenggarakan ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013.  Yang langsung terbayang dibenak saya sosok Srikandi, seorang perempuan tokoh pewayangan yang dikenal sebagai pejuang tangguh, cerdas, dan cermat membidikkan anak panah.   Jadi, Srikandi Blogger menurut saya adalah seorang blogger perempuan yang mempunyai semangat juang, berkarakter kuat,  cerdas dan berpengetahuan luas.  Srikandi blogger juga harus mampu menjadikan blognya sebagai anak panah yang dilepaskan dari kejauhan dan tepat mengenai sasaran.  Inilah yang membedakan Srikandi Blogger dengan blogger lainnya. Pemilihan Srikandi sebagai penggambaran sosok blogger perempuan menurut saya sangat tepat.

 

Saya, sebagai Srikandi Blogger 2013

 

Blogging, bagi saya berarti menyimpan jejak karya dan berbagi inspirasi.  Blogging adalah bentuk aktualisasi saya di era digital ini.  Keberhasilan saya terukur oleh seberapa luas dan banyak menjangkau pembaca, seberapa kuat bisa menularkan semangat menulis dan blogging, serta seberapa kuat bisa mengajak pembaca dalam pesan yang saya sampaikan.

 

Melihat apa yang saya lakukan dalam 5 tahun terakhir di dunia blogging, melihat kemajuan yang pesat baik frekuensi maupun konten tulisan terutama dalam 2 tahun terakhir ini, serta melihat respon pembaca yang antusias, maka saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013. 

 

Saya terpilih termasuk dalam 50 besar Srikandi Blogger 2013. Ini merupakan lonjakan pesat dalam ‘karir’ blogging yang saya tekuni.  Awalnya tujuan saya tidak muluk-muluk, pertama karena terpanggil semangat kompetisi, kedua ingin mengenal lebih dekat kegiatan KEB baik online maupun offline.  Dalam perjalanan waktu, saya semakin menyadari bahwa peran Srikandi Blogger haruslah lebih bermanfaat dan berdampak luas. 

 

Dalam lingkup kecil, saya telah dan akan terus menyampaikan pesan Blogging as Women’s Power.  Saya jadikan blog sebagai contoh wujud kekayaan pemikiran perempuan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ada dua pesan utama yang akan saya usung. Pertama, mengkampanyekan bahwa blogging itu mudah.  Kedua, mengkampanyekan siapa saja boleh ‘ngeblog’.  Harapannya, akan semakin banyak perempuan Indonesia yang percaya diri untuk berekspresi melalui blogging. Ini adalah langkah pembuka untuk tahun-tahun selanjutnya guna menggerakkan kekuatan perjuangan yang lebih besar dalam berbagai bidang terkait perempuan. Kolaborasi Srikandi Blogger 2013 bersama Kumpulan Emak-emak Blogger akan membantu terwujudnya blogging as women’s power.

 


Sumber data :

 

 

*)     salingsilang.com Juli 2011 dalam http://giewahyudi.com/media-sosial-indonesia-dalam-statistik/ 

 

 

” target=”_blank”>


Tulisan ini diikutkan dalam seleksi tahap 2 Srikandi Blogger 2013. 

Tulisan tahap 1 bisa dilihat di sini.

 



No Comments »

No comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *