RSS Feed

March, 2013

  1. Memikat Juri Kompasiana

    March 21, 2013 by murtiyarini

    Baru saja berlalu, Lomba Menulis Anmum Bunda Inspiratif yang diselenggarakan sebuah produk susu Anmum Essential, bekerja sama dengan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis.  Naluri kompetisi saya langsung terpanggil, apalagi melihat hadiah untuk juara 1 adalah sebuah benda yang saya impikan dalam beberapa bulan terakhir : Samsung Galaxy Note II !!!

     

    Sebenarnya, apakah yang membuat tulisan kita bisa menjadi juara? Apakah karena tulisan yang bagus? Lantas ada pertanyaan, tulisan sudah bagus, tapi kok nggak menang? Masalahnya banyak peserta yang tulisannya bagus-bagus, jadi juri bingung memilihnya. Jadi, kata kunci kemenangan adalah bagaimana memikat hati juri agar menjatuhkan pilihan pada tulisan kita.  

     

    Karena itu, setiap membaca sebuah pengumuman press release sebuah even lomba, yang menjadi target utama saya adalah bagaimana memikat hati juri.  Kelengkapan persyaratan jelas menjadi syarat administratif yang tidak bisa diganggu gugat.  Setelah itu, saya melihat tema, siapa penyelenggara, dan siapa jurinya. 

    19 Maret 2013, saya mendapat undangan dari Fonterra (produsen Anmum) untuk hadir di kantornya di jl. Casablanca Jakarta.  Saya diundang bersama belasan ibu-ibu peserta lomba yang ada di wilayah Jabodetabek.  Agenda utama adalah pengumuman pemenang.  Sebelum pengumuman, Fonterra memberikan presentasi sekilas tentang perusahaan dan produk susu tanpa tambahan gula, Anmum Essential. Sesaat sebelum pengumuman, seluruh undangan diberitahu mekanisme penjurian oleh seorang juri tamu dari Kompasiana, yaitu mas Iskandar Zulkarnaen.

    Mata saya langsung melek, telinga kembali mendengarkan, karena memang inilah yang saya cari : apa sih kriteria juri? Mas Iskandar Zulkarnaen memaparkannya poin demi poin apa yang menjadi kriteria juri.  Dan satu persatu, saya merasa kok mendekati tulisan saya ya? jadi GE-ER deh..

     

    1. Kesesuaian dengan tema

    Penting banget bagi kita untuk bisa membaca maksud dari sebuah tema yang ditentukan oleh penyelenggara.  Dari tema kita membaca arah tujuan penyelenggara.

    Anmum menawarkan 3 tema, mengajarkan anak untuk konsentrasi, mengoptimalkan anak untuk konsentrasi dan asupan sehat tanpa gula tambahan. Saya pribadi mempermudahnya dalam 2 kata : konsentrasi dan asupan tanpa gula tambahan. Saat membaca tema yang cukup luas, saya pikir saya tidak perlu tidak perlu mengulas produk terlalu dalam, saya memilih lebih banyak porsi cerita tentang anak sendiri, toh masih dalam cakupan tema. Memilih cerita tidak berarti seluas-luasnya tema kita capai, cukup mengambil satu atau dua poin cerita dan itu yang akan diulas mendalam.

     

    2. Orisinalitas dan keunikan ide

    Poin ini tampaknya menjadi paling utama di setiap lomba.  Orisinalitas biasanya terlihat dari cara penuturan dan isi.  Karya orisinil lebih banyak memuat pengalaman pribadi, bukan sekedar copy paste atau mengutip dari berbagai sumber.  Jadi kita harus percaya diri dengan ide kita.  Satu kalimat yang saya suka dari mas Iskandar, “Harus berani cari ide yang berbeda. Pilihannya ada dua, kalah sama sekali, atau menjadi juara”

    Saat peserta lain kebanyakan memilih cara melatih konsentrasi visual (penglihatan), saya memilih melatih konsentrasi auditori (pendengaran).

    Dan apakah ibu-ibu peserta membaca detil kriteria di pengumuman lomba berikut : Orisinalitas, kreativitas, eksplorasi ide dalam membuat artikel sesuai dengan ruang lingkup yang ada

    Seberapa detil? Saya menyoroti bagian akhir kalimat, “sesuai dengan ruang lingkup yang ada.”  Dari situ saya ketahui bahwa juri tidak menginginkan tulisan ilmiah atau materi berat diluar kapasitas kita sebagai ibu.  Jadi, saya merasa tidak perlu mencari sumber data atau literatur terlalu banyak. Di samping memang panjang tulisan sangat dibatasi.

     

    3. Keutuhan Tulisan dan Kedalaman Pesan

    Saat memberi penilaian, juri tidak menilai pada awal, tengah atau akhir tulisan.  Juri menilai pada keseluruhan tulisan, membaca dari awal sampai akhir baru memberi penilaian.  Kira-kira, pesan apa yang ingin disampaikan harus jelas, harus ada benang merahnya.  

    Tema utama yang ingin saya sampaikan adalah melatih konsentrasi pendengaran.  Namun satu pesan lain yang saya sampaikan dalam judul, kalimat tengah dan kalimat penutup adalah : Perhatian orangtua adalah faktor utama melatih konsentrasi !

     

    4. Sembunyikan Promosi

    Tulisan yang diharapkan Juri ternyata adalah promosi yang tidak kelihatan ! Caranya, buat tulisan yang natural sesuai pengalaman. Jangan terlalu sering menyebut merk atau terkesan mempromosikan merk tersebut.  Fokus pada cerita anda, jangan fokus pada produk.

    Saya hanya satu kali menyebutkan merk produk, itupun tidak mengulasnya, dan tidak mengajak pembaca untuk mengkonsumsinya :

    … Sebentar lagi saya menyapih Asa. Karena terbiasa dengan ASI yang tidak manis, kebiasaan ini akan diteruskan dengan mengkonsumsi susu tanpa gula tambahan.  Saat bergabung di Anmum Club dan situs Anmum, saya mendapatkan inspirasi dari para bunda tentang pilihan susu.  Untuk anak seumur Asa, banyak bunda yang telah memilih Anmum Essential 3.

    Adakah kalimat anak saya meminum susu? Atau saya membeli susunya?

     

    5. Perhatikan Psikologi Pembaca Online

    Pembaca online, apalagi yang awam pada topik tersebut, biasanya mudah bosan jika membaca tulisan yang terlalu panjang.  Karena itu, untuk lomba menulis blog, biasanya panjang tulisan dibatasi.  Tulisan yang baik tidak selalu menyisipkan kata-kata sulit, kata-kata dalam bahasa Inggris diusahakan mencari padan katanya sehingga membuat pembaca nyaman.

     

    6. Deskripsikan dengan Detil

    Buat pembaca merasakan apa yang anda tulis dengan menceritakan kejadian secara detil. Visualkan dalam tulisan anda sehingga pembaca mengerti.  Dengan panjang tulisan yang dibatasi, membuat tulisan dengan detil menjadi tantangan.  Akhirnya, kita dituntut mengutamakan kalimat penting dan membuang kalimat tidak penting.

    Saya membagi beberapa poin cerita dalam paragrap-paragrap yang masing-masing menceritakan cara melatih konsentrasi.  Konon, juri lebih menyukai bentuk paragrap karena lebih mengalir daripada poin-poin atau penomoran.

     

    7. Beri sentuhan akhir  Akhir tulisan menentukan bagaimana pembaca menangkap pesan anda.   Jika penutup menggantung pembaca mungkin akan bingung. Penutup dapat berupa kalimat ajakan, kalimat positif, atau kalimat bertanya yang memancing rasa pembaca.  Misalnya, “ini pendapat saya, bagaimana dengan anda?”

    Biasanya saya mengakhiri tulisan dengan harapan atau perenungan.  Seperti dalam kalimat ini :

    Jadi, kalau pandai berbahasa begini, kira-kira kelak Asa mau jadi apa ya? Presenter ? Dosen? Penulis bestseller? Atau dokter yang ramah? Jalan masih panjang. Sekarang, yang pasti ketika Asa memanggil “Lihat Ma, Dengar Ma!” saya harus siap menjadi teman bicaranya.

     

    8. Kurangi Foto Narsis

    Foto adalah penunjang tulisan dalam blog yang sangat penting, tapi jangan narsis ! Misalnya ingin menceritkan tentang tempat wisata, tidak harus selalu ada foto penulis menghadap kamera.  Foto kegiatan anak juga tidak harus tampak wajah anak. Ambil foto senatural mungkin.

    Kebetulan sekali, saya jarang foto sendiri atau memotret anak tampak depan.  Untuk foto produk yang menjadi persyaratan lomba, kali ini saya kreasikan dengan sebuah agenda yang tidak kalah menarik perhatian yang melihatnya. Saya berharap pembaca lebih fokus pada foto agenda.

     

    Demikian sebagian yang saya tangkap dari penuturan mas Iskandar. Pada akhir penjelasan beliau saya tanyakan, apakah kriteria tersebut berlaku untuk kompetisi blog di Kompasiana ? 

    “Tergantung siapa juri dan penyelenggaranya” katanya sambil tertawa.

     

    dan ternyata, feeling saya benar…horeeee…


  2. IIDN dan Bukuku

    March 17, 2013 by murtiyarini

    Saya lupa kapan tepatnya masuk dalam sebuah grup facebook yang semua anggotanya adalah ibu-ibu yang suka menulis. Grup itu bernama Ibu-ibu Doyan Nulis, kemudian populer dengan sebutan IIDN. Saat saya masuk kira-kira akhir tahun 2011, anggotanya masih kurang dari 1000 orang. Hingga tulisan ini saya tulis, anggota telah mencapai 6000 orang. Perkembangan yang pesat ini tentunya karena IIDN mampu menjawab kebutuhan ibu-ibu yang ternyata mempunyai potensi untuk menulis.

    Ini dia visi dan misi IIDN :

    Visi: Mencerdaskan Perempuan Indonesia

    Misi:
    Menerbitkan minimal 1 buku untuk setiap anggota IIDN
    Meningkatkan produktifitas anggota di berbagai media di Indonesia
    Meningkatkan kemampuan anggota dalam bidang penulisan
    Mempererat kolaborasi positif antar anggota di berbagai bidang

    Untuk wilayah Bogor, saya bergabung di IIDN Jabodetabek.

     

    Singkat cerita, jumlah request teman facebook saya meningkat pesat sejak gabung grup ini. Mungkin karena saya sering kirim-kirim postingan iseng dan ngobrol-ngobrol dengan ibu-ibu sesama member. Dari obrolan di grup lanjut ke chat dan inbox pribadi. Tak jarang saya sering dapat sapaan tengah malam “Online terus nih, lagi nulis apa?” Padahal saya sedang tidur dan facebook di ponsel saya selalu online. Lain waktu, siang hari ada chatingan lagi “Mba Arin, sibuk ngejar deadline ya? Lagi nulis apa?” Padahal saya lagi belanja di pasar. Jadi, sapaan demi sapaan selalu mengira saya selalu menulis, menulis dan menulis. Syukurlah kalau dikira begitu, hehehe..

    Oiya, kalau yang suka chatting tuh, linknya di sini, di sini, di sini dan di sini. Add deh, asyik buat ngobrol.

     

    Yang lucu lagi pernah ada yang nanya ke saya cara bikin outine dan proses mengajukan proposal buku ke penerbit. Waduh, wong saya sendiri belum pernah nerbitin buku, ya belum tahu caranya. Tapi iya, memang pengen banget saya menulis buku, sesuaai dengan salah satu misi grup IIDN yaitu setiap anggota bisa menerbitkan satu buku. Sejak menulis tahun 2007, sampai sekarang saya belum menerbitkan satu bukupun. Sedih deh! Kalah melaju dibanding teman-teman yang telah punya buku sendiri.

    (Mau tahu siapa yang saya maksud? Nih link facebook nya ada di sini, di sini, di sini dan di sini. Ssst, jangan bilang-bilang yang bersangkutan ya. Langsung add aja. )

     

    Setiap hari melihat foto teman-teman yang narsis dengan buku-bukunya. Kapan giliran saya?
    Semoga ya, setelah ter”kompori” oleh teman-teman yang sudah menenteng buku kesana-kemari sambil promosi, saya bisa segera duduk manis dan fokus menulis buku. Amiiiin…

    Insya Allah deh, nanti kalo sudah punya buku sendiri saya tidak akan kalah narsis dari teman-teman. Dan cita-cita saya sejak lama, bikin kuis buku yang hadiahnya bukan buku saja, tapi plus..plus..(Mohon saran hadiah tambahannya apa dengan komen dibawah ini ya).

    Semoga ya…

     

     

     

     

    Nb.
    Buat yang linknya saya cantumkan : “jangan lupa kirim pulsa yaaa” hehehe…


  3. Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana ?

    March 1, 2013 by murtiyarini

    Pembicaraan tentang perubahan iklim (climate change) akibat pemanasan global (global warming) telah terjadi dalam satu abad terakhir ini. Saat itu manusia mulai merasakan ketidaknyamanan suhu dan udara di Bumi, sumber daya alam mengalami penurunan produksi dan bencana alam lebih sering terjadi.

    Perubahan pada kondisi fisik Bumi lantas mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu aspek sosial, budaya, ekonomi, hukum bahkan politik. Sekuat apapun kita menolaknya, nyatanya bumi telah memanas, iklim telah berubah dan pola kehidupan manusia telah berubah.

     

    It is happened, what’s next?
    Baiklah, kondisi bumi memang tidak lagi sama. Manusia pun beradaptasi untuk mempertahankan kelangsungan generasinya. Namun apapun aktivitas hidup manusia, semestinya berada pada langkah yang arif demi mempertahankan kelanjutan bumi. Setidaknya, kondisi bumi tidak semakin memburuk. Lebih baik lagi, jika kondisi bumi berangsur membaik. Tidak ada yang tidak mungkin.

    Manusia akan melakukan adaptasi sebagai respon natural. Adaptasi adalah upaya oleh manusia untuk mempersiapkan atau menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.  Adaptasi dapat berupa perlindungan diri terhadap dampak buruk perubahan iklim atau oportunistik dengan mengambil keuntungan dari efek menguntungkan perubahan iklim.

    Bentuk-bentuk adaptasi manusia misalnya migrasi ke daerah baru, perubahan sistem budidaya tanaman, perbaikan infrastruktur, membangun penampungan bencana dan yang terpenting adalah perubahan pola tingkah laku.  Perubahan iklim yang kita alami sekarang ini lebih cepat dari yang terjadi di masa lalu.  Dalam dunia yang saling mempengaruhi satu sama lain, efek negatif perubahan iklim pada satu populasi atau sektor ekonomi dapat berakibat pada seluruh dunia.

    Namun, ada batas-batas kemampuan manusia untuk melakukan adaptasi. Karena itu segala aktivitas manusia hendaknya dilakukan dengan orientasi untuk mencegah perubahan iklim terus terjadi.  Sebagai contoh, relokasi masyarakat akibat bencana hanya memungkinkan menolong dalam jangka pendek. Jika iklim terus berubah dan bencana sering terjadi maka upaya tersebut akan menemui batas ketidakmampuannya.  Adaptasi harus terus dilakukan sambil tetap memegang prinsip pengurangan emisi gas rumah kaca (CO2), penyebab utama perubahan iklim.

    Kita, dalam peran kita sebagai individu manusia, masing-masing mempunyai kontribusi pada perubahan iklim di Bumi. Setiap aktivitas individu akan meninggalkan jejak ekologi pada Bumi. Nah, seberapa burukkah jejak ekologi kita? Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi?

    Apapun peran kita, satu hal yang mendasar yang harus dipahami adalah belajar dari kesalahan  masa lalu.  Hal-hal yang menyumbang emisi gas rumah kaca harus dicegah sekuat-kuatnya dan dicari solusinya.  Berbagai teknologi yang memanjakan manusia, lantas diketahui menyumbang emisi gas rumah kaca, tidak serta merta mudah untuk dihentikan begitu saja . Harus ada teknologi pengganti yang setara sehingga masyarakat banyak mau beralih pada teknologi ramah lingkungan.

    Telah banyak literatur menyebutkan bentuk adaptasi perubahan iklim dan tindakan ramah bumi. Saya mencoba menuliskannya dari sudut pandang masing-masing peran kita dalam masyarakat, sehingga memudahkan untuk melakukan aksi.

     


    Adaptasi dari Rumah

    Andaikan masing-masing rumah tangga mampu menggunakan lampu hemat energi, atau lampu tenaga solar, tentu akan banyak tenaga listrik yang bisa dihemat. Begitu juga dengan penggunaan pemanas air dan pendingin ruangan sesuai keperluan, mematikan peralatan listrik saat tidak diperlukan, dan mematikan TV sebelum anda tertidur. Konsumsi wadah minuman kertas dan plastik yang akan meningkatkan volume sampah. Karena itu bentuk adaptasi bisa berupa menggunakan wadah yang bisa dipakai ulang. Jika kreatif, kita bisa mendaur ulang kertas atau plastik bekas bungkus. Minimal, kita memisahkan sampah kering dan sampah basah, sampah organik dan non organik sehingga memudahkan pemulung dalam memilah sampah dan mengirimkannya ke pusat daur ulang

    Mari kita menjadi kreatif dengan mengadakan lahan hijau di rumah, dengan  menanam tanaman di sisa lahan atau menanam tanaman dalam pot. Bisa juga dengan menjadikan bagian atas atau loteng rumah sebagai tempat menanam bunga dan hijauan lainnya.

     


    Adaptasi sebagai Pengguna Jalan

    Setiap kali menggunakan kendaraan bermotor, kita berkontribusi pada pelepasan emisi gas rumah kaca (CO2) ke atmosfer. Langkah konkrit untuk mengurangi pelepasan CO2 ke udara adalah dengan lebih sering menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi. Jika memungkinkan beralih menggunakan sepeda ke kantor. Saat jalanan macet, jangan ragu untuk mematikan mesin mobil, dan tentu saja berperilaku baik di jalan untuk tidak menjadikan diri sebagai penyebab kemacetan.  Pemilihan bahan bakar yang ramah lingkungan juga membantu mengurangi pelepasan CO2 ke atmosfer, begitupun dengan perawatan kendaraan sehingga mesin bekerja efisien dan tidak boros bahan bakar.  Bahan bakar terbarukan seperti minyak biodiesel mulai digunakan pada beberapa jenis mobil.  Ada juga mobil bertenaga solar tanpa bahan bakar minyak, namun saat ini masih belum diproduksi secara komersil.

     


    Adaptasi sebagai Pekerja

    Dunia industri dan perkantoran sangat besar berkontribusi pada pelepasan emisi karbon.  Sebagai individu pekerja, banyak hal yang kita lakukan dalam rangka melindungi bumi dari kerusakan. Kita bisa mengelola penggunaan energi peralatan kantor secara lebih hemat dan efisien.  Ketelitian dalam bekerja dapat mengurangi penggunaan kertas, tinta dan energi. Bukalah jendela ruang kantor agar angin mendinginkan ruangan dan tidak memerlukan pendingin ruangan.  Matikan lampu jika cahaya matahari cukup memadai memasuki ruangan.  Pihak manajemen gedung sebaiknya mendesain bangunan kantor yang mempunyai sirkulasi udara dan cahaya yang baik sehingga meminimalkan penggunaan AC dan lampu.  Dan kita tentu akan merasa segar jika di meja kerja tersedia satu buah tanaman hidroponik.

     


    Adaptasi sebagai Masyarakat Ekonomi

    Kita bukan ahli ekonomi, namun masing-masing kita dituntut secara ekonomi untuk berhemat.  Perubahan iklim berimbas pada turunnya produksi sumber daya alam, kesulitan produksi  dan menyebabkan kelangkaan sumber pangan tertentu sehingga harganya lebih mahal. Berhemat adalah langkah adaptasi ekonomi yang bisa dilakukan oleh individu.  Tentu kita berharap, ada langkah-langkah inovasi para ilmuwan untuk dapat meningkatkan produksi pangan dan bahan-bahan kebutuhan hidup dengan tetap memperhatikan azas ramah lingkungan.

    Dalam lingkup lebih luas, pemerintah dan departemen yang berwenang mengatur perputaran bahan dan pangan di pasar tentunya mengedepankan kepentingan masyarakat banyak sehingga mampu menghadirkan harga bahan dan pangan di pasar yang terjangkau. Penggunaan pangan lokal adalah bentuk adaptasi masyarakat bidang ekonomi.

     

    Adapatasi Masyarakat Pertanian,  Pesisir dan Hutan

    Praktisi pertanian mempunyai beban berat untuk menghasilkan hasil panen yang mampu mencukupi kebutuhan pangan dunia, sementara cekaman perubahan iklim telah menggagalkan panen.  Penggunaan pestisida tidak lagi sepenuhnya mampu menangani hama dan penyakit tanaman semakin mengganas dan lebih kebal dari sebelumnyau.  Karena itu, upaya pengendalian hayati saat ini mulai banyak dilakukan dengan memberdayakan kembali musuk alami yang telah ada di alam.   Para pemulia tanaman melakukan perbaikan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cekaman perubahan iklim misalnya tahan panas, tahan kekeringan, tahan genangan air hujan dan banjir.  Sementara itu, para peternak berusaha meningkatkan kebugaran ternaknya dari suhu panas dengan membuat kandang-kandang yang banyak menerima aliran udara.

    Pada daerah pesisir pantai, kenaikan air laut beresiko pada kerusakan pesisir.  Para nelayan dan penduduk pesisir membangun infrastruktur perlindungan pantai dan mempertahankan ruang terbuka untuk mengantisipasi pergeseran batas pantai ke arah pedalaman.  Masyarakat pantai saat ini lebih waspada terhadap bahaya tsunami dan gelombang badai dengan memperbaiki rute dan rencana evakuasi untuk mengantisipasi saat bencana datang.

    Masyarakat hutan mempunyai peran sangat besar dalam menjaga atmosfer bumi dari efek emisi gas rumah kaca.  Banyaknya hutan-hutan yang ditebang karena faktor sosial ekonomi, tampaknya harus diimbangi dengan kampanye penghijauan kembali hutan dunia.

     

    Adaptasi sebagai Pengguna Sumber Daya Air

    Pada satu belahan bumi, perubahan iklim mencairkan gunung salju dan es sehingga permukaan air laut meningkat, pada belahan bumi lain, pemanasan global membuat tanah kering dan sumber daya air bersih berkurang.

    Adaptasi masyarakat merespon situasi ini adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan membangun kapasitas penyimpanan air tambahan.  Sungai dan tepiannya harus  dilindungi dan dikembalikan fungsinya sebagai sumber air bersih.

     

    Adaptasi Bidang Pendidikan

    Di sekolah, penggunaan listrik , air dan benda konsumtif  tidak sebanyak pada industri dan rumah tangga. Namun sekolah berperan penting dalam mendukung adaptasi masyarakat menghadapi perubahan iklim.  Sekolah adalah tempat pendidikan lingkungan bisa ditanamkan pada manusia muda generasi penerus bumi.

    Menjadi tugas wajib bagi guru memberikan pemahaman bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim terjadi serta bagaimana mencegahnya.  Murid dapat melakukan eksperimen sains untuk memahaminya.  Dan tentu saja dengan ajakan dan kampanye bertindak nyata menyelematkan lingkungan seperti yang sudah disebutkan pada adapatasi kantor, pengguna jalan dan rumah tangga.

     

    Pendampingan Adaptasi Masyarakat oleh Oxfam

    Dampak ekstrim perubahan iklim adalah bencana alam, kelaparan, wabah penyakit dan kemiskinan. Seluruh lapisan masyarakat semestinya mendapatkan pelatihan penyelematan saat bencana terjadi. Pelatihan bisa dilakukan di sekolah, kantor, dan tingkat desa.

    Dalam situasi bencana, mental masyarakat yang terguncang perlu mendapatkan dukungan dan pendampingan. Masyarakat yang paling banyak menerima imbasnya adalah masyarakat miskin dan lemah. Mereka yang selayaknya mendapatkan pendampingan lebih intens dari pemerintah dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

    Berangkat dari sini, tahun 1942 sekelompok orang di Oxford Inggris membentuk organisasi penyelamatan untuk warga Yunani korban perang dunia kedua. Mereka menamakan dirinya Oxfam.

    Oxfam adalah konfederasi internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan.

    Oxfam memasuki Indonesia tahun 1957 untuk membantu anak-anak yatim piatu. Dalam perkembangan oxfam bekerjasama dengan pemerintah dan organisasi lokal untuk membantu masyarakat miskin dan lemah. Oxfam juga bekerjasama dengan nelayan dan petani di pulau-pulau kecil di Indonesia berusaha beradaptasi dengan perubahan iklim. Program Oxfam diantaranya memberdayakan masyarakat memerangi kemiskinan, menanggulangi bencana dan pendidikan adaptasi perubahan iklim.

    Saat kesulitan menimpa, bukan lagi saatnya saling menuding menyalahkan.  Mari berpikir jernih, mencoba saling mendukung satu sama lain. Yang lebih kuat membantu yang lemah. Bukan lagi waktunya sombong.  Karena sesungguhnya,  tidak ada yang tahu, siapa selanjutnya yang terkena musibah.

    Perubahan sekecil apapun di bumi ini akan mencari keseimbangan. Satu spesies bertambah jumlahnya, sementara spesies lain terancam punah, tetapi lambat laun mereka menemukan keseimbangan ekosistem. Masalahnya, tidak ada yang dapat memastikan kapan keseimbangan itu terbentuk. Jika kerusakan terus terjadi, iklim terus berubah dan bumi terus memanas, ke arah mana kehidupan ini akan bermuara?

     

    Referensi :

    www.oxfamindonesia.wordpress.com/oxfam-at-a-glance/

    www.epa.gov/climatechange/

    www.asacinta.blogspot.com/2011/02/mencari-cahaya-kunang-kunang.html?m=1

    gambar dari : www.yolanddhaha.blogspot.com